Tangkap Editor Mongabay, Imigrasi Palangkaraya Langgar Kebebasan Pers

Andika PratamaAndika Pratama - Kamis, 23 Januari 2020
Tangkap Editor Mongabay, Imigrasi Palangkaraya Langgar Kebebasan Pers

Editor Mongabay asal Amerika Serikat Philip Jacobson. Foto: Mongabay.com

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Human Rights Working Group (HRWG) mengutuk penangkapan dan penahanan atas editor Mongabay asal Amerika Serikat Philip Jacobson di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, 21 Januari 2020.

Dengan tuduhan pelanggaran visa, Philip secara resmi ditahan oleh pihak imigrasi setelah lebih dari sebulan menjadi tahanan kota.

Baca Juga

Editor Mongabai.com Ditangkap di Palangkaraya

Philip tiba di Palangkaraya pada 14 Desember 2019 untuk menghadiri pertemuan dengan Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN).

Pada 17 Desember 2019, saat akan menuju bandara untuk terbang meninggalkan Palangkaraya, Philip didatangi di wisma tempatnya menginap, paspornya disita, diinterogasi selama empat jam, dan diperintahkan tetap berada di Indonesia untuk menunggu proses penyelidikan.

Sejak itu hingga resmi ditahan pada 21 Januari 2020, ia menjadi tahanan kota, bahkan saat Natal dan Tahun Baru.

Jaconbson
editor Mongabay asal Amerika Serikat Philip Jacobson

Direktur Eksekutif HRWG Muhammad Hafiz mengatakan, dengan dalih mengikuti pertemuan yang dilaksanakan oleh AMAN dan DPRD, HRWG mengecam tindakan ini sebagai pelanggaran hak kebebasan ekspresi dan pers yang dijamin di Indonesia.

"Hal ini juga bertentangan dengan pernyataan pemerintah Indonesia yang selalu menyampaikan bahwa kebebasan pers dijamin, termasuk bagi warga negara asing," kata Hafiz dalam keterangannya, Kamis (23/1).

Baca Juga

Jurnalis Disabilitas 'Jarinya' Putus Saat Liput Kebebasan Ahmad Dhani

Ia mengatakan, kriminalisasi atas aktivitas jurnalisme merupakan pelanggaran HAM serius, karena itu terdapat kode etik pers dan penyelesaian secara non pidana.

Kebebasan pers merupakan elemen penting dalam hak untuk secara bebas menyampaikan pendapat, termasuk di dalamnya untuk menerima informasi. Sebagaimana disebut dalam UU Pers No 40/1999, kemerdekaan pers dijamin sebagai hak asasi.

"Pelanggaran atau pengekangan atas kemerdekaan pers dalam berbagai bentuk, termasuk kriminalisasi atas jurnalis, mengindikasikan Negara yang kembali menunjukkan sifat otoriter dan anti kritiknya," jelas Hafiz.

Untuk itu, dalam ruang demokrasi yang semakin terbuka dan pertukaran informasi internet yang semakin masif, pelarangan pers dan jurnalisme merupakan tindakan yang sia-sia. Apalagi, pemerintah dengan sengaja mengkriminalisasi jurnalis yang secara hukum nasional dan internasional dilindungi.

Baca Juga

Sejumlah Jurnalis Jadi Korban Kekerasan Terkait Berita Kerusuhan Papua

Hafiz mendesak pihak pemerintah Indonesia segera melepaskan Philip dan memberikan semua dokumen keimigrasiannya, serta membebaskannya kembali ke negara asal.

"Penangkapan sewenang-wenang atas aktivitas jurnalisme jelas-jelas bertentangan dengan hak asasi manusia yang dijamin di dalam Konstitusi Indonesia," kata dia. (Knu)

#Kekerasan Jurnalis
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Militer Israel Tangkap Jurnalis Indonesia, Dewan Pers Desak Pemerintah Ambil Jalur Diplomatik
Dewan Pers bergerak cepat menghubungi pimpinan redaksi Republika dan Tempo TV guna memastikan kondisi terkini para jurnalis
Angga Yudha Pratama - Selasa, 19 Mei 2026
Militer Israel Tangkap Jurnalis Indonesia, Dewan Pers Desak Pemerintah Ambil Jalur Diplomatik
Indonesia
Pelaku Pembobolan Mobil Ketua Iwakum di Menteng tak Terekam CCTV, Polisi Lakukan Olah TKP
Pelaku pembobolan mobil Ketua Iwakum tak terekam CCTV. Polisi pun masih menyelidiki kasus tersebut di TKP.
Soffi Amira - Selasa, 04 November 2025
Pelaku Pembobolan Mobil Ketua Iwakum di Menteng tak Terekam CCTV, Polisi Lakukan Olah TKP
Indonesia
Mobil Ketua Iwakum Dibobol saat Parkir di Menteng, ID Pers hingga Uang Tunai Raib
Mobil Ketua Iwakum sekaligus wartawan Kompas.com, dibobol saat parkir di Menteng, Jakarta Pusat.
Soffi Amira - Selasa, 04 November 2025
Mobil Ketua Iwakum Dibobol saat Parkir di Menteng, ID Pers hingga Uang Tunai Raib
Indonesia
Iwakum Tegaskan Uji Materi UU Pers untuk Perkuat Perlindungan Wartawan
Permohonan Iwakum tidak membatasi perlindungan wartawan seperti disebutkan oleh AJI
Angga Yudha Pratama - Rabu, 22 Oktober 2025
Iwakum Tegaskan Uji Materi UU Pers untuk Perkuat Perlindungan Wartawan
Indonesia
Jurnalis Dipaksa Hapus Dokumentasi saat Meliput di Mako Brimob Depok, Iwakum: Ini Tindakan Brutal!
Sekitar 5 hingga 7 orang yang diduga polisi berpakaian sipil langsung mengerubungi Rizki
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 30 Agustus 2025
Jurnalis Dipaksa Hapus Dokumentasi saat Meliput di Mako Brimob Depok, Iwakum: Ini Tindakan Brutal!
Indonesia
Kerja Pers Dibayangi Ancaman, Iwakum Kecam Pemukulan Jurnalis di DPR
Insiden pemukulan ini tidak hanya mencederai seorang jurnalis, tetapi juga melukai hak publik atas informasi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 25 Agustus 2025
Kerja Pers Dibayangi Ancaman, Iwakum Kecam Pemukulan Jurnalis di DPR
Indonesia
Pasal 8 UU Pers Dianggap Biang Kerok Kriminalisasi Wartawan! Iwakum Ajukan Judicial Review Tepat di HUT ke-80 RI
Ketidakjelasan ini membuka celah kriminalisasi dan gugatan perdata terhadap wartawan atas karya jurnalistiknya
Angga Yudha Pratama - Minggu, 17 Agustus 2025
Pasal 8 UU Pers Dianggap Biang Kerok Kriminalisasi Wartawan! Iwakum Ajukan Judicial Review Tepat di HUT ke-80 RI
Indonesia
DPR Minta Kapolri Tindak Tegas Polisi yang Banting Wartawan saat Liput Demo
Pemerintah harus mempunyai perhatian serius terhadap kasus-kasus kekerasan yang terjadi kepada wartawan
Angga Yudha Pratama - Jumat, 02 Mei 2025
DPR Minta Kapolri Tindak Tegas Polisi yang Banting Wartawan saat Liput Demo
Indonesia
Anggota Pengaman Kapolri Minta Maaf Setelah Pukul dan Ancam Jurnalis
Sementara Makna Zaesar sudah menerima permintaan maaf tersebut. Meski demikian, ia mengharapkan tetap ada tindak lanjut secara institusi kepolisian atas insiden tersebut.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 07 April 2025
Anggota Pengaman Kapolri Minta Maaf Setelah Pukul dan Ancam Jurnalis
Indonesia
Buntut Penggeledahan Jurnalis Kompas.com saat Liputan, Iwakum Desak Kapolri Evaluasi Anak Buah
Iwakum desak Kapolri evaluasi anak buahnya, terkait penggeledahan jurnalis Kompas.com.
Soffi Amira - Jumat, 28 Maret 2025
 Buntut Penggeledahan Jurnalis Kompas.com saat Liputan, Iwakum Desak Kapolri Evaluasi Anak Buah
Bagikan