Jurnalis Dipaksa Hapus Dokumentasi saat Meliput di Mako Brimob Depok, Iwakum: Ini Tindakan Brutal!

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Sabtu, 30 Agustus 2025
Jurnalis Dipaksa Hapus Dokumentasi saat Meliput di Mako Brimob Depok, Iwakum: Ini Tindakan Brutal!

Polisi berjaga saat aksi massa di sekitar Gedung DPR, Senin (25/8). (Foto: MerahPutih.com/Didik)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Ikatan Wartawan Hukum (Iwakum) mengecam keras tindakan intimidasi aparat terhadap jurnalis Republika, Rizki Surya, saat meliput di sekitar Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Sabtu (30/8/2025).

Rizki dipaksa untuk menghapus foto dan video dari ponselnya. Bahkan, ponsel Rizki juga dirampas oleh aparat tak berseragam itu untuk memastikan foto dan videonya telah dihapus.

Ketua Umum Iwakum, Irfan Kamil, menegaskan bahwa tindakan aparat tersebut adalah pelanggaran serius terhadap kebebasan pers dan konstitusi.

“Kami mengutuk sekeras-kerasnya! Ini bukan sekadar intimidasi, ini tindakan brutal! Aparat telah melecehkan profesi jurnalis, merampas hak masyarakat atas informasi, sekaligus menodai demokrasi!” kata Kamil dalam keterangan tertulis, Sabtu (30/8).

Baca juga:

Oknum Polisi Rentan Lakukan Kekerasan, Mabes Polri Perintahkan Anggotanya Lindungi Kerja Jurnalis di Lapangan

Kamil menegaskan, Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers telah menjamin perlindungan hukum bagi jurnalis.

Dia bilang, jika aparat tetap bertindak represif artinya mereka secara terang-terangan melawan undang-undang tersebut.

“Tindak tegas aparat yang arogan! Ingat, kekerasan terhadap jurnalis adalah musuh kebebasan pers, musuh konstitusi, dan musuh bangsa!” ujarnya.

Sekretaris Jenderal Iwakum, Ponco Sulaksono menambahkan bahwa perilaku aparat yang mengintimidasi Rizki sebagai bentuk arogansi kekuasaan dan pelanggaran terhadap prinsip negara hukum.

“Apa yang mereka lakukan adalah pelecehan terang-terangan terhadap profesi wartawan, penghinaan terhadap hukum, dan bentuk pembungkaman informasi!” kata Ponco.

Menurut Ponco, insiden ini sangat memalukan karena terjadi di hadapan publik. Apalagi di tengah situasi yang justru membutuhkan keterbukaan informasi.

“Bayangkan, seorang jurnalis yang bekerja sesuai aturan malah diperlakukan seperti kriminal. Direbut HP-nya, dipaksa hapus dokumentasi, bahkan identitasnya dipotret seenaknya! Ini perilaku barbar! Demokrasi kita mundur jika aparat bisa sewenang-wenang seperti itu,” tegasnya.

Rizki menjelaskan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 09.00 WIB, saat ia tiba di sekitar Mako Brimob untuk mengambil gambar pengamanan. Rizki sempat merekam video dari area ruko dekat pintu masuk. Seorang fotografer yang lebih dulu memotret sempat ditegur aparat. Tak berselang lama Rizki pun didatangi.

Baca juga:

Kerja Pers Dibayangi Ancaman, Iwakum Kecam Pemukulan Jurnalis di DPR

Sekitar 5 hingga 7 orang yang diduga polisi berpakaian sipil langsung mengerubungi Rizki. Mereka memaksa Rizki menghapus foto dan video, bahkan berusaha merebut ponselnya.

“Mereka coba rebut HP saya. Karena takut dibanting atau dirampas, saya akhirnya hapus foto dan video itu di depan mereka,” kata Rizki.

Meski begitu, aparat tetap merampas ponselnya, membuka galeri pribadi tanpa izin, hingga memotret kartu identitas dan ID pers. Rizki juga diminta tidak melakukan siaran langsung, meski saat itu paket datanya belum aktif.

“Saya ditanya dari media mana, diminta jangan live. Posisi saya sendirian, sementara mereka 5 sampai 7 orang. Saya benar-benar terintimidasi!” ujar Rizki. (Pon)

#Jurnalis #Kekerasan Jurnalis #Pemukulan Jurnalis #Ikatan Wartawan Hukum #Ikatan Wartawan Hukum (Iwakum)
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
BMKG Ungkap Arus di Mengarah ke Barat sejak 10 September, Membawa Jenazah ABK Rombongan Jurnalis Gunung Anak Krakatau Jauh ke Bengkulu
Arus di sekitar perairan Selat Sunda barat Pandeglang mengarah ke barat.
Dwi Astarini - Kamis, 24 September 2026
BMKG Ungkap Arus di Mengarah ke Barat sejak 10 September, Membawa Jenazah ABK Rombongan Jurnalis Gunung Anak Krakatau Jauh ke Bengkulu
Indonesia
Jenazah ABK Kapal Ditumpangi Jurnalis Hilang di Selat Sunda Dijemput Bupati di Bandara Soekarno Hatta
Jenazah langsung dibawa ke kediaman almarhum di Kampung Pagedongan, Desa Sukajadi, Kecamatan Carita, Pandeglang.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 24 September 2026
Jenazah ABK Kapal Ditumpangi Jurnalis Hilang di Selat Sunda Dijemput Bupati di Bandara Soekarno Hatta
Indonesia
Jasad ABK Arupadhatu I Ditemukan, PFI Desak Basarnas Buka kembali Operasi SAR Pencarian Jurnalis di Selat Sunda
Hasil uji DNA memastikan jasad tersebut merupakan Surakman, 60, salah seorang awak kapal Arupadhatu I yang mengangkut lima jurnalis foto dan tiga kru kapal.
Dwi Astarini - Rabu, 23 September 2026
Jasad ABK Arupadhatu I Ditemukan, PFI Desak Basarnas Buka kembali Operasi SAR Pencarian Jurnalis di Selat Sunda
Indonesia
Kru Kapal Jurnalis Hilang Ditemukan di Enggano, Jenazah Diberangkatkan ke Banten Pakai Pesawat
Berdasarkan hasil pemeriksaan DNA operasi DVI Pusdokkes Polri terhadap jenazah yang ditemukan di Pulau Enggano, secara genetik dengan kode PM/62/P.Enggano/01, teridentifikasi sebagai Sukarman,
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 23 September 2026
Kru Kapal Jurnalis Hilang Ditemukan di Enggano, Jenazah Diberangkatkan ke Banten Pakai Pesawat
Indonesia
Dewan Pers Soroti Keselamatan Jurnalis, Perusahaan Pers Diminta tak Abaikan Risiko Peliputan
Aspek keselamatan perlu jadi bagian penting dalam setiap perencanaan peliputan, terutama ketika wartawan harus bekerja di lokasi yang memiliki potensi bahaya.
Dwi Astarini - Selasa, 22 September 2026
Dewan Pers Soroti Keselamatan Jurnalis, Perusahaan Pers Diminta tak Abaikan Risiko Peliputan
Berita Foto
Dewan Pers Gelar Doa Bersama untuk Lima Jurnalis Hilang Kontak di Perairan Selat Sunda
Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat menyampaikan refleksi saat doa bersama dan aksi solidaritas di Hall Dewan Pers, Jakarta, Senin (21/9/2026).
Didik Setiawan - Senin, 21 September 2026
Dewan Pers Gelar Doa Bersama untuk Lima Jurnalis Hilang Kontak di Perairan Selat Sunda
Berita Foto
Doa Bersama untuk Lima Jurnalis dan Tiga Kru Kapal yang Hilang di Selat Sunda
Jurnalis menggelar doa bersama untuk lima jurnalis dan tiga kru kapal yang hilang kontak di Senayan, Jakarta, Jumat (18/9/2026).
Didik Setiawan - Jumat, 18 September 2026
Doa Bersama untuk Lima Jurnalis dan Tiga Kru Kapal yang Hilang di Selat Sunda
Berita Foto
Tabur Bunga untuk Jurnalis dan Awak Kapal yang Hilang Kontak di Selat Sunda
Keluarga melakukan tabur bunga diatas kapal KN SAR 247 Tetuka di Perairan Selat Sunda, Banten, Jumat (18/9/2026).
Didik Setiawan - Jumat, 18 September 2026
Tabur Bunga untuk Jurnalis dan Awak Kapal yang Hilang Kontak di Selat Sunda
Indonesia
Setelah 10 Hari, Operasi Pencarian Jurnalis Hilang Dihentikan
Sepanjang operasi digelar, tim SAR gabungan secara umum tidak menemukan tanda-tanda keberadaan korban maupun awak kapal di seluruh sektor penyisiran.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 17 September 2026
Setelah 10 Hari, Operasi Pencarian Jurnalis Hilang Dihentikan
Indonesia
Hari Ke-9 Pencarian Jurnalis Hilang di Gunung Anak Krakatau, Tim SAR Kerahkan 22 Kapal
Pada hari kesembilan ini, pencarian difokuskan di sebelah tenggara Gunung Anak Krakatau.
Dwi Astarini - Rabu, 16 September 2026
Hari Ke-9 Pencarian Jurnalis Hilang di Gunung Anak Krakatau, Tim SAR Kerahkan 22 Kapal
Bagikan