Tanda-Tanda Kolesterol Selain di Bagian Tengkuk

Andreas PranataltaAndreas Pranatalta - Senin, 09 Mei 2022
Tanda-Tanda Kolesterol Selain di Bagian Tengkuk

Kurangi makanan tinggi lemak agar tidak mengalami kolesterol. (Foto: Unsplash/Klara Kulikova)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

KAMU pasti punya teman atau bahkan dirimu sendiri, ketika mengalami kolesterol kerap memegang tengkuk. Sebenarnya, ada bagian atau tanda-tanda lain di tubuh yang menjadi gejala kolesterol.

Kadar kolesterol yang tinggi dapat menyebabkan munculnya penyakit berbahaya seperti stroke, serangan jantung, dan penyakit arteri perifer (PAD). Sebenarnya, kolesterol tidak selamanya buruk bagi tubuh karena sejatinya tubuh memerlukan zat tersebut untuk mendukung proses metabolisme, membangun sel-sel baru, dan membentuk hormon.

Hanya saja, gaya hidup yang tidak sehat dan konsumsi berlebihan menjadi faktor utama penyebab meningkatnya kolesterol dalam darah. Nyeri di bagian tengkuk biasanya dikaitkan dengan penumpukan plak di pembuluh darah pada area leher. Penumpukan ini dapat menghalangi aliran darah yang ada di leher dan menuju ke otak.

Baca juga:

Damai Ajalah, Kendalikan Kolesterol Demi Kelancaran Puasa

Tanda-Tanda Kolesterol Selain di Bagian Tengkuk
Olahraga secara rutin agar menjadi lebih sehat. (Foto: Unsplash/Chander R)


Selain nyeri di bagian tengkuk, tanda kolesterol lainnya adalah mudah merasa lelah dan nyeri di kaki. Plak di pembuluh darah yang muncul dapat menyebabkan berkurangnya aliran darah ke jaringan tubuh. Hal inilah yang akhirnya membuat seseorang menjadi lebih mudah merasa lelah. Selain itu, jika penumpukan plak ini terjadi pada pembuluh darah di kaki, maka area kaki dapat terasa berat dan nyeri.

Penumpukan plak tadi juga bisa terjadi di pembuluh darah jantung. Akibatnya bisa mengganggu bahkan menghambat aliran darah menuju jantung. Salah satu keluhan yang kerap muncul adalah nyeri di bagian dada. Jika tidak dikurangi asupannya, maka menyebabkan terjadinya serangan jantung.

Baca juga:

Lezat, Makanan Ini Ternyata Mengandung Kolesterol Jahat

Tanda-Tanda Kolesterol Selain di Bagian Tengkuk
Berhenti merokok secara perlahan. (Foto: Unsplash/Andres Siimon)

Agar terhindar dari berbagai dampak kolesterol tinggi, kamu dianjurkan untuk mengatur pola makan menjadi lebih sehat. Mulailah dengan mengurangi jumlah konsumsi lemak jenuh dan lemak trans, yang banyak terkandung pada makanan cepat saji. Sebagai gantinya, pilih makanan yang rendah lemak atau mengandung lemak sehat, seperti ikan, dada ayam rebus atau panggang, susu rendah lemak, dan sayuran hijau.

Buat kamu yang merokok, sebaiknya perlahan coba untuk berhenti dari kebiasaan buruk tersebut. Kebiasaan merokok dapat meningkatkan risiko terbentuknya plak kolesterol di pembuluh darah.

Coba juga mulai dengan kebiasaan olahraga secara rutin, seperti jogging, latihan angkat beban, kardio, atau high intensity interval training (HIIT). (and)

Baca juga:

Mengapa Daging Kambing Sering Dikaitkan dengan Kolesterol?

#Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Andreas Pranatalta

Stop rushing things and take a moment to appreciate how far you've come.
Show More

Berita Terkait

Lifestyle
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Dokter Citra Poerwa menjelaskan kaitan stres finansial dengan kesehatan mental dan fisik serta pentingnya skala prioritas bagi sandwich generation.
Soffi Amira - Minggu, 25 Oktober 2026
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Bagikan