Kesehatan

Lezat, Makanan Ini Ternyata Mengandung Kolesterol Jahat

Andreas PranataltaAndreas Pranatalta - Sabtu, 07 Mei 2022
Lezat, Makanan Ini Ternyata Mengandung Kolesterol Jahat

Di setiap 100 gram daging lobster terkandung sekitar 145 miligram kolesterol. (Foto: Unsplash/Katie Musial)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MAKANAN yang sering kita konsumsi terkadang mengandung kadar kolesterol yang tinggi dan berbahaya bagi tubuh jika terus dibiarkan. Memang sih rasanya lezat, ada baiknya segera batasi mengonsumsi makanan-makanan tinggi kolesterol berikut ini.

Secara umum, ada dua jenis kolesterol yakni kolesterol jahat (low density lipoprotein atau LDL) dan kolesterol baik (high-density lipoprotein atau HDL). Kolesterol LDL disebut jahat karena ketika kadarnya terlalu tinggi bisa menyebabkan pembentukan plak yang menyumbat di dinding pembuluh darah. Sementara itu, kadar HDL atau kolesterol baik yang tinggi justru bagus untuk kesehatan karena bisa membantu mengurangi kadar kolesterol jahat.

Baca juga:

Damai Ajalah, Kendalikan Kolesterol Demi Kelancaran Puasa

Lezat, Makanan Ini Ternyata Mengandung Kolesterol Jahat
Gorengan mudah ditemui di pinggir jalan dan harganya murah. (Foto: Unsplash/Parmanand Jagnandan)

Dikutop dari laman Alodokter, steak iga termasuk makanan yang memiliki banyak kolesterol. Dalam satu porsinya, terkandung sekitar 11 gram lemak, dan sebagian besar jenis lemak ini adalah lemak jenuh dan kolesterol jahat. Sebagai gantinya, kamu bisa memilih steak dengan potongan daging bagian lain yang kandungan lemaknya lebih rendah.

Selain iga sapi, lobster juga salah satu makanan yang mengandung banyak kolesterol. Di setiap 100 gram daging lobster terkandung sekitar 145 miligram kolesterol. Jumlah ini sudah mencapai sekitar 70 persen dari batas jumlah asupan kolesterol harian yang direkomendasikan. Kandungan kolesterol jahat bahkan bisa lebih tinggi, jika lobster disajikan dengan saus mayones atau dengan makanan lain yang digoreng.

Tidak kalah lezat adalah jeroan. Meski tinggi protein serta vitamin dan mineral, makanan ini juga mengandung kolesterol jahat yang cukup tinggi. Beberapa jenis jeroan atau organ dalam hewan yang mengandung kolesterol tinggi antara lain jantung, usus, hati, dan otak.

Baca juga:

Tips Mudah dan Cepat Menurunkan Kolesterol Tinggi

Lezat, Makanan Ini Ternyata Mengandung Kolesterol Jahat
Steak memiliki kolesterol yang tinggi. (Foto: Unsplash/Loija Nguyen)

Mengutip laman Alodokter, ada beberapa macam makanan yang identik dengan kolesterol jahat, salah satunya gorengan. Gorengan menjadi makanan yang sering kita temui di pinggir jalan, rasanya enak, dan harganya murah. Namun, kamu harus berhati-hati saat mengonsumsi makanan ini karena cenderung tinggi kalori dan banyak mengandung lemak jenuh dan lemak trans.

Makanan yang digoreng juga biasanya kurang sehat karena nilai gizinya sudah berkurang. Ini karena suhu tinggi dalam proses menggoreng dapat mengurangi jumlah nutrisi dalam makanan. Agar lebih sehat, kamu perlu membatasi jumlah gorengan yang dikonsumsi.

Selain gorengan, makanan cepat saji seperti pizza, hamburger, ayam goreng, dan hotdog juga dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat dan menurunkan kadar kolesterol baik. Konsumsi makanan cepat saji sesekali mungkin masih aman. Tapi jika terlalu sering atau terlalu banyak, justru sebaliknya. Pola makan yang tidak sehat ini dapat meningkatkan risiko terkena diabetes, penyakit jantung, dan tekanan darah tinggi. (and)

Baca juga:

Mengapa Daging Kambing Sering Dikaitkan dengan Kolesterol?

#Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Andreas Pranatalta

Stop rushing things and take a moment to appreciate how far you've come.
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Bagikan