Tak Punya Partai, Duet Anies-RK Dinilai Sulit Menang di Pilpres 2024

Andika PratamaAndika Pratama - Jumat, 25 Februari 2022
Tak Punya Partai, Duet Anies-RK Dinilai Sulit Menang di Pilpres 2024

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan saat mengunjungi Kelenteng Hian Thian Siang Tee Bio di Jalan Palmerah Selatan, Gelora, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (1/2). Foto: MP/Dickie

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil semakin terlihat 'mesra'. Kedekatan keduanya disinyalir demi kepentingan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

Kemesraan Anies dan RK ditanggapi oleh Direktur Eksekutif Indonesia Politican Review (IPR), Ujang Komarudin. Ia menilai duet Anies-RK sulit menang di Pilpres 2024 karena hingga kini keduanya tidak memiliki partai sebagai kendaraan politik.

Baca Juga

Pengamat Anggap Kemesraan Anies-RK untuk Cari Perhatian Jelang Pilpres

"Selama tak masuk partai dan tak punya partai. Berduet itu sulit," ujar Ujang saat dikonfirmasi awak media, Jumat (25/2).

Pengamat politik dari Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) ini, tak memungkiri jika pasangan Anies-Ridwan Kamil bisa ikut dalam Pilpres 2024. Tetapi, peluangnya cukup berat untuk berhasil menduduki kursi orang nomor 1 dan 2 di Indonesia.

"Karena kedua-keduanya bukan kader partai," paparnya.

Ia juga menilai, bahwa partai politik tak akan mau dukung dan usung Anies-RK. Pasalnya, parpol akan mendorong ketua umum atau kader partai lain.

"Karena PT (Presidential Threshold) 20 persen itu partai yang kuasa," tegasnya.

Baca Juga

Mesra Anies-RK Makan Bubur Diaduk Biar Rasa Merata

Seperti diketahui, Anies dan Kang Emil kerap memperlihatkan kedekatannya dalam beberapan pekan terakhir.

Mereka sempat adu tendangan penalti di Jakarta International Stadium (JIS), Jakarta Utara.

Teranyar pada Kamis (24/2), Anies dan Emil mengunggah kebersamaannya ketika makan bubur ayam di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung. (Asp)

Baca Juga

Saat Ganjar Iringi Ridwan Kamil dan Anies Ketika Jadi Satu Tim Makan Bubur Diaduk

#Anies Baswedan #Ridwan Kamil #Pilpres #Pemilu #Partai Politik
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Parliamentary Threshold Naik, Proses Regenerasi Kader Politik Bakal Terpengaruh
peningkatan ambang batas juga dinilai bakal memberi tantangan berat bagi partai politik yang meraih suara di kisaran 1 - 3 perse
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 30 September 2026
Parliamentary Threshold Naik, Proses Regenerasi Kader Politik Bakal Terpengaruh
Indonesia
Jokowi Buka Alasan Pamerkan KTA PSI, Singgung Momentum dalam Politik
Padahal, mantan Wali Kota Solo ini telah resmi login PSI pada 14 Oktober 2025.
Dwi Astarini - Senin, 28 September 2026
Jokowi Buka Alasan Pamerkan KTA PSI, Singgung Momentum dalam Politik
Indonesia
Cerita Jokowi Kantongi Nomor Anggota PSI dan Jadi Pengurus Tertinggi
Jokowi mengatakan bergabungnya ke PSI sudah dari 14 Oktober 2025. Ia membuka hal tersebut lantaran masih banyak pihak yang mempertanyakan posisinya.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 27 September 2026
Cerita Jokowi Kantongi Nomor Anggota PSI dan Jadi Pengurus Tertinggi
Indonesia
Legislator Golkar Komentari Usul Dapil Nasional: Menarik, tapi jangan Bikin Bingung
Sistem tersebut menarik karena partai politik memiliki peran dalam menentukan calon yang memperoleh mandat rakyat.
Dwi Astarini - Rabu, 23 September 2026
Legislator Golkar Komentari Usul Dapil Nasional: Menarik, tapi jangan Bikin Bingung
Indonesia
Punya 2 Juta Suara Terbuang, Demokrat Usul Dapil Nasional
Pembahasan mengenai mekanisme tersebut, masih terus dilakukan id antara partai politik sebagai bagian dari penyusunan revisi Undang-Undang Pemilu.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 23 September 2026
Punya 2 Juta Suara Terbuang, Demokrat Usul Dapil Nasional
Indonesia
Puan Pastikan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Pilpres Masih Wacana
Wacana-wacana itu masih merupakan perbincangan di antara partai politik dan belum masuk tahapan pembahasan di DPR RI.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 22 September 2026
Puan Pastikan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Pilpres Masih Wacana
Indonesia
PDIP Tunggu Naskah Akademik Capres-Cawapres Harus Diusung 2 Fraksi DPR
Deddy meminta pembahasan mengenai mekanisme tersebut dilakukan setelah dokumen resmi revisi UU Pemilu tersedia.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
PDIP Tunggu Naskah Akademik Capres-Cawapres Harus Diusung 2 Fraksi DPR
Indonesia
PDIP Buka Opsi Parliamentary Threshold 5-7 Persen untuk Efektivitas Kerja Parlemen
Penaikan PT diperlukan untuk mendorong efektivitas kerja parlemen.
Dwi Astarini - Minggu, 20 September 2026
PDIP Buka Opsi Parliamentary Threshold 5-7 Persen untuk Efektivitas Kerja Parlemen
Indonesia
Demokrat Usul Dapil Nasional di Tengah Wacana Parliamentary Threshold 7 Persen
Demokrat lebih menyoroti potensi banyaknya suara rakyat yang hangus akibat penerapan PT.
Dwi Astarini - Minggu, 20 September 2026
Demokrat Usul Dapil Nasional di Tengah Wacana Parliamentary Threshold 7 Persen
Indonesia
Dipuji Prabowo Sebagai Gubernur Terbaik Walau Beda Partai, Pramono: Biar Publik Menilai
Pengakuan itu harus menjadi motivasi bagi partai politik lainnya untuk melahirkan kader yang bisa bekerja untuk rakyatnya.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 17 September 2026
Dipuji Prabowo Sebagai Gubernur Terbaik Walau Beda Partai, Pramono: Biar Publik Menilai
Bagikan