Pengamat Anggap Kemesraan Anies-RK untuk Cari Perhatian Jelang Pilpres

Zulfikar SyZulfikar Sy - Jumat, 25 Februari 2022
Pengamat Anggap Kemesraan Anies-RK untuk Cari Perhatian Jelang Pilpres

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan Pintu Air Manggarai, Jakarta Pusat, Selasa (25/2) sore. (Foto: MP/Asropih)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Kemesraan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (RK) beberapa waktu terakhir ini menjadi perbincangan luas di masyarakat.

Belum lama ini, keduanya melewati momen bersama main sepak bola dengan adu pinalti di Jakarta Internasional Stadion (JIS), Jakarta Utara. Teranyar pada Kamis (24/2) malam, kedua pimpinan daerah itu kembali mengumbar mesra ketika makan bubur ayam di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung.

Direktur Eksekutif Indonesia Politican Review (IPR) Ujang Komarudin mengatakan, momen kebersamaan ini dimanfaatkan oleh keduanya agar dibicarakan publik menjelang kontestasi politik Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 mendatang.

Baca Juga:

Partai Nonparlemen Wacanakan Bangun Koalisi Pilpres dan Gugat UU Pemilu

"Paling tidak jika selalu berdua, jika sering bersama, maka pemberitaan itu akan terjaga. Dan ber-tone positif," kata Ujang ketika dikonfirmasi awak media, Jumat (25/2).

Pengamat politik dari Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) ini juga mengungkapkan, pertemuan mereka yang intens ini merupakan hal yang wajar dalam perpolitikan Indonesia.

"Keduanya juga sama-sama menjaga momentum. Menjaga keakraban untuk mendapat pemberitaan," sambungnya.

Baca Juga:

Penundaan Pemilu Rencana Politikus Naikkan Elektabilitas di Pilpres

Menurut dia, kemesraan ini terus dipertontonkan karena keduanya memiliki kesamaan nasib. Sama-sama ingin mencalonkan menjadi presiden, sama-sama memiliki elektabilitas tinggi, namun tidak mempunyai partai.

"Artinya jika elektabilitasnya tinggi pun, kalau partai tak mau usung dan dukung ya gak bisa bertanding di Pilpres," paparnya.

Ia juga menilai, pertemuannya itu sebagai salah satu cara untuk menarik perhatian dan simpati masyarakat untuk bisa maju dalam Pilpres.

"Buktinya kemesraan itu mengundang pemberitaan," pungkasnya. (Asp)

Baca Juga:

Prabowo, Ganjar dan Anies Dominasi Elektabilitas Survei Pilpres

#Anies Baswedan #Ridwan Kamil #Pilpres #Pemilu
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Tahan Tersangka Dugaan Korupsi Bank BJB, KPK Buka Peluang Kembali Periksa Ridwan Kamil
Taufik menjelaskan peluang tersebut terbuka, terutama untuk melengkapi berkas perkara para tersangka yang sudah ditahan KPK.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 11 Agustus 2026
Tahan Tersangka Dugaan Korupsi Bank BJB, KPK Buka Peluang Kembali Periksa Ridwan Kamil
Indonesia
Kaesang Pangarep Resmi Masuk 'Kandang Banteng' Pada Pemilu 2029, Siap Bersaing dengan Puan Maharani
Bahkan kawasan kerap mendapatkan julukan sebagai daerah pemilihan terketat mengingat keberadaan sejumlah figur politisi berbobot tinggi
Angga Yudha Pratama - Senin, 27 Juli 2026
Kaesang Pangarep Resmi Masuk 'Kandang Banteng' Pada Pemilu 2029, Siap Bersaing dengan Puan Maharani
Indonesia
DPR Ngaku Mulai Berkeliling Serap Aspirasi RUU Pemilu Saat Masa Reses
Ada empat pilar utama yang mendesak dimasukkan dalam revisi Undang-Undang Pemilu yang saat ini sedang dilakukan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 21 Juli 2026
DPR Ngaku Mulai Berkeliling Serap Aspirasi RUU Pemilu Saat Masa Reses
Indonesia
DPR Dinilai Kurang Greget Bahas Revisi UU Pemilu, Idealnya Rampung di Tahun Ini
Secara ideal, RUU Pemilu seharusnya bisa dituntaskan pada tahun 2026 sehingga pada tahun 2027 cukup waktu untuk menyosialisasikan
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 05 Juli 2026
DPR Dinilai Kurang Greget Bahas Revisi UU Pemilu, Idealnya Rampung di Tahun Ini
Indonesia
Media Perkuat Pengawasan Etik Penyelenggara Pemilu
Sejak awal berdiri, DKPP memang menghadapi tantangan untuk memperkenalkan keberadaannya kepada masyarakat.
Dwi Astarini - Kamis, 02 Juli 2026
Media Perkuat Pengawasan Etik Penyelenggara Pemilu
Indonesia
DKPP Nilai Media Berperan Penting Menyampaikan Putusan Etik kepada Publik
Media memiliki peran penting dalam membangun transparansi sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap proses penegakan kode etik penyelenggara pemilu.
Dwi Astarini - Kamis, 02 Juli 2026
DKPP Nilai Media Berperan Penting Menyampaikan Putusan Etik kepada Publik
Indonesia
Gerindra soal Safari Politik Jokowi: Kami Fokus Kawal Pemerintahan Prabowo
Gerindra menegaskan, bahwa pihaknya belum membahas Pilpres. Mereka masih fokus menyukseskan program Presiden RI, Prabowo Subianto.
Soffi Amira - Rabu, 01 Juli 2026
Gerindra soal Safari Politik Jokowi: Kami Fokus Kawal Pemerintahan Prabowo
Indonesia
Ada Skenario Capres-Cawapres Harus Diusung 3 Partai di RUU Pemilu, Gerindra Membantah
Wacana tersebut memicu perdebatan karena sebelumnya Mahkamah Konstitusi telah memutuskan penghapusan ambang batas pencalonan presiden atau presidential threshold
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 01 Juli 2026
Ada Skenario Capres-Cawapres Harus Diusung 3 Partai di RUU Pemilu, Gerindra Membantah
Indonesia
Komisi II DPR: RUU Pemilu belum Masuk Panja, masih Himpun Masukan Partai Nonparlemen
Berdasarkan arahan pimpinan DPR, Komisi II juga akan menggelar pertemuan dengan partai-partai nonparlemen.
Dwi Astarini - Senin, 29 Juni 2026
Komisi II DPR: RUU Pemilu belum Masuk Panja, masih Himpun Masukan Partai Nonparlemen
Indonesia
Putusan MK soal Kuota Perempuan, Jangan Hanya Sekadar Syarat Administratif
Partai harus melakukan kaderisasi politik perempuan yang serius dan berkelanjutan
Frengky Aruan - Kamis, 28 Mei 2026
Putusan MK soal Kuota Perempuan, Jangan Hanya Sekadar Syarat Administratif
Bagikan