Tak Ingin Siswa Meninggal Seperti di NTT, Ini Yang Bakal Dilakukan Wali Kota Solo

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Minggu, 08 Februari 2026
Tak Ingin Siswa Meninggal Seperti di NTT, Ini Yang Bakal Dilakukan Wali Kota Solo

Tulisan tangan siswa SD di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) dilaporkan meninggal dunia diduga akibat bunuh diri. (Foto: Polres Ngada)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Kematian seorangb siswa di Nusa Tenggara Timur, karena tidak mempunyai peralatan sekolah, menjadi ke prihatinan bersama dan menampar wajah pendidikan Indonesia.

Wali Kota Solo, Respati Ardi memastikan menjamin kebutuhan hidup bagi anak yatim dan kaum dhuafa di Kota Bengawan.

Dia pun tak ingin kasus di NTT yang menjadi sorotan terulang. Menurutnya, lansia, penyandang disabilitas, janda miskin dan masyarakat berpenghasilan rendah harus mendapatkan perhatian lebih.

Ia meminta kepada pemangku wilayah yakni Lurah dan Camat untuk segera memperbarui pendataan warga agar bantuan-bantuan dari pemerintah seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Langsung Tunai (BLT) bisa tersalurkan dengan tepat.

Baca juga:

Temui Dubes Belanda, Wali Kota Solo Minta Artefak Museum Radya Pustaka Dikembalikan

“Karena hari ini banyak kita lihat beberapa warga yang kehidupannya perlu kita bantu memikirkannya. Ini supaya masyarakat yang membutuhkan bisa berdaya dan bisa berkarya dan bermanfaat untuk warga sekitarnya,” kata Respati, Minggu (8/2).

Ia mengapresiasi program-program dari Kelurahan Joglo seperti Sedekah Joglo Peduli (Sejoli), Makan Siang Gratis Ojek Online (Mas Ojol) dan Sarapan Pagi Gratis Jompo, Anak Yatim dan Dhuafa. (Sapa Janda).

Ia berharap, program-program ini bisa dicontoh oleh wilayah lain khususnya di Kota Solo. Ke depan, ia juga akan terus memperkuat program pemberdayaan bagi lansia dan masyarakat kurang mampu agar lebih sejahtera.

“Tentu ini memerlukan sinergi yang kuat dengan pemangku wilayah. Camat dan Lurah yang menjadi garda terdepan harus bisa mengayomi warganya. Dan Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta akan terus berupaya agar masyarakat yang membutuhkan bisa terbantu,” tuturnya.

Lurah Joglo, Agus Riyadi memastikan akan memperkuat intervensi bagi warga yang kurang mampu. Pihaknya juga akan merangkul tokoh-tokoh wilayah dan masyarakat untuk mencari tahu mana saja warga yang memerlukan bantuan dari pemerintah.

“Terkait warga yang kurang mampu akan kita koordinasikan dengan pak RT RW melalui Songolasan yang disana ada paket masalah seperti apa nanti solusi seperti apa. Dan ada estafet data kita sudah koordinasikan. Jadi program seperti ini yang Sapa Janda, Sejoli, Mas Onol itu nanti tetap akan kita jalankan dan mungkin nanti terkait CSR lebih akan masifkan,” tandasnya. (Ismail/Jawa Tengah).

#Wali Kota #Siswa #Solo
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Jelang Hari Raya Waisak, Bhikkhu Thudong yang Jalan Kaki ke Borobudur Mampir di Vihara Dhamma Sundara, Solo
Sebelumnya Bhikkhu Thudong mulai berjalan kaki dari Bali menuju Candi Borobudur di Magelang, Jawa Tengah untuk memperingati puncak Hari Raya Waisak.
Dwi Astarini - Jumat, 22 Mei 2026
Jelang Hari Raya Waisak, Bhikkhu Thudong yang Jalan Kaki ke Borobudur Mampir di Vihara Dhamma Sundara, Solo
Indonesia
Ratusan Pengemudi Ojol Ngadu ke DPRD Solo, Keluhkan Tingginya Potongan Aplikator
Para pekerja transportasi daring saat ini berada dalam posisi dilematis yang serbatidak pasti.
Dwi Astarini - Kamis, 21 Mei 2026
Ratusan Pengemudi Ojol Ngadu ke DPRD Solo, Keluhkan Tingginya Potongan Aplikator
Indonesia
Suporter Nyalakan Flare, Manajemen Persis Solo Pasrah Jika Kena Sanksi Ratusan Juta
Tercatat, sebanyak 8 orang suporter terpaksa harus mendapatkan perawatan medis dari petugas P3K di lokasi karena mengalami sesak napas dan kepanikan.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 18 Mei 2026
Suporter Nyalakan Flare, Manajemen Persis Solo Pasrah Jika Kena Sanksi Ratusan Juta
Olahraga
Puluhan Suporter Persis Diamankan Usai Pesta Flare di Stadion Manahan
: Polresta Surakarta amankan 33 suporter Persis Solo karena membawa flare, smoke, petasan, dan miras saat laga kontra Dewa United di Stadion Manahan.
Wisnu Cipto - Minggu, 17 Mei 2026
 Puluhan Suporter Persis Diamankan Usai Pesta Flare di Stadion Manahan
Indonesia
Pemkot Solo Mau Revitalisasi Taman Sriwedari, Ahli Waris: Jangan Gegabah Bangun di Lahan Sengketa
Revitalisasi Taman Sriwedari kini menuai polemik. Ahli waris memperingatkan Pemprov Solo agar tidak mengganggu lahan sengketa.
Soffi Amira - Selasa, 12 Mei 2026
Pemkot Solo Mau Revitalisasi Taman Sriwedari, Ahli Waris: Jangan Gegabah Bangun di Lahan Sengketa
Indonesia
Pemkot Minta Bantuan China Kelola Sampah
Xi'an China adalah kota sejarah dan budaya seperti halnya di Solo yang juga memiliki banyak jejak peninggalan.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 09 Mei 2026
Pemkot Minta Bantuan China Kelola Sampah
Indonesia
Dana Hibah Pemkot Solo Dikorupsi, Walkot Ubah Skema Penyaluran Jadi Non Tunai
“Kita perbaiki tata kelola keuangan dana hibah. Ini dilakukan agar tidak terjadi penyelewengan ataupun praktik korupsi," katanya.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 07 Mei 2026
Dana Hibah Pemkot Solo Dikorupsi, Walkot Ubah Skema Penyaluran Jadi Non Tunai
Indonesia
Pemkot Solo Gandeng Kejagung Revitalisasi Sriwedari, Siapkan Anggaran Rp 200 Miliar
Pemkot Solo menggandeng Kejagung untuk merevitalisasi Sriwedari. Anggarannya ditaksir mencapai Rp 200 miliar.
Soffi Amira - Kamis, 07 Mei 2026
Pemkot Solo Gandeng Kejagung Revitalisasi Sriwedari, Siapkan Anggaran Rp 200 Miliar
Indonesia
31 Jemaah Calon Haji Embarkasi Solo Dirawat di Arab Saudi, Kelelahan dan Pengaruh Cuaca
Mereka dirawat karena adaptasi dengan cuaca, lelah, dan riwayat sakit pribadi. Sebelumnya ada 24 orang dirawat.
Dwi Astarini - Kamis, 07 Mei 2026
31 Jemaah Calon Haji Embarkasi Solo Dirawat di Arab Saudi, Kelelahan dan Pengaruh Cuaca
Indonesia
Dana Ratusan Juta DAU Bocor, Libatkan 10 Kelurahan di Solo
Temuan kebocoran dana DAU ini berasal dari proses pengadaan barang dan jasa di tingkat kelurahan.
Wisnu Cipto - Rabu, 06 Mei 2026
Dana Ratusan Juta DAU Bocor, Libatkan 10 Kelurahan di Solo
Bagikan