Tak Didengar Anies, Orang Tua Siswa Malah Demo di Depan Kantor Jokowi

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Jumat, 03 Juli 2020
Tak Didengar Anies, Orang Tua Siswa Malah Demo di Depan Kantor Jokowi

Sejumlah orang tua murid mengatasnamakan Forum relawan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggelar aksi unjuk rasa di depan taman pandang Istana, Jumat (3/7) (MP/Asropih)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Sejumlah orang tua murid mengatasnamakan Forum relawan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggelar aksi unjuk rasa di depan taman pandang Istana, Jumat (3/7). Mereka kecewa dengan seleksi PPDB DKI ajaran 2020-2021 yang memprioritaskan umur.

Mereka pun mendesak agar Dinas Pendidikan (Disdik) DKI untuk segera membatalkan PPDB DKI lantaran telah melanggar peraturan. Aturan yang dimaksud adalah peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) nomor 44 tahun 2019.

"Batalkan PPDB, Batalkan PPDB," teriak para orang tua murid di depan taman pandang Istana, Jumat (3/7).

Baca Juga:

Arist Merdeka Sirait Minta PPDB DKI Dibatalkan

Tak dengan tangan kosong, para orang tua murid yang didominasi oleh kaum ibu-ibu itu datang dengan membawa atribut berupa spanduk bertulis penolakan terhadap PPDB. Bahkan dari meraka ada yang memegang bendera kuning sebagai lambang kematian atas dunia Pendidikan.

Sejumlah orang tua murid mengatasnamakan Forum relawan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggelar aksi unjuk rasa di depan taman pandang Istana, Jumat (3/7) (MP/Asropih)

Koordinator lapangan aksi, Rudi berharap dengan melakukan aksi di depan kantor Jokowi, aspirasi para orang tua bisa diterima oleh Presiden Joko Widodo.

"Kita berharap Presiden Jokowi mau menampung aspirasi kita untuk batalkan PPDB DKI 2020," jelas Rudi.

Rudi mengklaim telah melakukan aksi sebanyak empat kali untuk menyalurkan aspirasinya kepada Gubernur DKI Jakarta, Wagub DKI, Pimpinan DPRD DKI dan Komisi X DPR RI.

Baca Juga:

DPR Tegaskan Kuota Zonasi dan Usia di PPDB Tak Sesuai Permendikbud

Tapi dari keempat aksi tersebut, massa merasa apa yang menjadi apsirasi mereka tidak didengarkan.

Mereka lancarkan aksi karena Disdik DKI dinilai diskriminatif lantaran penerimaan calon siswa lebih mengutamakan usia dibandingkan zonasi dan prestasi. (Asp)

#Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) #Sekolah
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Rano Karno Janji 214 Sekolah Rusak di DKI Jakarta Segera Diperbaiki, Bertahap Sesuai Anggaran
Penyesuaian itu membuat sejumlah sekolah terpaksa menunggu giliran untuk direvitalisasi, dengan mempertimbangkan kemampuan fiskal Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 16 Oktober 2026
Rano Karno Janji 214 Sekolah Rusak di DKI Jakarta Segera Diperbaiki, Bertahap Sesuai Anggaran
Dunia
34 Anak Tewas, 50 Lainnya Luka-Luka dalam Insiden Atap Sekolah Roboh di Paskitan
Anak-anak yang tewas atau terluka di sekolah Al-Khair tersebut berusia 6 hingga 12 tahun.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
  34 Anak Tewas, 50 Lainnya Luka-Luka dalam Insiden Atap Sekolah Roboh di Paskitan
Dunia
Atap Sekolah Ambruk, 30 Orang Tewas Termasuk 29 Siswa
Sebanyak 30 orang, termasuk 29 siswa dan seorang guru, dilaporkan tewas setelah atap sebuah sekolah swasta ambruk di Pakistan.
Yusuf Abdillah - Kamis, 15 Oktober 2026
Atap Sekolah Ambruk, 30 Orang Tewas Termasuk 29 Siswa
Indonesia
Atap SDN Cepoko 2 Sragen Mendadak Roboh, 2 Guru Alami Luka
Atap SDN Cepoko 2 Sragen mendadak ambruk. Kejadian itu menimpa dua guru yang mengalami luka.
Soffi Amira - Kamis, 08 Oktober 2026
Atap SDN Cepoko 2 Sragen Mendadak Roboh, 2 Guru Alami Luka
Indonesia
FSGI Catat 100 Kasus Kekerasan di Satuan Pendidikan, 60 Persen Kekerasan Seksual
FSGI mencatat 100 kasus kekerasan di satuan pendidikan sepanjang Januari-September 2026. Sebanyak 60 persen merupakan kekerasan seksual.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 06 Oktober 2026
FSGI Catat 100 Kasus Kekerasan di Satuan Pendidikan, 60 Persen Kekerasan Seksual
Indonesia
Program MBG Uji Coba Sistem Prasmanan ala Jepang, Siswa Ikut Sajikan Makanan
BGN menguji coba sistem prasmanan MBG di lebih dari 60 dapur SPPG. Siswa ikut piket menyajikan makanan hangat di kelas seperti di Jepang.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 06 Oktober 2026
Program MBG Uji Coba Sistem Prasmanan ala Jepang, Siswa Ikut Sajikan Makanan
Dunia
Demo Pelajar di Prancis Rusuh, Pemerintah Tutup Ratusan SMA
Para siswa mengatakan jam sekolah terlalu panjang, fasilitas tidak memadai, termasuk ruang kelas yang terlalu panas, dan terlalu banyak ketidakhadiran pengajar.
Dwi Astarini - Sabtu, 03 Oktober 2026
 Demo Pelajar di Prancis Rusuh, Pemerintah Tutup Ratusan SMA
Indonesia
Kemendikdasmen Tetapkan Bahasa Inggris Wajib untuk Kelas 3 SD Mulai 2027
Bahasa Inggris akan menjadi mata pelajaran wajib bagi murid kelas 3 SD mulai tahun ajaran 2027/2028. Kemendikdasmen siapkan pelatihan guru.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 03 Oktober 2026
Kemendikdasmen Tetapkan Bahasa Inggris Wajib untuk Kelas 3 SD Mulai 2027
Indonesia
DPR Minta Perkuat Pengawasan Anggaran Revitalisasi Sekolah, Rawan Dikorupsi
Anggaran revitalisasi atau perbaikan gedung sekolah masih rawan disalahgunakan.
Yusuf Abdillah - Rabu, 23 September 2026
DPR Minta Perkuat Pengawasan Anggaran Revitalisasi Sekolah, Rawan Dikorupsi
Indonesia
BGN Coret 1.653 Sekolah dari Penerima MBG, Maluku dan Papua Jadi Prioritas
BGN mencoret 1.653 sekolah dari penerima MBG. Kini, Maluku dan Papua masuk prioritas.
Soffi Amira - Jumat, 11 September 2026
BGN Coret 1.653 Sekolah dari Penerima MBG, Maluku dan Papua Jadi Prioritas
Bagikan