Kesehatan

Solusi Atasi Skindemik, Masalah Kulit karena Pakai Masker Seharian

Andreas PranataltaAndreas Pranatalta - Selasa, 23 Februari 2021
Solusi Atasi Skindemik, Masalah Kulit karena Pakai Masker Seharian

Membuat kulit tumbuh jerawat. (Foto: Pixabay/Kjersti_Michaela)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

PANDEMI COVID-19 membuat kita wajib pakai masker ketika hendak beraktivitas di luar rumah. Di sisi lain, terlalu sering memakai masker bisa menyebabkan skindemik. Lalu, apa itu skindemik dan bagaimana solusinya?

Mengutip Alodokter, Skindemik adalah masalah pada kulit wajah yang terjadi akibat penggunaan masker terlalu lama. Isilah yang juga dinamakan maskne ini membuat kulit seseorang akan menjadi kusam, terasa gatal, kemerahan, dan mudah berjerawat, khususnya area yang tertutup masker.

Baca juga:

Biar Makin Aman dari COVID-19, Begini Cara Pakai Masker Bedah

Solusi Atasi Skindemik, Masalah Kulit karena Pakai Masker Seharian
Kurangi penggunaan make up. (Foto: Unsplash/Laura Choutte)

Penggunaan masker dalam waktu yang lama membuat kulit wajah terus bergesekan dengan masker. Gesekan ini memicu terjadinya iritasi kulit, sehingga kulit wajah akan meradang dan jerawat pun lebih mudah muncul.

Ketika kita menghela napas dan berbicara saat mengenakan masker, juga akan menjebak hawa panas yang membuat kulit wajah menjadi lembap. Kondisi ini tidak hanya menyebabkan terhambatnya pori-pori tetapi juga mempermudah bakteri dan kuman untuk berkembang biak.

Gabungan antara iritasi, kulit lembap, dan banyaknya bakteri pada kulit wajah inilah yang menyebabkan munculnya berbagai masalah skindemik, mulai dari komedo, rosaccea, hingga jerawat.

Ternyata tidak hanya memakai masker di luar rumah saja tetapi terlalu lama di rumah juga bisa menyebabkan skindemik. Beragam hal bisa terjadi seperti stres dan penggunaan AC. Lalu, bagaimana solusinya?

Baca juga:

Merek Fesyen Dunia yang Membuat Masker Saat Pandemi COVID-19

Solusi Atasi Skindemik, Masalah Kulit karena Pakai Masker Seharian
Wajib pakai masker ketika beraktivitas di luar rumah. (Foto: Pixabay/Coyot)

Hal dasar yang wajib kamu lakukan adalah gunakan masker yang bersih. Segera ganti masker bila sudah kotor meskipun belum waktuya ganti. Kalau kamu pakai masker bedah, pastikan untuk menggantinya setiap kali masker sudah terlalu lembap. Supaya lebih mudah, bawa beberapa cadangan masker ketika bepergian.

Setelah, rutin membersihkan wajah setidaknya dua kali sehari terutama saat kamu kembali ke rumah. Tidak hanya mencegah penyebaran COVID-19, membersihkan wajah juga penting dilakukan untuk mengatasi skindemik. Kamu bisa memililh pembersih muka tanpa alkohol dengan kandungan linoleic acid atau minyak biji bungan matahari yang bersifat antibakteri.

Nah buat para perempuan, sebaiknya batasi penggunaan make up untuk menutupi skindemik. Hal ini bisa menyebabkan penyumbatan pori-pori penyebab timbulnya komedo dan jerawat. (and)

Baca juga:

Tekan Penyebaran COVID-19, Ratusan Masker Dibagikan di Kawasan Menteng

#Kesehatan #Kesehatan Kulit
Bagikan
Ditulis Oleh

Andreas Pranatalta

Stop rushing things and take a moment to appreciate how far you've come.

Berita Terkait

Berita Foto
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Ketua Tim Bidang Penyusunan Rencana Prioritas Pemanfaatan Dana Desa, Sappe M. P. Sirait saat Program Keluarga Sigap di Jakarta, Kamis (15/1/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 15 Januari 2026
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Indonesia
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Ratusan pengungsi pascabanjir bandang di Aceh Tamiang mengalami berbagai penyakit seperti ISPA hingga diare. Tim Dokkes Polri turun beri layanan kesehatan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 15 Januari 2026
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Dunia
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Perubahan ini terjadi setelah Presiden Donald Trump meminta Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS (HHS) meninjau bagaimana negara-negara sejawat merekomendasikan vaksin.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
  AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Indonesia
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Pemerintah DKI telah berkoordinasi dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin ihwal Super Flu ini.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Indonesia
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Dikhawatirkan, penyakit ini berdampak pada beban layanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Indonesia
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Subclade K telah terdeteksi di Indonesia sejak Agustus 2025 melalui sistem surveilans sentinel ILI-SARI di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Indonesia
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Indonesia menjadi salah satu negara yang terpapar jenis virus ini.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Lifestyle
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Siloam Hospitals Kebon Jeruk memiliki dan mengoperasikan tiga sistem robotik, yakni Da Vinci Xi (urologi, ginekologi, bedah digestif, dan bedah umum), Biobot MonaLisa (khusus diagnostik kanker prostat presisi tinggi), dan ROSA (ortopedi total knee replacement).
Dwi Astarini - Jumat, 19 Desember 2025
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Indonesia
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Pemkot segera mulai menyiapkan kebutuhan tenaga medis, mulai dari dokter hingga perawat.
Dwi Astarini - Senin, 24 November 2025
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Indonesia
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya
emerintah memberikan kesempatan bagi peserta untuk mendapatkan penghapusan tunggakan iuran sehingga mereka bisa kembali aktif menikmati layanan kesehatan.
Dwi Astarini - Rabu, 19 November 2025
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya
Bagikan