Soal Simpang Semanggi, FAKTA: Habiburokhman Mungkin Sedang Sakit

Yohannes AbimanyuYohannes Abimanyu - Minggu, 06 Agustus 2017
Soal Simpang Semanggi, FAKTA: Habiburokhman Mungkin Sedang Sakit

Vice Presiden Forum Pengacara Kesatuan kesatuan Tanah Air (FAKTA) Mukhlis Ramlan (Tengah). (Foto: MP/Ponco Sulaksono)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Vice Presiden Forum Pengacara Kesatuan Kesatuan Tanah Air (FAKTA) Mukhlis Ramlan angkat bicara soal pernyataan Habiburokhman yang menilai Jalan Simpang Semanggi sebagai proyek katrok dan lebay di era Basuki T. Purnama alias Ahok menjabat Gubernur DKI Jakarta.

Menurut Mukhlis, pernyataan Habiburokhman tersebut menunjukkan dirinya sedang derita sakit.

"Ini yang membuat kami bertanya, sakit apa yang diderita Habiburokhman sampai membuat pernyataan memalukan seperti itu," ujar Mukhlis Ramlan di Jakarta, Minggu (6/8).

Pihaknya dan publik pada umumnya, kata Mukhlis, menilai jalan Simpang Semanggi merupakan maha karya Pemprov DKI di zaman Ahok yang didukung penuh pemerintah pusat. Menurut dia, publik pun sudah menikmati maha karya tersebut dan bisa mengurangi kemacetan.

"Kalau dia nyasar pertanyaanya sederhana, dia ini bisa baca tulis nggak, terus paham tanda panah di jalan nggak, dan era digital begini pakai google map nggak, karena sebodoh-bodohnya orang kampung masuk Jakarta kalau dia pakai google map pasti nggak nyasar apalagi ini di tengah ibu kota negara, nggak layak dia bilang sesat lalu serang pemda DKI," tandasnya.

FAKTA, kata Mukhlis, mengingatkan Habiburokhman bahwa banyak masalah bangsa yang perlu dipikirkan bersama solusinya. Menurut dia, setiap pihak perlu memberikan solusi cerdas untuk kebaikan bersama, bukan pernyataan sesat dan cacat logika seperti itu.

"Orang lain (bilang) bagus dan senang dengan Jalan Layang Simpang Semanggi, dia (Habiburokhman) malah sesat umbar pernyataan memalukan seperti itu, buatlah karya bagi bangsa serta berhentilah menghina orang lain, karena kita ada di dunia hukum yang punya konsekuensi atas segala pernyataan dan tindakan," tegasnya.

Lebih lanjut, Mukhlis menilai Habiburokhman tampaknya selama ini sering mencari-cari kesalahan pemerintah. Pernyataannya soal Jalan Simpang Semanggi, kata Ramlan, merupakan bentuk keputusasaan mencari kesalahan pemerintah.

"Dia hanya berbicara kesalahan Pak Jokowi dan Ahok sejak dulu, sehingga apapun yang dilakukan oleh Pak Jokowi sebagai Presiden dan Ahok sebagai Gubernur DKI waktu itu, pasti dia salahkan dan dilawan," pungkasnya.

Hal senada disampaikan juga oleh Presiden FAKTA Surpani Sulaiman. Bahkan, Surpani menegaskan apabila Habiburokhman terus menghina dan menyudutkan pemerintah yang sah maka FAKTA akan menyeret Habiburokhman ke jalur hukum.

"Kami akan persempit ruang gerak tukang fitnah dan tukang hina orang lain di negeri ini," tukas Surpani.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Pembina Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) Habiburokhman mengkritik Simpang Susun Semanggi yang membuatnya nyasar. Menurutnya, simpang susun tersebut katrokdan terlalu sederhana.

Saat itu, Rabu (2/8) Siang, Habiburokhman hendak ke Bundaran HI dari arah Slipi namun dia justru nyasar ke arah Blok M.

"Cuma tambah bundaran saja itu, katrok-lah kalau bahasa saya. Terlalu sederhana, memang nggak ada apa-apanya. Jelek, nggak sehebat sebagaimana didengungkan oleh orang-orang yang lebay. Bayangan saya jembatannya sih bagus, rekayasa lalinnya bagus, sehingga orang nggak mengalami nasib kayak saya," ujar kata Habiburokhman, Kamis (3/8) lalu.

Habiburokhman lantas menyinggung penggagas pembangunan simpang susun tersebut. Ia menyinggung Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), yang disebutnya selaku penggagas, tak ada apa-apanya.

"Penggagasnya juga nggak ada apa-apanya. Ahok itu nggak ada apa-apanya. Terlalu glorified, dibesar-besarkan. Padahal biasa saja. Penggagasnya juga biasa-biasa saja. Apa hebatnya si Ahok itu," tutur Habiburokhman. (Pon)

Baca juga berita lain terkait simpang susun semanggi di: Simpang Susun Semanggi Resmi Dioperasikan

#Habiburokhman #Simpang Susun Semanggi #Gubernur Ahok
Bagikan
Ditulis Oleh

Yohannes Abimanyu

Wonderful Indonesia, Pesona Indonesia dan pesona gw adalah satu

Berita Terkait

Indonesia
DPR Ngaku Maksimalkan Partisipasi Publik dalam Bahas UU Polri
DPR turut mengundang sejumlah ahli, kelompok masyarakat, dan organisasi mahasiswa.
Dwi Astarini - Selasa, 09 Juni 2026
DPR Ngaku Maksimalkan Partisipasi Publik dalam Bahas UU Polri
Indonesia
Komisi III DPR Tegaskan Pengadaan 1.098 Sapi Kurban Prabowo melalui APBN tak Langgar Hukum
Program bantuan masyarakat dari Presiden memiliki dasar hukum yang jelas dalam sistem keuangan negara. Hal itu diatur dalam Pasal 3 Ayat 1 UU Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara.
Dwi Astarini - Jumat, 29 Mei 2026
Komisi III DPR Tegaskan Pengadaan 1.098 Sapi Kurban Prabowo melalui APBN tak Langgar Hukum
Indonesia
Komisi III DPR Bentuk Panja RUU Polri, Habiburokhman Jadi Ketua
Komisi III DPR resmi membentuk Panja RUU Polri. Revisi beleid tersebut akan membahas pengawasan Polri, usia pensiun anggota, hingga penguatan Kompolnas.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 25 Mei 2026
Komisi III DPR Bentuk Panja RUU Polri, Habiburokhman Jadi Ketua
Indonesia
Video Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR Viral, Habiburokhman Minta Juri Diganti
Video lomba cerdas cermat Empat Pilar MPR viral di media sosial. Hal itu pun mendapat dukungan dari Ketua Fraksi Gerindra MPR RI, Habiburokhman.
Soffi Amira - Selasa, 12 Mei 2026
Video Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR Viral, Habiburokhman Minta Juri Diganti
Indonesia
Habiburokhman Tegaskan Polisi Tidak Bisa Lagi Bertindak Sewenang-wenang Usai KUHAP Baru Resmi Berlaku
Regulasi ini secara khusus dirancang untuk meminimalisir potensi penyalahgunaan wewenang oleh oknum penyidik di lapangan
Angga Yudha Pratama - Rabu, 06 Mei 2026
Habiburokhman Tegaskan Polisi Tidak Bisa Lagi Bertindak Sewenang-wenang Usai KUHAP Baru Resmi Berlaku
Indonesia
DPR Kecam Dugaan Pelecehan Syekh Al Misry, Minta Tersangka Segera Ditahan
DPR RI mengecam dugaan pelecehan oleh Syekh Ahmad Al Misry. Polisi diminta menindak tegas dan mengusut tuntas demi keadilan korban.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 25 April 2026
DPR Kecam Dugaan Pelecehan Syekh Al Misry, Minta Tersangka Segera Ditahan
Indonesia
DPR Soroti Fenomena 'Inflasi Pengamat', Kritik Dinilai Bisa Jadi Propaganda
DPR menilai fenomena 'inflasi pengamat' relevan. Habiburokhman menyebut sebagian kritik bersifat provokatif hingga berpotensi jadi propaganda politik.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 13 April 2026
DPR Soroti Fenomena 'Inflasi Pengamat', Kritik Dinilai Bisa Jadi Propaganda
Indonesia
Komisi III DPR Segera Panggil Kejari Karo terkait Kasus Amsal Sitepu
Komisi III DPR segera memanggil Kejari Karo terkait kasus Amsal Sitepu. Panggilan itu bertujuan untuk melakukan evaluasi terkait kinerja penegak hukum.
Soffi Amira - Rabu, 01 April 2026
Komisi III DPR Segera Panggil Kejari Karo terkait Kasus Amsal Sitepu
Indonesia
Habiburokhman Apresiasi Vonis Bebas Amsal Sitepu, Sebut Sesuai Keadilan
Komisi III DPR mengapresiasi vonis bebas Amsal Sitepu oleh Pengadilan Negeri Medan. Putusan itu mencerminkan rasa keadilan di masyarakat.
Soffi Amira - Rabu, 01 April 2026
Habiburokhman Apresiasi Vonis Bebas Amsal Sitepu, Sebut Sesuai Keadilan
Indonesia
Habiburokhman: Hati-Hati, Foto Pelaku Penyiraman Andrie Yunus yang Beredar Diduga AI
Ketua Komisi III DPR Habiburokhman mengingatkan publik agar berhati-hati terhadap foto pelaku penyiraman aktivis KontraS Andrie Yunus yang diduga merupakan rekayasa AI.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 16 Maret 2026
Habiburokhman: Hati-Hati, Foto Pelaku Penyiraman Andrie Yunus yang Beredar Diduga AI
Bagikan