MerahPutih.com - SMP Avicenna, Cinere, menyelenggarakan Pre-Event TEDxYouth di aula sekolah, Sabtu (4/5). Ajang Pre-Event TEDxYouth tersebut merupakan bagian dari TED Global yang telah mendapatkan lisensi dari Amerika Serikat. Tujuan kegiatan itu memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk saling bertukar ide dan berbagi kebahagiaan.
Kegiatan Pre-event ini menjadi ajang pembuka dari seluruh rangkaian TEDxEvent yang terdiri dari TED Talks dan art performances. Yang membuat bangga adalah SMP Avicenna adalah satu-satunya sekolah jenjang menengah pertama di Indonesia yang berhak menyelenggarakan event tersebut.
Baca juga:
Guru Era Baru Jadi Solusi Pendidik Hadapi Transformasi Pendidikan Digital
“Penyelenggara lainnya pada umumnya adalah tataran university. Rekan-rekan kami ITB, UI, Sampurna University, kemudian UIN Syarif Hidayatullah Itu menjadi rekan kami di tahun 2024 untuk melaksanakan TEDx Event,” kata Kepala Sekolah SMP Avicenna, Cinere, Theresa Dwi Utami Azis, Sabtu (4/5).
Theresa menyebut yang membedakan penyelanggaran di universitas-universitas tersebut dengan di SMP Avicenna Cinere adalah konsepnya. Menurutnya, SMP Avicenna Cinere memiliki tagline FXYO, yang artinya untuk remaja.
“Kami memberikan kesempatan bagi seluruh Ssswa-siswa sekolah Avicenna Pada umumnya, baik dari tingkat SD hingga tingkat SMA untuk berpeluang sharing ideanya, kemudian mendengarkan juga ide-ide menarik dari para profesional,” ujarnya.
“Semua harus terkemas dengan kondisi having fun. Itu yang membedakan antara TEDx yang diadakan di tataran sekolah dengan TEDx yang diadakan di tataran kota maupun university,” imbuhnya.
Baca juga:
DPR Harap Sektor Pendidikan Jadi Tonggak Pembangunan SDM Indonesia
Lebih lanjut Theresa mengungkapkan, SMP Avicenna, Cinere akan siap menggelar main event TEDx atau ajang utama dari kegiatan tersebut di Taman Ismail Marzuki (TIM), pada Sabtu, 18 Mei 2024.
“Ada 3 kegiatan yang kami kemas dalam TEDx Avicenna Cinere School 2024 yang pertama adalah TED Talk. Selanjutnya diikuti dengan performance musik dan nanti ketika di main event bapak ibu juga akan menikmati hal yang menarik yang belum ditampilkan di pre-event yaitu art exhibition,” ungkap Theresa.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Yayasan Pendidikan Avicenna Prestasi, Irama Aboesoemono mengaku bangga dengan keikutsertaan peserta didik di ajang pubic speaking.
“Saya kagum karena ada 12 anak-anak di luar SMP, SMP ada sendiri ya, yang ikut seleksi, yang ikut audisi dari SMA sampai ke SD. Mereka berani untuk ikut tampil bahasa Inggris,” tuturnya.
Baca juga:
Ijazah Siswa Tertahan akibat Biaya, DPRD DKI Usul Sekolah Swasta Gratis
Irama menuturkan, Sekolah Avicenna memiliki visi mewujudkan sekolah yang berkarakter kepemimpinan, berbasis sains dan teknologi, peduli lingkungan, serta berprestasi. Dia meyakini untuk mewujudkan visi-visi tersebut diperlukan seven habits atau tujuh kebiasaan yang bisa membentuk pribadi yang sukses.
“Ada pembiasaan-pembiasaan terhadap Seven Habits itu, tujuh karakter yang membuat anak-anak itu berpola pikir proaktif, berpola pikir memilih prioritas, kemudian berkolaborasi dengan semua, kemudian berkomunikasi efektif, dan pengembangan diri itu kita sudah jalani kalau tidak salah dari 2018 Pak, di semua unit sekolah kami kecuali kB dan TK dari SD, SMP, SMA jadi kita bisa boleh memakai leadership school logo dari dunamis,” pungkasnya. (Pon)