Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

DPR Harap Sektor Pendidikan Jadi Tonggak Pembangunan SDM Indonesia

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Kamis, 02 Mei 2024
DPR Harap Sektor Pendidikan Jadi Tonggak Pembangunan SDM Indonesia

Politisi Partai Demokrat Dede Yusuf. (MP/Fadhli)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Sektor pendidikan diharapkan menjadi tonggak pembangunan manusia untuk menyambut bonus demografi.

Demikian disampaikan Wakil Ketua Komisi X DPR RI Dede Yusuf, menyambut Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang jatuh setiap tanggal 2 Mei.

Baca juga:

Penyandang Cerebral Palsy Dapat Bantuan Dana Pendidikan dari Bank DKI

“Tentu saja kalau berbicara Hari Pendidikan maka harapan saya (sektor) pendidikan ini benar-benar bisa menjadi salah satu tonggak pembangunan sumber daya manusia yang kita persiapkan menjadi bonus demografi,” kata Dede Yusuf kepada wartawan di Jakarta, Kamis (2/5).

Dede mengatakan, dengan menjadi tonggak pembangunan manusia maka pendidikan bukan sekadar menjadi syarat wajib.

Namun, kata politikus Partai Demokrat ini sektor pendidikan bisa benar-benar fokus dalam pengembangan SDM.

“Artinya pendidikan bukan sekedar menjadi syarat wajib tapi benar-benar mau kemana dunia pendidikan kita apakah kita fokus teknologi, fokus digital, fokus pengembangan wirausaha,” ujarnya.

Baca juga:

5 Info Loker Cirebon Teranyar Dengan Syarat Pendidikan SMA

Ia menjelaskan, konteks dunia pendidikan adalah daya saing. Dengan memiliki daya saing, lanjut dia, maka para generasi muda penerus bangsa akan memiliki kompetensi di bidang apapun.

“Kalau kita memiliki daya saing maka anak muda kita ke depan tentu akan mampu lagi memiliki kompetensi di dalam bidang apapun,” imbuhnya.

Baca juga:

Menteri Nadiem Apresiasi Inisiatif KPK Petakan Korupsi di Sektor Pendidikan

Dede mengamini lapangan pejerjaan menjadi masalah dunia pendidikan di Tanah Air. Oleh karena itu, ia berharap agar pemimpin Indonesia ke depan dapat benar-benar fokus mengembangkan sektor pendidikan.

“Saya berharap tehadap pemerintah ke depan fokus mengenai pendidikan ini bukan sekedar menjalankan program kurikulum tetapi benar- benar mengefektifkan pendidikan yang seperti apa yang diharapkan dalam kurun 10-20 tahun ke depan,” pungkasnya. (Pon)

#Pendidikan #Pendidikan Anak
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Mendikdasmen Masih Bolehkan Pembelajaran Pakai Gawai, Tapi Aturannya Harus Jelas
Mendikdasmen Abdul Mu’ti menegaskan gawai masih boleh digunakan di sekolah sesuai SE 18/2026, namun harus diatur jelas. Orangtua diminta terapkan prinsip 3S: screen time, screen zone, screen break.
Wisnu Cipto - Rabu, 15 Juli 2026
Mendikdasmen Masih Bolehkan Pembelajaran Pakai Gawai, Tapi Aturannya Harus Jelas
Indonesia
Apa Itu Prinsip 3S? Kebijakan Baru Mendikdasmen Batasi Siswa Main Gawai
Kemendikdasmen meminta orang tua menerapkan prinsip 3S (screen time, screen zone, screen break) untuk membatasi penggunaan gawai siswa. Kebijakan ini diharapkan membentuk budaya digital sehat.
Wisnu Cipto - Rabu, 15 Juli 2026
Apa Itu Prinsip 3S? Kebijakan Baru Mendikdasmen Batasi Siswa Main Gawai
Indonesia
Anggaran Pendidikan Tak Capai 20 Persen, DPR Tegas: Ini Perintah Konstitusi, Bukan Sekadar Target
Komisi X DPR RI mendesak pemerintah memenuhi amanat konstitusi terkait alokasi anggaran pendidikan minimal 20 persen setelah realisasi APBN 2025 baru mencapai 19,1 persen.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 15 Juli 2026
Anggaran Pendidikan Tak Capai 20 Persen, DPR Tegas: Ini Perintah Konstitusi, Bukan Sekadar Target
Indonesia
Banyak Warga tak Mampu Sulit Kuliah, DPR Minta Evaluasi Total Parameter Penentu Desil Penerima KIP
Negara tidak boleh menyerahkan nasib anak-anak dari keluarga miskin hanya kepada perhitungan algoritma yang berpotensi mengabaikan realitas di lapangan.
Dwi Astarini - Selasa, 14 Juli 2026
Banyak Warga tak Mampu Sulit Kuliah, DPR Minta Evaluasi Total Parameter Penentu Desil Penerima KIP
Indonesia
Tindakan Teror Bom di SDN Srengseng Sawah, Mandikdasmen Nilai sebagai Tindakan Orang Iseng
Berdasarkan hasil investigasi kepolisian, Mu'ti menyampaikan situasi sekolah kini sudah aman.
Dwi Astarini - Selasa, 14 Juli 2026
Tindakan Teror Bom di SDN Srengseng Sawah, Mandikdasmen Nilai sebagai Tindakan Orang Iseng
Fun
Mahasiswa Telkom Purwokerto Sidang Tugas Akhir dengan Riasan Black Metal, Ternyata Ini Alasannya
Mahasiswa DKV Universitas Telkom Purwokerto, Ragatama Arrauf Rahmaputra, viral setelah tampil dengan corpse paint saat sidang Tugas Akhir.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 09 Juli 2026
Mahasiswa Telkom Purwokerto Sidang Tugas Akhir dengan Riasan Black Metal, Ternyata Ini Alasannya
Indonesia
Polisi Desain Ulang Kurikulum Pendidikan, Masukan AI dan Berfikir Holistik
Di Sekolah Staf dan Pimpinan (Sespim), Polri tengah menyiapkan pembangunan Laboratorium Kepemimpinan Digital
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 06 Juli 2026
Polisi Desain Ulang Kurikulum Pendidikan, Masukan AI dan Berfikir Holistik
Indonesia
Siswa SMP Tewas Diduga Jadi Korban Bullying di Lumajang, DPR Minta Evaluasi Total Sekolah
DPR menyoroti kasus tewasnya siswa SMP di Lumajang yang menjadi korban bullying. Tragedi ini menjadi alarm pendidikan.
Soffi Amira - Jumat, 03 Juli 2026
Siswa SMP Tewas Diduga Jadi Korban Bullying di Lumajang, DPR Minta Evaluasi Total Sekolah
Indonesia
Kemendikdasmen Buka Seleksi PPG Syarat Wajib Jadi Guru di RI, Minimal IPK 3 Lulusan D-IV
Kemendikdasmen membuka Seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) Calon Guru Tahun 2026 mulai hari ini hingga 25 Juli.
Wisnu Cipto - Kamis, 02 Juli 2026
Kemendikdasmen Buka Seleksi PPG Syarat Wajib Jadi Guru di RI, Minimal IPK 3 Lulusan D-IV
Indonesia
Prodi Sains PTN Sepi Peminat, DPR: Alarm Keras bagi Masa Depan Bangsa
Habib Syarief menilai turunnya minat calon mahasiswa terhadap prodi sains di SNPMB 2026 menjadi ancaman bagi riset, inovasi, dan daya saing Indonesia.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 01 Juli 2026
Prodi Sains PTN Sepi Peminat, DPR: Alarm Keras bagi Masa Depan Bangsa
Bagikan