Siap Pimpin Koalisi Amankan Selat Hormuz, Prancis Pamerkan Kekuatan Kapal Induk

Wisnu CiptoWisnu Cipto - Kamis, 07 Mei 2026
Siap Pimpin Koalisi Amankan Selat Hormuz, Prancis Pamerkan Kekuatan Kapal Induk

Kapal tangker melintas di Selat Hormuz. (Pexel/Melike Sena)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Prancis mengambil langkah strategis dengan menyatakan siap memimpin koalisi internasional bersama Inggris untuk memastikan keamanan pelayaran di Selat Hormuz.

Kesepakatan kedua negara Eropa itu muncul seiring proposal Amerika Serikat kepada Iran untuk mengakhiri konflik yang telah memicu blokade de facto jalur vital energi dunia.

Baca juga:

Iran Terapkan Aturan Baru Transit Kapal di Selat Hormuz, Semua Instruksi Lewat Email!

Sinyal Kekuatan Maritim Eropa di Selat Hormuz

Istana Kepresidenan Elysee di Paris menyebutkan pengerahan kelompok kapal induk penyerang Prancis, yang dipimpin Charles de Gaulle, menjadi bukti kesiapan negara itu menjaga stabilitas kawasan.

“Kami dapat menawarkan kepada Iran soal kemampuan untuk kembali melintasi Selat Hormuz. Kami dapat mengizinkan tanker mereka melewati Selat Hormuz, dengan satu syarat, Iran harus setuju untuk memulai perundingan substantif yang diminta AS,” kata penasihat presiden Prancis, dikutip Antara dari Le Figaro, Kamis (7/5).

Prancis menegaskan tidak hanya siap memimpin koalisi, tetapi juga mampu mengamankan jalur perdagangan energi global di Selat Hormuz.

Kementerian Pertahanan Prancis sebelumnya mengumumkan kapal induk Charles de Gaulle telah bergerak menuju Laut Merah dan Teluk Aden, sebagai bagian dari misi bersama dengan Inggris untuk mengatur pengamanan pelayaran di Selat Hormuz.

Baca juga:

Prancis Kerahkan Kapal Induk Charles de Gaulle ke Selat Hormuz, Amankan Jalur Minyak Dunia

AS-Iran Negosiasi 14 Poin

Sebelumnya, Gedung Putih merilis pernyataan AS dan Iran akan segera menandatangani nota kesepahaman berisi 14 poin sebagai tahap awal negosiasi dalam waktu dekat ini.

Ketegangan di sekitar Iran dalam beberapa bulan terakhir telah menyebabkan perlambatan arus kapal di Selat Hormuz. Jalur ini menyalurkan sekitar 20 persen minyak dan gas alam cair dunia.

Blokade de facto yang dilakukan kedua negara yang terlibat konflik itu telah mendorong kenaikan harga bahan bakar global, menambah tekanan pada perekonomian internasional. (*)

#Prancis #Selat Hormuz #Iran
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Wisnu Cipto

Jurnalis dan penulis profesional selama dua dekade di industri media, mulai dari koran, televisi, hingga konten digital. Lulusan FISIP UI terlatih merangkai kata-kata terkait isu sosial-budaya-politik-hukum secara akurat dan relevan bagi pembaca, dengan kiblat kode etik jurnalistik dan verifikasi-verifikasi-verifikasi ... Pemegang sertifikasi kompetensi dari Lembaga Pers Dr.Soetomo (LPDS), yang coba terus belajar berkarya dengan 'hati'.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
Perundingan Buntu, AS Usir Delegasi Iran
Gedung Putih sebelumnya mengharapkan adanya kemajuan dalam perundingan dengan Iran pada Senin pagi.
Alwan Ridha Ramdani - 1 jam, 15 menit lalu
Perundingan Buntu, AS Usir Delegasi Iran
Dunia
Unjuk Rasa Pelajar di Prancis Berujung Ricuh, Hampir 80 Orang Terluka
Sejumlah siswa sekolah menengah di Prancis menggelar aksi protes selama sepekan untuk menentang jadwal yang terlalu padat, kekurangan guru, dan beberapa isu pendidikan lainnya.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Unjuk Rasa Pelajar di Prancis Berujung Ricuh, Hampir 80 Orang Terluka
Dunia
Iran Tegaskan Tetap Buka Jalur Diplomasi, tapi Siap Perang Jika Diserang AS
Araghchi juga mengungkapkan ketidakpercayaan Iran terhadap proses negosiasi dengan pemerintahan Trump.
Yusuf Abdillah - Senin, 28 September 2026
Iran Tegaskan Tetap Buka Jalur Diplomasi, tapi Siap Perang Jika Diserang AS
Dunia
Konflik Selat Hormuz Timur Tengah Masih Lanjut, Senat AS Tolak Resolusi Akhiri Konflik Iran
Senat AS menolak resolusi DPR yang memerintahkan Presiden Donald Trump mengakhiri konflik dengan Iran. Ketegangan militer di Selat Hormuz berlanjut.
Wisnu Cipto - Jumat, 25 September 2026
Konflik Selat Hormuz Timur Tengah Masih Lanjut, Senat AS Tolak Resolusi Akhiri Konflik Iran
Indonesia
Prancis sebut Indonesia ‘Pusat Gravitasi’ Penting di Kawasan Indo Pasifik
Misi Pegase 2026 merupakan rangkaian penerbangan jelajah dunia yang membentang dari Arktik, Asia-Pasifik, hingga Timur Tengah.
Dwi Astarini - Selasa, 22 September 2026
Prancis sebut Indonesia ‘Pusat Gravitasi’ Penting di Kawasan Indo Pasifik
Indonesia
Tentara Prancis Mendarat di Jakarta, Bawa Rafale dan A400M untuk Misi Pégase 2026 hingga Misi Keamanan Kawasan
Latihan ini menjadi bagian dari penguatan kerja sama pertahanan kedua negara di kawasan Indo-Pasifik.
Dwi Astarini - Selasa, 22 September 2026
Tentara Prancis Mendarat di Jakarta, Bawa Rafale dan A400M untuk Misi Pégase 2026 hingga Misi Keamanan Kawasan
Indonesia
Atasi Krisis BBM, Prancis Minta Uni Eropa Longgarkan Standar Kualitas
Para pengemudi di Prancis sengaja melanggar aturan dengan mengisi kendaraan mereka dengan bahan bakar khusus mesin pertanian akibat tingginya harga bahan bakar biasa.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 22 September 2026
Atasi Krisis BBM, Prancis Minta Uni Eropa Longgarkan Standar Kualitas
Indonesia
Trump Berikan Peringatan Keras ke Iran, "Hal Besar Akan Terjadi" Jika Gagal Mengubah Sikap
Trump memberikan peringatan keras dirinya telah memasuki "fase pengambilan keputusan" yang sangat krusial terkait perang yang tengah berlangsung dengan Iran.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
Trump Berikan Peringatan Keras ke Iran,
Dunia
AS Kena Sekak Perjanjian 1947! Visa Presiden Iran Pezeshkian Lolos Masuk New York Hadiri Sidang PBB
Pemerintah AS terpaksa menyetujui visa Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Menlu Abbas Araghchi untuk menghadiri Sidang Umum PBB ke-81 di New York
Wisnu Cipto - Jumat, 18 September 2026
AS Kena Sekak Perjanjian 1947! Visa Presiden Iran Pezeshkian Lolos Masuk New York Hadiri Sidang PBB
Dunia
Krisis Minyak Dunia Meledak! Iran Kunci Mati Selat Hormuz Sampai Trump dan Netanyahu Lengser
Iran menegaskan tidak akan membuka akses Selat Hormuz sampai Donald Trump dan Benjamin Netanyahu lengser, memicu krisis minyak global yang kian parah.
Wisnu Cipto - Jumat, 18 September 2026
Krisis Minyak Dunia Meledak! Iran Kunci Mati Selat Hormuz Sampai Trump dan Netanyahu Lengser
Bagikan