MerahPutih.com - Sertifikat vaksinasi COVID-19 milik Presiden Jokowi bocor dan viral di dunia maya pada Jumat (3/9).
Menanggapi kasus tersebut, putra sulung Presiden Jokowi sekaligus Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka meminta pada masyarakat untuk lebih berhati-hati menyimpan bukti vaksin.
Baca Juga:
Bobol Aplikasi PeduliLindungi, Pegawai Pemprov DKI Bakal Kena Sanksi
"Yang bisa menjelaskan soal itu (bocornya sertifikat vaksin Jokowi) adalah sama menteri bersangkutan. Ini yang bocorkan NIK (Nomor Induk Kependudukan)," kata Gibran, Sabtu (4/9).
Gibran mengatakan, masyarakat yang sudah divaksin COVID-19 agar tidak mencetak sertifikat vaksinnya seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP). Kalau vaksin di cetak data pribadi akan diketahui banyak orang.
"Agar NIK tidak bocor dan tidak disalahgunakan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab jangan mencetak kartu vaksin," tutur dia.
Suami Selvi Ananda tersebut menyatakan sertifikat vaksin tidak perlu diprint. Untuk mengetahui apakah sudah divaksin atau belum cukup menggunakan aplikasi PeduliLindungi.
"Menggunakan aplikasi PeduliLindungi lebih aman. Data kita tidak diketahui orang lain. Kalau NIK bocor bisa repot," kata dia.
Warganet dibuat heboh dengan beredarnya sertifikat vaksin yang mengatasnamakan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Diduga hal itu terjadi karena kebocoran NIK orang nomor satu di Indonesia itu bocor ke tangan pihak tak bertanggung jawab. (Ismail/Jawa Tengah)
Baca Juga:
Kemendagri Minta Pengembang Aplikasi PeduliLindungi Gunakan 'Two Factors Aunthetication'