Sering Disepelekan, Waspada Hematoma Si Silent Killer
Memar merupakan salah satu gejala dari hematoma. (Foto: Pixabay/baedaya)
BIASANYA benturan-benturan kecil seperti terbentur meja, atau kepada terbentur tembok seringkali diabaikan begitu saja. “Ah memar biasa,” pikir kebanyakan orang. Tak jarang juga orang yang mengalami kecelakaan kecil seperti jatuh dari motor atau keserempet mobil sedikit tetapi mengabaikan memar yang timbul setelahnya. Gejala ini dikenal dengan istilah hematoma.
Menurut laman Brain-injury-law-center, hematoma masuk ke dalam kategori silent killer karena gejalanya datang perlahan tapi sesungguhnya sangat mematikan.
Baca juga:
Salah satu kasus terkenal mengenai hematoma si silent killer adalah kisah Natasha Richardson, seorang artis asal Inggris. Setelah mengalami benturan pada kepala saat sedang bermain ski, ia merasa baik-baik saja sehingga menolak untuk secara khusus memeriksa kondisi kepalanya. Tak berselang lama ia pun mengeluh karena mengalami sakit kepala hebat. Tujuh jam setelahnya ia koma dan nyawanya tak sempat tertolong.
1. Sakit kepala berkala
Terkena benturan kecil saja pasti ada saraf-saraf yang terganggu di dalam tubuh. Apalagi jika kamu mengalami benturan hebat seperti tabrakan. Tapi tak mengalami kecelakaan juga bisa mengalami hematoma. Jika kamu termasuk orang yang rajin olahraga, coba kurangi intensitas olahraga jika mulai sering mengalami sakit kapala.
Pasalnya berolahraga terlalu berat dapat menyebabkan hematoma karena tekanan yang terlalu besar sehingga pembuluh darah di kepala pecah. Gejala awalnya sakit kepala kemudian berlanjut muntah-muntah. Segera periksa ke dokter jika gejala semakin parah.
Baca juga:
2. Mati rasa
Cedera yang terjadi di area kepala juga bisa menyebabkan hematoma sehingga menimbulkan terjadinya sensasi mati rasa di beberapa area tubuh sampai yang paling parah adalah kelumpuhan.
Tekanan terlalu kuat pada sarah-saraf di dalam otak akibat pecahnya pembuluh darah pada akhirnya berisiko menyebabkan keretakan pada tulang tengkorak.
Awalnya pengidap akan merasa sering lemas dan kelelahan berlebihan. Kemudian ada beberapa area tubuh yang mati rasa. Lama-lama pengidap akan mengalami kelumpuhan dan stroke.
3. Pandangan kabur
Cedera pada area mata juga termasuk hematoma. Terkena benturan di area mata tentu saja dapat menyebabkan pembuluh darah di area tersebut pecah. Sebaiknya segera periksa jika kamu mengalami benturan di area mata karena jika dibiarkan lama-lama akan menyebabkan kebutaan permanen. (Mar)
Baca juga:
Bagikan
Berita Terkait
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya