Kesehatan

Kenali Gejala Katarak dan Cara Mengatasinya

Hendaru Tri HanggoroHendaru Tri Hanggoro - Sabtu, 24 Juni 2023
Kenali Gejala Katarak dan Cara Mengatasinya

Katarak dapat menyebabkan seseorang kehilangan penglihatan secara permanen. (Foto: Freepik/Freepik)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MATA bagian sensitif tubuh kita. Kesehatan mata sangat penting dijaga agar jangan sampai terserang penyakit. Ada satu penyakit mata yang banyak dikeluhkan: katarak.

Katarak dialami oleh banyak orang yang telah memasuki usia lanjut. Katarak dapat menyebabkan penglihatan menjadi kabur sehingga kondisi ini sangat mengganggu aktivitas sehari-hari.

Dr. Maria Magdalena Purba, SpM dalam keterangan tertulisnya, menyatakan bahwa apabila katarak dibiarkan, seseorang akan kehilangan penglihatan secara permanen.

Banyak yang menganggap bahwa katarak identik dengan penyakit orang tua, tapi bukan berarti orang yang lebih muda bisa terhindar dari katarak. Itulah sebabnya, penting sekali bagi kamu untuk mengetahui gejala katarak agar tetap selalu waspada.

Baca juga:

Pertimbangkan 5 Hal ini Sebelum Pilih Rumah Sakit untuk Operasi Katarak

katarak
Awalnya penderita katarak mungkin menganggap bahwa penglihatannya kabur karena debu atau perubahan ukuran kacamata. (Foto: Dok. KMN eyecare)

Gejala Katarak

Pada tahap awal, penderita tidak menyadari bahwa matanya sudah mengalami katarak. Penderita mungkin menganggap bahwa penglihatannya kabur karena terdapat gangguan seperti debu atau masalah perubahan refraksi atau ukuran kacamata dan sebagainya.

Biasanya kekeruhan hanya terjadi pada sebagian kecil dari massa lensa. Seiring berjalannya waktu dimana derajat katarak akan semakin parah yang ditandai dengan lensa yang bertambah keruh, keras dan tebal, sehingga menutup sebagian besar bahkan semua bagian lensa mata. Akhirnya, penglihatan juga akan bertambah buram.

Katarak dapat memengaruhi salah satu atau kedua mata. Gejala katarak yang paling umum dirasakan oleh penderita meliputi:

1. Penglihatan Menjadi Kabur

Seiring berkembangnya katarak, penglihatan seseorang akan menjadi kabur seperti berkabut. Semakin parah derajat katarak, semakin buruk pula penglihatannya.

2. Lebih Sensitif Terhadap Cahaya


Orang yang menderita katarak mungkin merasa lebih sensitif terhadap cahaya terang. Cahaya terang dapat menyebabkan silau dan ketidaknyamanan di mata.


3. Terjadi Perubahan Warna pada Objek yang Dilihat


Katarak dapat menurunkan sensitivitas kontras sehingga warna yang biasanya terlihat terang dan cerah mungkin tampak lebih kusam atau pudar.


4. Penglihatan ganda


Beberapa orang dengan katarak mungkin melihat objek ganda.

Baca juga:

Kelompok Rentan Katarak

mata katarak
Operasi katarak adalah prosedur yang dapat membantu mengembalikan penglihatan yang hilang karena katarak. (Foto: Dok. KMN eyecare)


Solusi Terbaik

Apabila dibiarkan dan tidak diobati dapat menyebabkan kebutaan permanen. Sejauh ini, belum ada obat-obatan yang terbukti efektif untuk mengatasi katarak. Pengobatan yang sudah terbukti untuk mengatasi katarak adalah melalui operasi katarak.

Operasi katarak adalah prosedur yang dapat membantu mengembalikan penglihatan yang hilang karena katarak. Selama operasi, lensa yang keruh karena katarak akan diangkat dan diganti dengan lensa buatan.

Jika kamu ingin mengecek kesehatan mata dan atau mencari solusi atas penyakit mata karena katarak, maka kamu dapat menyambangi klinik atau rumah sakit khusus mata seperti KMN EyeCare yang menawarkan operasi katarak menggunakan teknologi canggih. (dgs)

Baca juga:

Ketahui Hal Penting ini Sebelum Operasi Katarak

#Kesehatan #Kesehatan Mata
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Hendaru Tri Hanggoro

Berkarier sebagai jurnalis sejak 2010 dan bertungkus-lumus dengan tema budaya populer, sejarah Indonesia, serta gaya hidup. Menekuni jurnalisme naratif, in-depth, dan feature. Menjadi narasumber di beberapa seminar kesejarahan dan pelatihan jurnalistik yang diselenggarakan lembaga pemerintah dan swasta.
Show More

Berita Terkait

Fun
Gigi Sudah Berlubang Parah Belum Tentu Harus Dicabut, Dokter Ungkap Alasannya
Gigi berlubang hingga mencapai saraf belum tentu harus dicabut. drg. Yulita Bong, menjelaskan pilihan perawatan dan kondisi yang menentukan pencabutan gigi.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 06 November 2026
Gigi Sudah Berlubang Parah Belum Tentu Harus Dicabut, Dokter Ungkap Alasannya
Fun
Apa Itu Nutri-Level? Kenali Arti Warna Label Gizi dan Kaitannya dengan Pencegahan Diabetes
Kenali Nutri-Level, sistem label gizi dengan empat kategori warna untuk membantu masyarakat memahami kandungan gula, garam, dan lemak pada produk.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 04 November 2026
Apa Itu Nutri-Level? Kenali Arti Warna Label Gizi dan Kaitannya dengan Pencegahan Diabetes
Lifestyle
Seorang Pria tak Sengaja Telan Earbud, Bunyinya Muncul dalam Perutnya
Pria ini membutuhkan prosedur kolonoskopi untuk mengeluarkan perangkat tersebut.
Dwi Astarini - Jumat, 30 Oktober 2026
Seorang Pria tak Sengaja Telan Earbud, Bunyinya Muncul dalam Perutnya
Lifestyle
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Dokter Citra Poerwa menjelaskan kaitan stres finansial dengan kesehatan mental dan fisik serta pentingnya skala prioritas bagi sandwich generation.
Soffi Amira - Minggu, 25 Oktober 2026
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Bagikan