Pilpres 2019

Semua Capres-Cawapres Beragama Islam, Isu Identitas Sangat Tidak Layak Dipertontonkan

Eddy FloEddy Flo - Rabu, 15 Agustus 2018
Semua Capres-Cawapres Beragama Islam, Isu Identitas Sangat Tidak Layak Dipertontonkan

Pengamat sosial politik UIN Sumut Dr Ansari Yamamah (Foto: staibinjai.ac.id)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Isu identitas khususnya masalah agama dalam Pilpres 2019 sangat membahayakan. Menurut pengamat sosial politik Ansari Yamamah, isu identitas sangat tidak layak dipertontonkan lagi karena semua capres dan cawapres beragama Islam.

Dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara itu, menyatakan jika masih menggunakan isu identitas keagamaan tesebut, khawatirnya akan mengerucut pada isu kelompok dan ormas yang berkaitan dengan keagamaan.

"Itu justru akan memecah belah umat, sangat berbahaya," kata Dr Ansari Yamamah di Medan, Rabu (15/8).

Demi meredam isu identitas, elite politik dan masyarakat termasuk warganet yang aktif di media sosial untuk tidak lagi menggunakan isu tersebut. Ansari Yamamah berharap masyarakat dan politikus tidak lagi memainkan isu identitas, terutama masalah agama dalam Pemilu Presiden 2019 karena sangat membahayakan.

Ansari Yamamah
Pengamat Politik Ansari Yamamah (Foto: uinsumut.ac.id)

Untuk memberikan manfaat lebih besar, menurut dia, sebaiknya masyarakat dan elite politik mengedepankan isu kebangsaan dari kedua pasangan capres/cawapres. Ia mencontohkan visi, misi, dan program yang ditawarkan dalam masalah perekonomian nasional.

Dengan demikian, rakyat bisa mengetahui program yang ditawarkan, baik dalam menciptakan lapangan kerja bagi anak negeri, mengatasi utang, menarik investasi, mengembangkan aset dan devisa negara, maupun pengembangan ekonomi umat Islam.

Demikian pula dengan berbagai program untuk menjaga harga diri bangsa dan negara bisa berdaulat secara global.

"Isu itu perlu supaya kita bangga menjadi bangsa Indonesia," kata alumnus Leiden University Belanda itu.(*)

Baca berita menarik lainnya dalam artikel: Dukung Jokowi, TGB Dinilai Potensial Gaet Pemilih Milenial

#Pilpres 2019 #Pengamat Politik
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Polemik Ijazah Gibran Masih Berlanjut, Pengamat Tekankan Pentingnya Kepastian Hukum
Polemik ijazah Wapres RI, Gibran Rakabuming Raka, kini belum mereda. Direktur P3S, Jerry Massie, menilai setiap calon pejabat negara harus memenuhi persyaratan.
Soffi Amira - Jumat, 09 Oktober 2026
Polemik Ijazah Gibran Masih Berlanjut, Pengamat Tekankan Pentingnya Kepastian Hukum
Indonesia
Pengamat Sebut Polemik Ijazah Gibran Belum Tertutup, Ada Peluang Pembahasan di DPR
Polemik ijazah Wapres RI, Gibran Rakabuming Raka, kemungkinan berlanjut ke DPR. Hal itu diungkapkan Direktur P3S, Jerry Massie.
Soffi Amira - Jumat, 09 Oktober 2026
Pengamat Sebut Polemik Ijazah Gibran Belum Tertutup, Ada Peluang Pembahasan di DPR
Indonesia
Polemik Ijazah Gibran Berpotensi Pengaruhi Elektabilitas di Pilpres 2029, ini Kata Pengamat
Polemik ijazah Gibran Rakabuming Raka bisa memengaruhi elektabilitas di Pilpres 2029. Pengamat pun mengungkap dampaknya.
Soffi Amira - Rabu, 07 Oktober 2026
Polemik Ijazah Gibran Berpotensi Pengaruhi Elektabilitas di Pilpres 2029, ini Kata Pengamat
Indonesia
Indonesia Menuju Kapitalisme Negara atau Welfare State? ini Pandangan Para Ekonom
Indonesia diperkirakan menuju kapitalisme negara atau welfare state. Ekonom mengungkapkan risikonya.
Soffi Amira - Jumat, 04 September 2026
Indonesia Menuju Kapitalisme Negara atau Welfare State? ini Pandangan Para Ekonom
Indonesia
Pengamat Curiga Ada Oknum Lain di Kejagung, Minta Febrie Adriansyah Bongkar Pemilik Emas dan Uang Sitaan
Pengamat Politik, Fernando Emas, mencurigai ada oknum lain di Kejagung dalam kasus korupsi eks Jampidsus, Febrie Adriansyah.
Soffi Amira - Kamis, 16 Juli 2026
Pengamat Curiga Ada Oknum Lain di Kejagung, Minta Febrie Adriansyah Bongkar Pemilik Emas dan Uang Sitaan
Indonesia
Kasus Febrie Adriansyah Dinilai tak Berdiri Sendiri, Pengamat: Bongkar Semua yang Terlibat
Direktur Rumah Politik Indonesia, Fernando Emas, meminta semua nama yang terlibat dalam kasus Febrie Adriansyah dibongkar.
Soffi Amira - Selasa, 14 Juli 2026
Kasus Febrie Adriansyah Dinilai tak Berdiri Sendiri, Pengamat: Bongkar Semua yang Terlibat
Indonesia
Pengamat: Pola Komunikasi Pemerintahan Prabowo Kini Makin Terpusat di Lingkaran Inti Presiden
Direktur Eksekutif Citra Institute Yusak Farchan menilai pola komunikasi pemerintahan Prabowo semakin terpusat pada figur-figur di lingkaran inti Presiden.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 01 Juli 2026
Pengamat: Pola Komunikasi Pemerintahan Prabowo Kini Makin Terpusat di Lingkaran Inti Presiden
Indonesia
DPR Soroti Fenomena 'Inflasi Pengamat', Kritik Dinilai Bisa Jadi Propaganda
DPR menilai fenomena 'inflasi pengamat' relevan. Habiburokhman menyebut sebagian kritik bersifat provokatif hingga berpotensi jadi propaganda politik.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 13 April 2026
DPR Soroti Fenomena 'Inflasi Pengamat', Kritik Dinilai Bisa Jadi Propaganda
Indonesia
Perang AS-Israel vs Iran, Pengamat Minta Indonesia Tetap Netral dan Dorong Perdamaian
Perang AS-Israel vs Iran kini makin memanas. Pengamat pun meminta Indonesia agar tetap netral dan mendorong perdamaian.
Soffi Amira - Jumat, 06 Maret 2026
Perang AS-Israel vs Iran, Pengamat Minta Indonesia Tetap Netral dan Dorong Perdamaian
Indonesia
Pengamat Sebut Konflik AS-Israel vs Iran Berpotensi Jadi Krisis Global, jika Rusia dan China Terlibat
Perang antara AS-Israel vs Iran bisa menjadi krisis global, jika Rusia dan China ikut terlibat.
Soffi Amira - Kamis, 05 Maret 2026
Pengamat Sebut Konflik AS-Israel vs Iran Berpotensi Jadi Krisis Global, jika Rusia dan China Terlibat
Bagikan