MerahPutih.Com - Pengamat politik Indonesian Public Institute (IPI) Karyono Wibowo menilai pengadaan pin emas untuk anggota DPR RI bukan hal yang penting.
Menurut Karyono, selain pemborosan anggaran, pin emas tersebut diberikan kepada anggota DPR yang baru, maka pemberian PIN emas tersebut tidak tepat.
Baca Juga:
Ketua Pengadilan Tinggi DKI Bakal Lantik 106 Anggota DPRD Baru
"Kecuali institusi DPR berhasil mengukir prestasi dengan tinta emas baru akan dianggap layak mengenakan pin emas," ucap Karyono kepada wartawan di Jakarta, Minggu (25/8).
Ia beranggapan, pengadaan pin emas justru menimbulkan kontroversi ditengah masyarakat. Sebab, institusi DPR masih rendah, bahkan cenderung menurun.
Oleh karena itu, proyek pengadaan PIN emas hanya menambah kekecewaan dan ketidakpercayaan rakyat.
Penyelenggara negara, lanjut Karyono, harus memiliki kepekaan sosial atas kondisi yang dirasakan rakyat.
Ia menyarankan, sebaiknya Dewan Perwakilan Rakyat menjalankan fungsinya sebagai wakil rakyat agar tujuan pembangunan nasional sebagaimana tertuang dalam UUD Negara Republik Indonesia 1945 dapat terwujud.
"Dengan demikian, jika hal itu dilakuakn maka DPR telah mengukir prestasi dalam sejarah yang ditulis dengan tinta emas, bukan sekadar pin emas," jelas Karyono.
Ide penolakan pin emas juga disuarakan di tingkat daerah. Salah satunya Dewan Pimpinan Wilayah Partai Solidaritas Indonesia (DPW PSI) DKI Jakarta.
Baca Juga:
Mereka menolak pin emas yang akan diberikan kepada seluruh anggota DPRD DKI Jakarta terpilih periode 2019-2024. Pasalnya, masih ada persoalan yang lebih subtantif yang membutuhkan anggaran.
Anggota DPRD DKI Jakarta terpilih dari PSI, Idris Ahmad memastikan anggota PSI yang menduduki kursi dewan DPRD DKI tidak akan menerima pin emas yang dianggarkan sebesar Rp1,3 miliar tersebut.
“Pengadaan pin emas untuk anggota legislatif tidak berpengaruh secara substantif kepada kinerja DPRD ke depan. Anggaran yang ada lebih baik digunakan ke arah yang bermanfaat, seperti peningkatan program pelayanan masyarakat,” kata Idris.
PSI Jakarta telah mengusulkan kepada Sekretariat Dewan (Sekwan) untuk menggunakan pin yang terbuat dari kuningan khusus untuk delapan anggota terpilih dari PSI pada saat pelantikan nanti.(Knu)
Baca Juga:
Soal Pin Emas DPRD DKI, Mendagri: Silakan Masyarakat yang Menilai