MerahPutih.com - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (Sekjen PBB) Antonio Guterres mendesak Amerika Serikat dan Iran segera membuka blokade Selat Hormuz. Seruan ultimatum itu disampaikan dalam pertemuan Dewan Keamanan PBB terkait keamanan maritim.
“Sekjen Guterres mendesak semua pihak agar membuka Selat Hormuz,” kata Juru bicara PBB, Stephane Dujarric, kepada wartawan, dikutip Selasa (28/4).
Baca juga:
Menlu Sugiono Buka-Bukaan Kendala 2 Kapal Pertamina Belum Bisa Lewati Selat Hormuz
Dampak Blokade Selat Hormuz Lebih Parah dari COVID-19
Guterres memperingatkan pelayaran komersial kini dijadikan pion untuk memberi tekanan politik, sehingga kebebasan maritim terkikis.
"Mengizinkan kapal-kapal lewat tanpa pungutan dan tanpa diskriminasi. Biarkan perdagangan pulih dan ekonomi global bernapas," tuturnya, dilansir Antara.
Menurutnya, blokade ini telah menimbulkan gangguan rantai pasok terburuk sejak pandemi COVID-19 dan konflik Ukraina.
“Gangguan berkepanjangan berisiko memicu darurat pangan global yang menyebabkan jutaan orang, khususnya di Afrika dan Asia Selatan, terancam kelaparan dan kemiskinan,” tandasnya.
Baca juga:
Selat Hormuz Bergejolak, Organisasi Maritim Internasional Terbitkan Peringatan Ekstra Waspada
Blokade Selat Hormuz
Angkatan Laut AS sejak 13 April memblokade lalu lintas pelayaran yang masuk dan keluar dari pelabuhan-pelabuhan Iran di Selat Hormuz. Jalur ini merupakan rute vital distribusi 20 persen pasokan minyak mentah, produk minyak, dan LNG global.
Washington menegaskan kapal non-Iran bebas berlayar selama tidak membayar bea kepada Teheran. Namun, otoritas Iran belum mengumumkan pungutan resmi, meski sempat mempertimbangkan langkah tersebut.
Situasi ini menambah ketegangan geopolitik di kawasan Teluk, dengan risiko besar terhadap stabilitas energi dan perdagangan dunia. (*)