Kesehatan

Jangan Panik saat Musim Flu, Ini Urutan Gejala COVID-19

annehsannehs - Senin, 21 September 2020
Jangan Panik saat Musim Flu, Ini Urutan Gejala COVID-19

Penelitian menunjukkan influenza biasanya dimulai dari batuk. (Foto unsplash/Markus Spiske)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

GEJALA COVID-19 memang mirip-mirip dengan penyakit atau virus lainnya. Termasuk flu musiman yang biasanya sering menghampiri kita ketika musim pancaroba.

Menurut prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), masa peralihan dari kemarau ke musim hujan memang terjadi pada September di tahun 2020 ini.

Dengan flu musiman yang sedang melanda, pastinya kita sering merasa parno jika mengalami gejala-gejala seperti batuk atau demam. Tapi jangan panik, menurut Healthline, penelitian terbaru memperdalam tentang gejala-gejala COVID-19.

Ilustrasi virus Corona. (Foto- Net)
Ilustrasi virus Corona. (Foto- Net)

Penelitian yang dilakukan oleh University of Southern California (USC) berhasil menentukan bahwa COVID-19 biasanya bermula dalam suatu urutan gejala tertentu. Batuk dan demam memang gejalanya.

Baca juga:

Kelas Daring Turunkan Tingkat Kecemasan Sebagian Remaja

Para peneliti mengambil lebih dari 55,000 data kasus COVID-19 milik World Health Organization (WHO) di Tiongkok. Kemudian mereka menyimpulkan urutan gejala dari COVID-19 antara lain demam yang diikuti dengan batuk kering dan nyeri otot. Kemudian tahap selanjutnya adalah mual dan muntah-muntah dan diikuti dengan diare.

Gejala COVID-19 serupa dengan penyakit atau virus lainnya. (Foto- Pexels/cottonbro)
Gejala COVID-19 serupa dengan penyakit atau virus lainnya. (Foto- Pexels/cottonbro)

Menurut Dr. Robert Glatter dari Lenox Hill Hospital, penelitian ini mengatakan pasien yang mengalami gejala flu musiman biasanya mengalami batuk terlebih dulu, baru demam.

Kesimpulannya, penelitian dari University of Southern California (USC) ini menunjukkan influenza biasanya dimulai dari batuk, dan gejala COVID-19 adalah demam.

"Pada kenyataanya, ini mungkin sulit diidentifikasi karena flu seringkali dimulai secara tiba-tiba dengan tiga serangkai gejala termasuk sakit punggung, menggigil, dan batuk kering," ungkap Dr. Glatter.

Baca juga:

3 Negara yang Sudah Bisa Dikunjungi Per September 2020

Penemuan ini diharapkan mampu berguna ketika sedang mengevaluasi beberapa pasien dalam pengaturan klinis yang sibuk.

"Urutan (gejala) ini sangat penting untuk diketahui ketika kita memiliki siklus penyakit seperti flu yang bertepatan dengan infeksi COVID-19", ungkap Peter Kuhn, PhD, salah satu penulis studi, profesor kedokteran, teknik biomedis, dan teknisi mesin dan dirgantara di USC.

Berbagai gejala COVID-19. (Foto unsplash/United Nations COVID-19 Response)
Berbagai gejala COVID-19. (Foto unsplash/United Nations COVID-19 Response)

Hasil penelitian ini diharapkan bisa membantu dokter dalam menentukan langkah apa yang harus diambil untuk merawat pasien dan mencegah kondisi pasien agar tidak memburuk.

Di sisi lain, kasus COVID-19 ini tidak selalu tampak 'sesuai dengan petunjuk pada buku'. Maka dari itu Dr. Glatter mengimbau para pekerja medis untuk melemparkan 'jaring' yang lebih lebar ketika mendiagnosa pasien terkait COVID-19. (shn)

Baca juga:

Tepercaya, ini Klarifikasi WHO Seputar Coronavirus

#COVID-19 #Virus Corona #Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Indonesia
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Pemerintah mengatakan manfaat program CKG berpotensi mencegah satu dari empat kasus stroke dan penyakit kardiovaskular pada 2035.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
ShowBiz
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Tanpa ragu, Jisoo mengambil sekotak susu kedelai.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Indonesia
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Pada rentang waktu yang sama, katanya, gagal ginjal menduduki urutan kedua, dengan total biaya sebesar Rp 83,8 triliun yang dikeluarkan untuk membayar pelayanan kesehatan 81,2 juta kasus.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Indonesia
Asap Karhutla Mengancam Anak, DPR Minta Sekolah tak Nekat Gelar Aktivitas Luar Ruangan
Sekolah diminta tidak menjalankan aktivitas luar ruangan seolah kualitas udara dalam kondisi normal.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Asap Karhutla Mengancam Anak, DPR Minta Sekolah tak Nekat Gelar Aktivitas Luar Ruangan
Indonesia
Presiden Prabowo Perintahkan Persingkat Antrean Layanan BPJS
Selain itu tidak boleh ada lagi diskriminasi pelayanan antara peserta BPJS Kesehatan dan pasien non-BPJS.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Presiden Prabowo Perintahkan Persingkat Antrean Layanan BPJS
Indonesia
Program Ambulans Udara Mulai Diujicobakan Pakai Helikopter
Pemerintah telah melakukan uji coba melalui latihan evakuasi medis menggunakan helikopter di Kabupaten Pesisir Barat, Lampung.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 28 September 2026
Program Ambulans Udara Mulai Diujicobakan Pakai Helikopter
Tekno
Risiko Jantung Mengintai di Balik Maraknya Fenomena 'Mendadak Atlet'
Tren olahraga ekstrem seperti lari dan Hyrox kian marak, namun fenomena mendadak atlet tanpa cek kesehatan justru memicu risiko fatal henti jantung!
Wisnu Cipto - Jumat, 25 September 2026
Risiko Jantung Mengintai di Balik Maraknya Fenomena 'Mendadak Atlet'
Kuliner
Belajar Trik Makan Mi Instan Sehat ala Gen Z Korea, Dobel Manfaat sebagai Pereda Pengar
Mi instan sebagian besar terdiri dari karbohidrat olahan, tapi rendah serat.
Dwi Astarini - Rabu, 23 September 2026
Belajar Trik Makan Mi Instan Sehat ala Gen Z Korea, Dobel Manfaat sebagai Pereda Pengar
Bagikan