Kesehatan

Tepercaya, ini Klarifikasi WHO Seputar Coronavirus

annehsannehs - Kamis, 27 Agustus 2020
 Tepercaya, ini Klarifikasi WHO Seputar Coronavirus

Ini klarifikasi WHO seputar rumor Coronavirus. (Foto: Pexels/cottonbro)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MINIMNYA informasi seputar COVID-19 membuat seluruh warga dunia menjadi semakin takut dan cemas setiap harinya. Sampai hari ini, belum ada vaksin untuk virus ini, padahal sudah banyak aktivitas sehari-hari yang kembali berjalan dengan konsep kenormalan baru.

Keresahan di seluruh dunia menimbulkan banyak dampak negatif, salah satunya ialah rumor-rumor yang beredar seputar COVID-19. Biar tak lagi termakan kabar bohong, berikut Merahputih.com kompilasikan klarifikasi World Health Organisation (WHO) atas rumor-rumor seputar COVID-19 yang beredar baik di media sosial maupun media cetak.

BACA JUGA:

WHO Berikan Pedoman Baru untuk Anak Usia 12 Tahun Ke Atas

1. Coronavirus tidak bisa hidup di tempat panas

Selalu cuci tangan untuk mencegah terinfeksi Coronavirus.  (Foto: Pexels/Miguel A. Padrinan)
Selalu cuci tangan untuk mencegah terinfeksi Coronavirus. (Foto: Pexels/Miguel A. Padrinan)

Dari bukti-bukti yang beredar sejauh ini, COVID-19 dianggap mampu hidup dan menyebar di segala tempat, termasuk area yang berudara dingin maupun panas.

Daripada mempertimbangkan iklim suatu daerah, WHO menyarankan untuk lebih memperhatikan area yang memiliki jumlah kasus COVID-19 yang tinggi, dan sebisa mungkin menghindarinya.

Cara terbaik untuk melindungi diri ialah dengan selalu membersihkan tangan untuk mengeliminasi virus yang bisa saja sudah ada di tanganmu dan mencegah transmisi virus lewat sentuhan ke mata, hidung, dan mulut.

2. Minum air putih yang banyak bisa 'menghilangkan' Coronavirus dalam tubuh

Ilustrasi virus Corona. (Foto: Net)
Ilustrasi virus Corona. (Foto: Net)

WHO mengatakan tidak ada bukti yang menunjukkan minum banyak air bisa menghilangkan coronavirus atau asam lambung di perut bisa membunuh COVID-19.

Meski begitu, orang-orang direkomendasikan untuk memenuhi asupan air putih setiap hari untuk mencegah dehidrasi dan menjaga kesehatan tubuh.

BACA JUGA:

Masker Termahal di Dunia, Harganya Mencapai Rp22 Miliar

3. Coronavirus ditemukan pada ayam

Selalu gunakan masker ketika keluar rumah.  (Foto: ABC12)
Selalu gunakan masker ketika keluar rumah. (Foto: ABC12)

Coronavirus merupakan famili virus yang sangat besar dan wajar ditemukan pada berbagai hewan. Terkadang, manusia terinfeksi virus-virus itu, dan mentransmisikannya lagi pada orang lain.

Contohnya ialah SARS-CoV yang berasal dari musang, dan MERS-CoV yang ditransmisikan melalui unta dromedaris.

WHO menegaskan hewan yang menjadi sumber COVID-19 sampai saat ini belum bisa diidentifikasi. Namun, untuk melindungi diri, hindari pasar yang ada hewan hidupnya, apalagi kontak langsung atau menyentuh permukaan yang disentuh oleh hewan.

Hindari juga konsumsi bahan makanan hewani yang mentah atau setengah matang. Usahakan untuk mengonsumsi daging, susu, atau organ tubuh hewan yang bersih dan matang. (SHN)

BACA JUGA:

Lagi Ingin Menangis Tersedu-Sedu? Yuk Tonton 3 Film Menyedihkan Ini di Netflix

#COVID-19 #Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Bagikan