MerahPutih.com - Kasus paparan COVID-19, mulai bermunculan kembali di daerah, seperti di Surabaya, Jawa Timur. Tercatat, seorang siswa SMA di Surabaya terkonfirmasi positif di tengah Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM).
Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Surabaya, Nanik Sukristina menegaskan, Pemkot Surabaya mengerahkan tim untuk melakukan tracing pada kontak erat siswa.
Baca Juga:
Depok Mulai PTM 100 Persen Semua Jenjang Pendidikan pada Februari
"Kami lakukan tes teman satu kelasnya berjumlah 36 dan 56 guru. Dan tentu tes PCR, kami masih menunggu hasilnya," ungkap Nanik, Selasa (18/1).
Dari informasi yang ada, siswa tersebut tidak ada riwayat perjalanan keluar kota. Sehingga, Dinkes Surabaya menginstruksikan puskesmas setempat melakukan tracing.
Dengan adanya kasus COVID-19 tersebut menurut surat keputusan bersama (SKB) 4 Menteri maka sekolah diliburkan dalam rentang waktu 3-5 hari.
"Yah kalau sekolah lain rekomendasinya boleh jalan dengan protokol kesehatan ketat. Kami juga monitoring terus dan semoga tidak terjadi penularan lagi di sekolah," tuturnya.
Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi turut mengimbau, agar masyarakat tetap disiplin prokes serta mengurangi mobilitas.
Ada beberapa penyebab kasus COVID-19 saat ini meningkat, antara lain karena mobilitas saat akhir tahun dan dalam dua pekan terakhir. Namun, kemungkinan adanya gelombang ketiga masih merupakan tanda tanya meski ada tren peningkatan kasus COVID-19 belakangan ini. (Andika Eldon/ Jawa Timur)
Baca Juga:
PTM di DKI Penuhi Syarat, Wagub: Kami Masih Dapat Mengatasi