Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Satu Massa 'Tersundul' Mobil RAISA, Polisi-Massa Penolak Formula E Bentrok

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Rabu, 22 September 2021
Satu Massa 'Tersundul' Mobil RAISA, Polisi-Massa Penolak Formula E Bentrok

Kericuhan diduga karena salah satu peserta aksi ditabrak oleh Mobil pengurai massa (RAISA) milik Polres Jakarta Pusat (MP/Asropih)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Sejumlah aksi massa yang mengatasnamakan JAKARTA BEGERAK ricuh dengan aparat kepolisian, ketika akan menggelar unjuk rasa menolak perhelatan mobil balap Formula E yang digarap Gubernur Anies Baswedan.

Kericuhan diduga karena salah satu peserta aksi ditabrak oleh Mobil pengurai massa (RAISA) milik Polres Jakarta Pusat saat akan menyampaikan aspirasi.

Buntut dari tersundul rekannya oleh mobil tersebut, sejumlah massa aksi geram lalu meluapkan emosi dengan memukul mobil RAISA dengan sebuah bambu. Bambu itu awalnya digunakan untuk memasang bendera. Massa melampiaskan kemarahan dengan memukul pakai tangan kosong.

Baca Juga:

Ajang Formula E, Sekda DKI: Kita Tidak Ada yang Pesimistis

Akibat keberingasan massa itu, salah satu peserta bernama Felix yang disinyalir jadi provokator terpaksa diamankan aparat ke mobil tahanan Polres Metro Jakpus yang terparkir di depan Gedung DPRD DKI. Massa kembali beringas ketika Felix akan dibawa oleh mobil tahanan ke arah Tugu Tani.

"Teman saya ditabrak mobil polisi. Saya dipukuli hampir satu regu dengan polisi-polisi muda yang tidak punya ahklak," ujar anggota massa Jakarta Bergerak, Aldi di Jalan Kebon Sirih.

Aldi menuturkan, akibat keberingasan polisi tersebut, telepon genggam miliknya hancur layar depannya. Ia bilang HP tersebut ia beli dengan harga yang cukup mahal hingga ditaksir Rp 18 juta.

Kericuhan diduga karena salah satu peserta aksi ditabrak oleh Mobil pengurai massa (RAISA) milik Polres Jakarta Pusat (MP/Asropih)

Yang paling disayangkannya, seluler miliknya itu digunakannya sebagai alat koordinasi aksi untuk menggagalkan perhelatan ajang mobil listrik Formula E.

Diketahui, polisi melarang aksi mereka lantaran Ibu Kota masih PPKM Level 3. Pergerakan warga harus di batasi.

"Tuntutannya tolak dan batalkan Formula E. Sudah jelas yang dipake itu uang rakyat. Ini masa pandemi masih banyak kebutuhan-kebutuhan rakyat yang lebih urgent dari pada balapan, rakyat butuh makan laper bukan balapan," paparnya.

Baca Juga:

Demo Formula E Ricuh, KPK Minta Laporan Dugaan Korupsi Lewat Saluran Dumas

Dikabarkan massa aksi yang tertabrak dengan sopir mobil RAISA itu, sudah bersepakat berdamai dan tidak ada lagi mengungkit masalah-masalah yang dianggapnya tanpa kesengajaan.

"Saya yakin bapak ini (sopir RAISA) engga sengaja," tegas Kabag Ops Polres Jakarta Pusat, Guntur Muhammad Thariq. (Asp)

#Formula E #Pendemo #Demo Rusuh #Demonstrasi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
1.600 Polisi Kawal Demo Pro MBG di Gambir, Hati-Hati Macet Aksi Mulai 09.00 WIB 
Sebanyak 1.686 personel gabungan disiagakan untuk mengawal aksi dukungan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Gambir, Jakarta Pusat. Aksi dimulai pukul 09.00 WIB.
Wisnu Cipto - Rabu, 08 Juli 2026
1.600 Polisi Kawal Demo Pro MBG di Gambir, Hati-Hati Macet Aksi Mulai 09.00 WIB 
Indonesia
Hindari Gambir dan Kantor OJK Siang Ini, Ada Demo Dikawal 400 Polisi
Sebanyak 413 personel gabungan disiagakan untuk mengawal dua aksi unjuk rasa di Gambir dan Sawah Besar, Jakarta Pusat, Selasa (7/7). Polisi imbau masyarakat hindari lokasi untuk cegah kemacetan.
Wisnu Cipto - Selasa, 07 Juli 2026
Hindari Gambir dan Kantor OJK Siang Ini, Ada Demo Dikawal 400 Polisi
Indonesia
PKB Tanggapi Prabowo soal Demo Dibayar, Minta Pemerintah Fokus Evaluasi Kebijakan
PKB menanggapi pernyataan Presiden RI, Prabowo Subianto, soal pihak-pihak yang membiayai aksi demonstrasi.
Soffi Amira - Jumat, 26 Juni 2026
PKB Tanggapi Prabowo soal Demo Dibayar, Minta Pemerintah Fokus Evaluasi Kebijakan
Indonesia
Prabowo Klaim Kenal Dalang Pendana Aksi Demo, Singgung Oknum Korup di Pemerintahan
Presiden Prabowo Subianto mengaku mengetahui pihak yang diduga membiayai aksi demonstrasi di sejumlah daerah.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 24 Juni 2026
Prabowo Klaim Kenal Dalang Pendana Aksi Demo, Singgung Oknum Korup di Pemerintahan
Berita Foto
Aksi Unjuk Rasa Nasional Petani dan Masyarakat Adat di Depan Gedung DPR
Massa yang tergabung dalam Koalisi Nasional Reforma Agraria (KNARA) melakukan aksi mengecor badan di depan Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (22/6/2026).
Didik Setiawan - Senin, 22 Juni 2026
Aksi Unjuk Rasa Nasional Petani dan Masyarakat Adat di Depan Gedung DPR
Indonesia
Demo Mahasiswa di Jakarta, Jumat (19/6), Masyarakat Diimbau Hindari Lokasi
Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta mengimbau masyarakat untuk menghindari titik-titik lokasi yang menjadi lokasi aksi demonstrasi.
Dwi Astarini - Jumat, 19 Juni 2026
Demo Mahasiswa di Jakarta, Jumat (19/6), Masyarakat Diimbau Hindari Lokasi
Berita Foto
Bawa Peralatan Dapur, Aliansi Perempuan Indonesia Gelar Aksi Tolak Program MBG
Massa aksi Aliansi Perempuan Indonesia yang melakukan aksi long march menuju Istana Negara di Kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Kamis (18/6/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 18 Juni 2026
Bawa Peralatan Dapur, Aliansi Perempuan Indonesia Gelar Aksi Tolak Program MBG
Indonesia
Ribuan Aparat Jaga Demo di Ring 1 Jakarta Hari ini, Kapolres Jakpus : jangan Terpancing dan Emosi
Pengamanan difokuskan di sejumlah lokasi yang menjadi pusat konsentrasi massa, termasuk kawasan Silang Selatan Monas, Gedung MPR/DPR RI, hingga Bundaran HI.
Dwi Astarini - Rabu, 17 Juni 2026
Ribuan Aparat Jaga Demo di Ring 1 Jakarta Hari ini, Kapolres Jakpus : jangan Terpancing dan Emosi
Indonesia
Polisi Dilarang Kejar Pendemo jika Terjadi Ricuh, Penggunaan Gas Air Mata hanya Perintah dari Kapolda Metro
Anggota Polri diminta tidak bersikap agresif saat menghadapi masa.
Dwi Astarini - Senin, 15 Juni 2026
Polisi Dilarang Kejar Pendemo jika Terjadi Ricuh, Penggunaan Gas Air Mata hanya Perintah dari Kapolda Metro
Indonesia
Jaga Demo Serentak, Polda Metro Larang Anggotanya Bawa Senjata Api dan Harus Humanis
Pengamanan dilakukan untuk memastikan kegiatan penyampaian pendapat berlangsung aman, tertib, dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat.
Dwi Astarini - Senin, 15 Juni 2026
Jaga Demo Serentak, Polda Metro Larang Anggotanya Bawa Senjata Api dan Harus Humanis
Bagikan