RUU Pemilu, DPR-Pemerintah Dinilai Buta terhadap Kepentingan Lebih Besar

Zulfikar SyZulfikar Sy - Kamis, 29 Juni 2017
RUU Pemilu, DPR-Pemerintah Dinilai Buta terhadap Kepentingan Lebih Besar

Pemerintah mengikuti rapat dengan Pansus RUU Pemilu di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (14/6). (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) mengkritisi sikap pemerintah dan DPR menyusul berlarut-larutnya pembahasan Rancangan Undang-Undang Penyelenggaraan Pemilihan Umum atau RUU Pemilu.

"Situasi tersebut menunjukkan bahwa hanya karena ngotot dengan kepentingan masing-masing, DPR dan pemerintah gagal melihat kepentingan bangsa yang lebih besar," ujar peneliti Formappi, Lucius Karus saat dihubungi di Jakarta, Kamis (29/6).

Lucius menuturkan, keasyikan DPR dalam memperjuangkan kepentingan masing-masing telah melucuti wajah perwakilan rakyat dari diri mereka.

Pasalnya, menurutnya, kian lamanya pengesahan RUU Pemilu, maka berpengaruh terhadap proses pelaksanaan pesta demokrasi yang berkualitas.

"Jadi, alih-alih melakukan revisi untuk memperbaiki kualitas pemilu, DPR dan pemerintah malah sejak awal menyiapkan proses pemilu yang asal-asalan," tegasnya.

Meski demikian, Lucius mengapresiasi rencana Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto yang berupaya memfasilitasi forum lobi antara 10 fraksi di parlemen dengan pemerintah.

"Hanya saja lobi harus dilakukan secara transparan. Jangan sampai lobi ini justru digunakan oleh DPR untuk menegosiasikan masalah pribadi mereka," pungkas alumnnus Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara itu.

Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto sebelumnya menyatakan, pihaknya bersama dua partai pro pemerintah, Nasdem dan Golkar, bakal memfasilitasi pertemuan 10 fraksi di DPR dengan Presiden Joko Widodo terkait kelanjutan pembahasan RUU Pemilu. (Pon)

Baca juga berita lainnya dalam artikel: Formappi: Lobi RUU Pemilu Jangan Jadi Ajang Dagang Sapi

#NasDem #Formappi #RUU Pemilu
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Berita Foto
DPR Tunjuk Bahtra Banong Menjadi Ketua Panja Penyusunan RUU Pemilu
Penetapan ketua Panitia Kerja Penyusunan RUU Pemilu di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (8/10/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 08 Oktober 2026
DPR Tunjuk Bahtra Banong Menjadi Ketua Panja Penyusunan RUU Pemilu
Indonesia
Viral Surat Pemakzulan Wapres Gibran, Bos-Bos Senayan Heboh Cari Klarifikasi!
Pimpinan DPR gempar usai beredarnya draf pemakzulan Wapres Gibran berpelat NasDem. Saan Mustopa janji cek keaslian surat!
Wisnu Cipto - Kamis, 08 Oktober 2026
Viral Surat Pemakzulan Wapres Gibran, Bos-Bos Senayan Heboh Cari Klarifikasi!
Indonesia
NasDem Bantah Gagas Pemakzulan Wapres Gibran, Belum Ada Arahan Surya Paloh Mungkin Dibahas di Fraksi
Beredar dokumen pemakzulan Wapres Gibran Rakabuming Raka berpelat Fraksi NasDem di DPR. Simak penjelasan detailnya!
Wisnu Cipto - Kamis, 08 Oktober 2026
NasDem Bantah Gagas Pemakzulan Wapres Gibran, Belum Ada Arahan Surya Paloh Mungkin Dibahas di Fraksi
Indonesia
10 Isu Strategis Dalam Rancangan Undang-Undang Pemilu
Isu-isu strategis yang akan dibahas itu menjadi dasar bagi panja untuk mengundang pihak-pihak terkait guna menyampaikan saran dan masukannya terhadap sistem Pemilu.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 05 Oktober 2026
10 Isu Strategis Dalam Rancangan Undang-Undang Pemilu
Indonesia
Punya 2 Juta Suara Terbuang, Demokrat Usul Dapil Nasional
Pembahasan mengenai mekanisme tersebut, masih terus dilakukan id antara partai politik sebagai bagian dari penyusunan revisi Undang-Undang Pemilu.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 23 September 2026
Punya 2 Juta Suara Terbuang, Demokrat Usul Dapil Nasional
Indonesia
Waka Komisi II DPR Sebut Usul Capres Didukung 2 Fraksi akan Dibahas di Panja RUU Pemilu
Jumlah dukungan masih akan dibahas di Panja RUU Pemilu.
Dwi Astarini - Selasa, 22 September 2026
Waka Komisi II DPR Sebut Usul Capres Didukung 2 Fraksi akan Dibahas di Panja RUU Pemilu
Indonesia
PDIP Tunggu Naskah Akademik Capres-Cawapres Harus Diusung 2 Fraksi DPR
Deddy meminta pembahasan mengenai mekanisme tersebut dilakukan setelah dokumen resmi revisi UU Pemilu tersedia.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
PDIP Tunggu Naskah Akademik Capres-Cawapres Harus Diusung 2 Fraksi DPR
Indonesia
Demokrat Usul Dapil Nasional di Tengah Wacana Parliamentary Threshold 7 Persen
Demokrat lebih menyoroti potensi banyaknya suara rakyat yang hangus akibat penerapan PT.
Dwi Astarini - Minggu, 20 September 2026
Demokrat Usul Dapil Nasional di Tengah Wacana Parliamentary Threshold 7 Persen
Indonesia
PKB Dukung Batas Parlemen 5 Persen, Jaga Proporsionalitas Keterwakilan Politik
Di atas kertas, angka 5 persen diprediksikan akan menghasilkan tujuh sampai delapan partai politik di parlemen, tidak jauh berbeda saat penerapan PT 4 persen seperti Pemilu 2024.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 18 September 2026
PKB Dukung Batas Parlemen 5 Persen, Jaga Proporsionalitas Keterwakilan Politik
Indonesia
Gerindra Setuju Parliamentary Threshold 5 Persen
Sugiono menyatakan bakal ada pertemuan lanjutan antara ketua-ketua umum partai koalisi pemerintah untuk menentukan keputusan yang diambil bersama.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 16 September 2026
Gerindra Setuju Parliamentary Threshold 5 Persen
Bagikan