Rutin Cek Kesehatan Sekali Setahun untuk Cegah Alzheimer

Andrew FrancoisAndrew Francois - Kamis, 22 September 2022
Rutin Cek Kesehatan Sekali Setahun untuk Cegah Alzheimer

Alzheimer bisa sebabkan kelumpuhan memori hingga fisik. (Foto: Unsplash/Ryoji Iwata)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

PEMERIKSAAN kesehatan rutin memang perlu dilakukan, untuk memastikan tubuh selalu dalam kondisi prima dan tidak ada penyakit yang terlambat terdeteksi. Tak selalu setelah merasakan ada gejala, pemeriksaan kesehatan rutin justru untuk mencegah terjadinya penyakit kronis terjadi atau agar tidak terlambat diatasi.

Pendapat senada dilontarkan Guru Besar FK UNIKA Atma Jaya Prof. Dr. dr. Yuda Turana, SpS (K) yang mengungkapkan agar masyarakat melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin, setidaknya setahun sekali, terutama untuk mencegah penyakit alzheimer.

"Pentingnya check up karena jangan sampai istilahnya mobil mogok di tol, diderek. Meski masih berfungsi ya cek rutin sesuai dengan imbauan pabriknya," ungkap Yuda seperti yang dilaporkan Antara, Rabu (21/9).

Baca juga:

Viagra Berpotensi Bantu Cegah Alzheimer

Rutin cek kesehatan untuk cegah penyakit alzheimer. (Foto: Unsplash/Steven HWG)

Ia mengungkapkan saran tersebut sehubungan dengan tengah diperingatinya Alzheimer Day pada Rabu kemarin. Ia berpesan agar masyarakat selalu menjaga kesehatan dan menerapkan pola hidup sehat. Menurutnya, meski tak merasakan adanya gejala, namun pemeriksaan kesehatan rutin tetap perlu dilakukan.

Yuda mengatakan bila diabaikan, alzheimer dapat memengaruhi kondisi kesehatan lainnya. Misalnya, gangguan fisik bahkan hingga gangguan perilaku. Menurutnya, gejala utama alzheimer terdapat pada gangguan kognitif, terutama memori.

"Tapi seiring memberat, gangguannya bisa jadi gangguan perilaku. Mulai curigaan, emosi enggak stabil. Semakin menurun juga bisa muncul gangguan fisik. Mulai lemah, kemampuan menelan berkurang, kemampuan berjalan kaki juga berkurang sehingga risiko jatuh tinggi," tambahnya.

Baca juga:

Studi Baru Menunjukkan Minyak Zaitun Mampu Menurunkan Risiko Penyakit Jantung dan Alzheimer

Alzheimer juga bisa dicegah dengan pola hidup sehat sejak muda. (Foto: Unsplash/Jozsef Hocza)

Yuda menyarankan agar masyarakat memulai dan selalu menerapkan pola hidup sehat sejak dini untuk mencegah alzheimer. Sebab, kebiasaan buruk di masa muda seperti merokok dan meminum alkohol dapat menjadi salah satu faktor penyebab munculnya alzheimer di masa senja.

Ia kembali menambahkan, berdasarkan penelitian oleh STRIDE Atma Jaya di Jakarta dan Medan, jumlah penderita alzheimer menunjukkan angka hingga 23,9 persen. Sementara, di Yogyakarta, jumlah penderita penyakit tersebut mencapai 20 persen dan di Jatinganor paling tinggi, yakni menyentuh 29 persen.

"Padahal rata-rata di global itu kan sebenarnya enggak mencapai 20 persen. Itu di bawah 10 persen," tandasnya. (waf)

Baca juga:

Selangkah Makin Dekat Menuju Vaksin Alzheimer

#Kesehatan #Alzheimer
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Andrew Francois

I write everything about cars, bikes, MotoGP, Formula 1, tech, games, and lifestyle.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Lifestyle
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Dokter Citra Poerwa menjelaskan kaitan stres finansial dengan kesehatan mental dan fisik serta pentingnya skala prioritas bagi sandwich generation.
Soffi Amira - Minggu, 25 Oktober 2026
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Bagikan