Headline

Rusia Siap Berdialog Apa Saja dengan Amerika Termasuk Masalah Suriah

Eddy FloEddy Flo - Minggu, 11 Maret 2018
Rusia Siap Berdialog Apa Saja dengan Amerika Termasuk Masalah Suriah

Presiden Rusia Vladimir Putin (foto: screenshot presstv)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Kerap menjadi antagonis dalam kebijakan luar negeri Amerika Serikat di pelbagai belahan dunia, tidak membuat Rusia menutup pintu kerja sama dengan negeri Paman Sam.

Dalam wawancara televisi terbaru, Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan negaranya siap berbicara masalah apa pun dengan Amerika Serikat. Keterbukaan Rusia tersebut diiringi dengan desakan agar Washington juga bersikap yang sama.

"Kami siap membahas masalah apa saja, apakah yang terkait peluru kendali, perang dunia maya atau masalah kontraterorisme," kata Vladimir Putin dalam wawancara dengan NBC, yang diterbitkan Kremlin pada Sabtu (10/3) kemarin.

Putin engatakan Rusia dan Amerika Serikat harus duduk bersama dan membicarakan berbagai masalah agar posisinya jelas, kata traskrip wawancara itu, yang dibuat Kremlin.

"Saya mendapat kesan bahwa ini yang diinginkan presiden AS saat ini, tapi ia terhalang oleh beberapa kekuatan untuk dapat melakukannya," kata presiden Rusia itu.

Putin sebagaimana dilansir Antara dari Reuters mengatakan Rusia siap berunding kapan pun dan berharap Amerika Serikat juga siap melakukan hal yang sama.

"Akan datang waktunya ketika elit politik Amerika Serikat akan terdorong oleh pendapat umum untuk bergerak ke arah ini. Kami akan siap begitu mitra kami siap," pungkas Putin.

Salah satu pokok pembicaraan yang paling menyita perhatian dunia yakni kerja sama kedua negara adi daya itu dalam mengatasi konflik Suriah.

Sabtu kemarin untuk pertama kalinya gerilyawan pemberontak menyerahkan diri kepada pasukan pemerintah.

Dalam satu siaran langsung, stasiun televisi negara memperlihatkan gerilyawan yang duduk di dalam satu bus, kebanyakan dari mereka berjenggot dan banyak dari mereka kelihatan masih sangat muda, sementara seorang pembaca berita mengatakan sebagian gerilyawan itu berusia di bawah 18 tahun.

Kelompok lain gerilyawan diperkirakan pergi dalam waktu dekat, kata stasiun televisi tersebut, sebagaimana dikutip Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Sabtu.

Pengungsian kelompok kecil itu menandai kepergian pertama gerilyawan dari Ghouta Timur sejak jeda kemanusiaan harian dukungan Rusia di Ghouta Timur berlaku pada 27 Februari, setelah pengesahan Resolusi 2401 Dewan Keamanan PBB, yang disahkan pada 24 Februari dan menyerukan gencatan senjata kemanusiaan selama 30 hari.

Peristiwa tersebut juga terjadi dua hari setelah militer Rusia menawarkan jalan ke luar yang aman, dan mengajukan usul untuk mengizinkan gerilyawan menyerahkan kubu utama terakhir mereka di pinggir timur Damaskus itu.

Sejak 27 Februari, jenda kemanusiaan lima-jam setiap hari telah disahkan tanpa ada warga sipil yang meninggalkan Ghouta Timur, kecuali untuk dua kondisi ketika satu pasangan Pakistan serta 15 perempuan dan anak kecil pergi.

Jeda kemanusiaan dukungan Rusia tersebut bertujuan semata-mata memungkinkan warga sipil meninggalkan Ghouta Timur, dan helikopter pemerintah suriah menjatuhkan selebaran setiap hari untuk membimbing warga ke jalur aman untuk sampai ke Daerah Wafidin.

Sehari sebelumnya, Pemerintah Suriah mengumumkan pembukaan koridor lain kemanusiaan di Daerah Mlaiha di sebelah tenggara Damaskus, yang berdekatan dengan Kota Kecil Jisreen --yang dikuasai gerilyawan di Ghouta Timur.(*)

#Vladimir Putin #Rusia #Amerika Serikat #Konflik Suriah
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
Kebakaran Hutan Dekati Reno, Nevada, Hampir 90.000 Warga Diminta Ngungsi
Sekitar 42.000 orang diperintahkan segera mengungsi, sedangkan 45.000 warga lainnya diminta bersiap meninggalkan rumah mereka.
Dwi Astarini - Senin, 24 Agustus 2026
Kebakaran Hutan Dekati Reno, Nevada, Hampir 90.000 Warga Diminta Ngungsi
Indonesia
Perang Ekonomi Berlanjut, Iran Tetap Akan Blokir Pengiriman Minyak Lewat Selat Hormuz
Perang antara AS dan Iran dimulai pada 28 Februari saat AS dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah sasaran di Iran
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 24 Agustus 2026
Perang Ekonomi Berlanjut, Iran Tetap Akan Blokir Pengiriman Minyak Lewat Selat Hormuz
Indonesia
Rusia Buka Peluang Pertemuan Putin dan Trump Saat KTT APEC di China
November merupakan waktu di mana para pemimpin dunia mengikuti KTT Organisasi Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) di Shenzhen, China.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 24 Agustus 2026
Rusia Buka Peluang Pertemuan Putin dan Trump Saat KTT APEC di China
Dunia
Permukaan Air telah Capai Rekor Terendah, Kerangka Manusia Bermunculan di Waduk AS
Kekeringan yang sedang berlangsung menyebabkan permukaan air di sejumlah wilayah barat AS terus menyusut.
Dwi Astarini - Kamis, 20 Agustus 2026
Permukaan Air telah Capai Rekor Terendah, Kerangka Manusia Bermunculan di Waduk AS
Indonesia
Eskalasi Meningkat, Iran Dikabarkan Siap Serang Fasilitas Militer AS di Eropa
Pasukan Iran secara terpisah juga telah mengkaji kemungkinan menargetkan kabel serat optik bawah laut di Selat Hormuz jika terjadi eskalasi lebih lanjut, menurut laporan tersebut.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 19 Agustus 2026
Eskalasi Meningkat, Iran Dikabarkan Siap Serang Fasilitas Militer AS di Eropa
Indonesia
Rusia Bangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir dan Kilang Minyak di Myanmar
Moskow dan Naypyidaw juga tengah membahas rencana pembangunan pelabuhan laut dalam di pesisir selatan Myanmar yang mampu menampung kapal-kapal berukuran besar.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 19 Agustus 2026
Rusia Bangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir dan Kilang Minyak di Myanmar
Dunia
Insiden Kebakaran 51 Jeep Wrangler dan Gladiator Picu Gugatan Hukum di AS
Kasus kebakaran Jeep Gladiator dan Wrangler memicu gugatan hukum di AS. FCA recall 1,07 juta unit akibat masalah konektor listrik pompa power steering. NHTSA catat 51 kebakaran dan 1 cedera.
Wisnu Cipto - Rabu, 19 Agustus 2026
Insiden Kebakaran 51 Jeep Wrangler dan Gladiator Picu Gugatan Hukum di AS
Indonesia
Trump Ngotot Jadikan Selat Hormuz Bagian Wilayah AS
Pemimpin Turkiye itu juga mengatakan bahwa Ankara, bersama dengan Pakistan dan Arab Saudi, menunjukkan sikap tegas dalam memastikan stabilitas dan keamanan regional
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 18 Agustus 2026
Trump Ngotot Jadikan Selat Hormuz Bagian Wilayah AS
Dunia
Trump Ancam Bombardir Oman Jika Ikut Campur Kesepakatan Selat Hormuz
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melontarkan ancaman keras terhadap Oman.
Yusuf Abdillah - Selasa, 18 Agustus 2026
Trump Ancam Bombardir Oman Jika Ikut Campur Kesepakatan Selat Hormuz
Indonesia
Bertemu Prabowo, Wamenhan AS Elbridge Colby Optimistis Hubungan Indonesia-AS Makin Kuat
Wakil Menteri Perang AS Elbridge A. Colby bertemu Prabowo di Istana Negara. AS optimistis mempererat hubungan dan kerja sama strategis dengan Indonesia.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 12 Agustus 2026
Bertemu Prabowo, Wamenhan AS Elbridge Colby Optimistis Hubungan Indonesia-AS Makin Kuat
Bagikan