Merahputih.com - Pergerakan nilai tukar rupiah melemah 54,50 poin atau 0,31 persen ke posisi Rp17.859 per dolar Amerika Serikat pada perdagangan Selasa (2/6) pagi.
Pelemahan ini berbanding terbalik dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) melonjak 82,62 poin atau 1,35 persen ke level 6.210,00.
Baca juga:
IHSG Berpotensi Volatil, Kebijakan Ekspor Satu Pintu Kaburkan Kepercayaan Investor Pasar Saham
Dinamika ini menunjukkan adanya divergensi antara pasar spot valuta asing dan pasar modal domestik. Sebelumnya, mata uang Indonesia menutup perdagangan di level Rp17.805 per dolar Amerika Serikat.
Kenaikan tajam pasar saham dalam negeri memberi angin segar bagi para pelaku pasar modal. Kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 ikut merangkak naik 5,05 poin atau 0,83 persen menuju posisi 616,22.
Baca juga:
Rupiah Loyo Tembus Rp 17.800 Dianggap Tidak Masuk Akal, Menkeu Ogah Hitung Ulang APBN
Meskipun pasar saham bergairah, tekanan eksternal membuat mata uang domestik kehilangan taji.
Penguatan dolar Amerika Serikat secara global menjadi pemicu utama koreksi nilai tukar hari ini. Para pelaku pasar mengantisipasi pergerakan ini dengan mencermati kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat.

