RS Polri Rawat 31 Anggota Karena Luka-Luka, Tidak Ada Polisi Meninggal Dunia
Aksi Bentrok Massa dengan Aparat kepolisian di Mako Brimob Kwitang Jakarta
MerahPutih.com - Rumah Sakit Polri Kramat Jati, memastikan tidak ada anggota polisi yang meninggal dunia akibat demo yang berujung kericuhan di sejumlah wilayah di Jakarta.
"Tidak ada yang meninggal di RS Polri baik anggota Polri maupun masyarakat, semuanya aman," kata Karumkit RS Polri Kramat Jati, Brigjen Prima Heru Yulihartono kepada wartawan, Sabtu (30/8).
Dia menuturkan, memang ada anggota yang kritis dirawat di RS Kramat Jati, namun hingga saat ini kondisi anggota sudah membaik.
"Kondisi anggota sudah mulai membaik," ujarnya.
Baca juga:
Presiden Prabowo Perintahkan Polisi dan TNI Tindak Tegas Perusuh Saat Demo Berlangsung
Sementara itu, sebanyak 31 polisi yang terluka dirawat di RS Polri Kramat Jati.
Kasubag Humas RS Polri Kompol Yoan Hendri menyebut, 31 orang yang dirawat merupakan anggota kepolisian yang berjaga saat aksi ricuh itu.
Kondisi para korban beragam. Dari luka ringan hingga ada yang cukup parah sehingga memerlukan tindakan operasi.
"Kami tetap menjalankan perawatan intensif kepada korban, karena ada yang luka, ada yang paling parah juga, tapi tidak bisa kita jelaskan," ucap Yoan. (Knu)
Bagikan
Joseph Kanugrahan
Berita Terkait
MK Bolehkan Polisi Bertugas di Jabatan Sipil asal Sesuai Undang-Undang, Pengamat Minta tak Ada lagi Keraguan
Demo Bela Venezuela di Depan Kedubes AS, Perhimpunan Ojol Sebut Amerika tak lagi Jadi Acuan Demokrasi
Demo Ojol Hari Ini, Polisi Turunkan 1.541 Aparat dan Imbau Warga Jauhi Ring 1 Monas
Polri Pastikan Layanan Contact Center 110 Diakses Gratis, Masyarakat Bisa Lapor 24 Jam
Nakhoda dan ABK KM Putri Sakinah Ditetapkan Tersangka, Polisi Sebut Ada Unsur Kelalaian
Protes Institusi Polri Ditempatkan ‘Setara’ Kementerian, Penasihat Kapolri: Bertentangan dengan UUD 1945!
Polisi Tangkap Jurnalis di Morowali, Tegaskan Bukan Terkait Profesi Pers
Viral Pos Polisi Tulungagung Dipakai Bikin Video Mesum, Identitas Pelaku Masih Dicari
Rotasi Jabatan di Polda Metro Jaya, Sejumlah Pejabat Utama dan Kapolres Diganti
Premanisme di Jakarta Masih Marak, 250 Kasus Terungkap Sepanjang 2025