Premanisme di Jakarta Masih Marak, 250 Kasus Terungkap Sepanjang 2025

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Rabu, 31 Desember 2025
Premanisme di Jakarta Masih Marak, 250 Kasus Terungkap Sepanjang 2025

Gedung Polda Metro Jaya. (Foto: Dok. Humas Polri)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Polda Metro Jaya mengungkap ratusan kasus premanisme sepanjang tahun 2025. Total terdapat 250 kasus premanisme yang berhasil ditangani, dengan 348 tersangka diamankan dalam berbagai operasi penegakan hukum.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Metro Jaya, Kombes Pol Iman Imannudin, menyebutkan terdapat sejumlah kasus yang menjadi perhatian publik.

“Di antaranya ada dua kejadian menonjol, pertama pendudukan lahan parkir RSUD Tangerang Selatan dan pemerasan terhadap pedagang di Pasar SGC,” kata Iman di Polda Metro Jaya, Rabu (31/12).

Baca juga:

Polda Metro Ungkap Lonjakan Kendaraan di 2025, Berdampak Besar ke Kemacetan Jakarta

Selain penindakan terhadap premanisme, Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya juga fokus menangani tindak pidana perdagangan orang (TPPO) serta kejahatan terhadap perempuan dan anak.

Berdasarkan data kepolisian, angka kejahatan terhadap kelompok rentan pada 2025 mengalami penurunan sebesar 8,82 persen dibandingkan tahun 2024.

“Sepanjang tahun 2025, pengungkapan kasus TPPO tercatat sebanyak 16 perkara dengan 34 tersangka. Sementara tindak pidana perlindungan perempuan dan anak (PPA) sebanyak 77 perkara dengan 29 tersangka,” jelas Iman.

Salah satu kasus TPPO yang menonjol adalah perdagangan anak ke salah satu suku di Indonesia. Dalam kasus tersebut, Polda Metro Jaya berhasil menyelamatkan korban dan mengembalikannya kepada pihak keluarga.

“Beberapa kasus menonjol kami sampaikan, salah satunya eksploitasi anak di Jakarta Barat. Korban awalnya diimingi pekerjaan, namun dalam pelaksanaannya justru dieksploitasi secara seksual,” ungkapnya.

Baca juga:

Polda Metro Jaya Ungkap 7.426 Kasus Narkoba Sepanjang 2025, Hampir 10 Ribu Tersangka Ditangkap

Di sisi lain, Polda Metro Jaya juga mengedepankan pendekatan keadilan restoratif (restorative justice) dalam penyelesaian perkara tertentu. Sepanjang 2025, terdapat 93 perkara diselesaikan melalui restorative justice, meningkat 3,91 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Secara keseluruhan, jumlah laporan polisi yang masuk ke Polda Metro Jaya sepanjang 2025 mencapai 74.013 perkara.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri menyampaikan bahwa angka tersebut menyumbang sekitar 16,7 persen dari total laporan polisi secara nasional, yang tercatat sebanyak 329.120 kasus.

Ia menegaskan tingginya laporan tersebut sejalan dengan karakter Jakarta sebagai pusat aktivitas nasional.

“Secara historis, laporan polisi di Polda Metro Jaya setiap tahunnya konsisten berada di atas 50 ribu kasus. Sementara rata-rata laporan nasional per tahun mencapai 329.120 laporan,” ujar Asep. (Knu)

#Polisi #Polda Metro Jaya #Premanisme
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Kendaraan Hasil Curanmor akan Dikembalikan ke Pemilik, Ini Syarat dari Polda Metro Jaya
Polda Metro Jaya mengungkap 141 kasus curanmor di Jabodetabek. Sebanyak 317 tersangka ditangkap dan 156 kendaraan hasil curian diamankan, termasuk 15 mobil dan 141 motor.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 09 Juni 2026
Kendaraan Hasil Curanmor akan Dikembalikan ke Pemilik, Ini Syarat dari Polda Metro Jaya
Indonesia
Anggota Polisi yang Bertugas di Jabatan Sipil, Kapolri: itu Ada Permintaan
Menepis anggapan Polri secara aktif menempatkan personelnya ke berbagai kementerian dan lembaga.
Dwi Astarini - Selasa, 09 Juni 2026
Anggota Polisi yang Bertugas di Jabatan Sipil, Kapolri: itu Ada Permintaan
Indonesia
Dukung Perpanjangan Usia Pensiun Polisi, Pengamat: Pengalamannya Dibutuhkan
Polisi bukan hanya soal kekuatan fisik. Dalam banyak kasus, yang dibutuhkan ialah pengalaman, kebijaksanaan, kemampuan berkomunikasi, dan pemahaman terhadap karakter masyarakat.
Dwi Astarini - Selasa, 09 Juni 2026
Dukung Perpanjangan Usia Pensiun Polisi, Pengamat: Pengalamannya Dibutuhkan
Indonesia
Tanggapi Usulan Menteri HAM, Pengamat: Polri Belum Perlu Buka Jabatan Strategis untuk Kalangan Sipil
Pengamat Hukum Kepolisian Edi Hasibuan menilai usulan membuka jabatan strategis nonoperasional Polri bagi kalangan sipil dalam revisi UU Polri belum menjadi kebutuhan mendesak.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 09 Juni 2026
Tanggapi Usulan Menteri HAM, Pengamat: Polri Belum Perlu Buka Jabatan Strategis untuk Kalangan Sipil
Indonesia
Bersiap Hadapi Begal Jalanan, Resmob Polda Metro Latihan Menembak biar enggak Salah Tembak
kemampuan personel perlu terus diasah agar setiap tindakan kepolisian dapat dilakukan secara tepat, terukur, dan meminimalkan risiko.
Dwi Astarini - Senin, 08 Juni 2026
Bersiap Hadapi Begal Jalanan, Resmob Polda Metro Latihan Menembak biar enggak Salah Tembak
Indonesia
Operasi Patuh Jaya 2026 Batal Digelar, Polda Metro Jaya Pastikan Penindakan Lalu Lintas Tetap Berjalan
Operasi Patuh Jaya 2026 di wilayah Polda Metro Jaya ditunda. Penegakan hukum lalu lintas melalui ETLE, tilang, dan pengawasan rutin tetap berjalan.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 08 Juni 2026
Operasi Patuh Jaya 2026 Batal Digelar, Polda Metro Jaya Pastikan Penindakan Lalu Lintas Tetap Berjalan
Indonesia
Operasi Patuh Jaya 2026 Ditlantas Polda Metro Jaya Ditunda, Pengendara Motor Lawan Arus Siap-siap Kena Tilang Harian
Penegakan hukum harian terus menyasar para pelanggar aturan melalui sistem elektronik maupun tindakan langsung secara persuasif
Angga Yudha Pratama - Senin, 08 Juni 2026
Operasi Patuh Jaya 2026 Ditlantas Polda Metro Jaya Ditunda, Pengendara Motor Lawan Arus Siap-siap Kena Tilang Harian
Indonesia
Kapolri Ngaku Terbuka Sipil Profesional Masuk Jajaran Pejabat Polri
Anggota Korps Bhayangkara kerap diberikan ruang untuk menduduki di luar struktural. Maka, Polri juga akan memberikan timbal balik jabatan.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 07 Juni 2026
Kapolri Ngaku Terbuka Sipil Profesional Masuk Jajaran Pejabat Polri
Indonesia
Politikus PDIP Ingin Mekanisme Pengawasan di RUU Kepolisian Diperkuat
Institusi kepolisian harus terlindungi dari intervensi politik maupun pengaruh kelompok oligarki.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 07 Juni 2026
Politikus PDIP Ingin Mekanisme Pengawasan di RUU Kepolisian Diperkuat
Indonesia
Polda Metro Jaya Siagakan Pengamanan Khusus di GBK, 8 Acara Besar Digelar Bersamaan di Akhir Pekan 6-7 Juni 2026
Polda Metro Jaya menyiapkan pengamanan khusus di kawasan GBK selama akhir pekan. 8 acara besar digelar bersamaan, mulai dari konser hingga turnamen internasional.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 06 Juni 2026
Polda Metro Jaya Siagakan Pengamanan Khusus di GBK, 8 Acara Besar Digelar Bersamaan di Akhir Pekan 6-7 Juni 2026
Bagikan