Ribuan Warga Gaza Termasuk Warga Dihukum Seumur Hidup di Bebaskan Isreal
Ilustrasi Jalur Gaza tinggal puing-puing akibat serbuan Israel sejak Oktober 2023. /ANTARA/Anadolu/py
MerahPutih.com - Warga Palestina yang ditahan Israel dari Jalur Gaza sejak 7 Oktober 2023, yakni 1.718 warga Palestina asal Jalur Gaza, dan 250 warga Palestina lainnya yang sebelumnya menjalani hukuman seumur hidup atau hukuman jangka panjang di Tepi Barat yang diduduki Israel, Yerusalem, dan sejumlah lokasi di luar negeri dibebaskan Israel.
Pembebasan ini berdasarkan rencana Presiden AS Donald Trump. Mereka telah tiba di Kota Khan Yunis di Gaza selatan, menurut laporan kantor media Palestina untuk urusan tahanan, Senin (13/10).
"Dibebaskan sebagai bagian dari pertukaran dengan sandera Israel, telah tiba dengan bus di Khan Yunis, tepatnya di alun-alun dekat Kompleks Medis Nasser," tulis laporan kantor media Palestina.
Mereka akan menjalani pemeriksaan medis di rumah sakit lapangan yang secara khusus disiapkan untuk memeriksa warga Palestina yang dibebaskan dari penjara Israel, kata kantor media itu.
Baca juga:
Saluran berita Al-Araby menayangkan suasana haru ratusan warga yang berkumpul di alun-alun guna menyambut para tahanan Palestina yang telah dibebaskan.
Sementara itu, Peserta Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) perdamaian Gaza, berkomitmen terhadap penyelesaian setiap perselisihan di masa mendatang melalui diplomasi dan negosiasi, bukan dengan kekerasan.
"Kami dengan ini berkomitmen untuk menyelesaikan perselisihan di masa mendatang melalui langkah diplomatik dan negosiasi, alih-alih dengan kekerasan atau konflik berkepanjangan," menurut pernyataan yang dipublikasikan Gedung Putih, Senin (13/10).
"Kami mengakui bahwa Timur Tengah tidak dapat bertahan dalam siklus peperangan yang berkepanjangan, perundingan yang terhenti, atau penerapan syarat yang dinegosiasikan secara terpisah-pisah, tidak lengkap, atau selektif."
"Kami mengupayakan visi komprehensif untuk mewujudkan perdamaian, keamanan, dan kesejahteraan bersama di kawasan, yang didasarkan pada prinsip-prinsip saling menghormati dan senasib sepenanggungan," menurut dokumen tersebut lebih lanjut.
KTT tersebut diadakan pada Senin di Sharm El-Sheikh, Mesir, mempertemukan 35 pemimpin dunia, termasuk Presiden Prabowo Subianto.
Bagikan
Alwan Ridha Ramdani
Berita Terkait
Seruan Indonesia Untuk Redakan Konflik Thailand dan Kamboja, Desak Saling Tahan Diri
Israel 813 Kali Langgar Gencatan Senjata Gaza, Banjir Kecaman Negara Eropa
Israel Lakukan 813 Kali Pelanggaran Gencatan Senjata di Gaza, Akses Bantuan Masih Dihambat
Konflik Kamboja dan Thailand Bikin Sekolah Tutup, Ratusan Warga Mengungsi
Trump Klaim Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza Bakal Didukung Banyak Negara
ICC Tolak Banding Israel, Status PM Benjamin Netanyahu Tetap Buron Kejahatan Perang
Trump Bakal Jabat Ketua Dewan Perdamaian, Kelola Administrasi Gaza
Kapal Perang USS Cincinnati-20 dan Drone AS Merapat ke Batam
Angkatan Laut Thailand Luncurkan Operasi Skala Besar di Perbatasan Kamboja
Israel Serbu Kantor PBB untuk Pengungsi Palestina, Staf Internasional Dipaksa Pergi