Ribuan Buruh dan Mahasiswa Demo Kritik Dua Tahun Pemerintahan Jokowi
Demo buruh. Foto: Merahputih.com / Rizki Fitrianto
MerahPutih.com - Ribuan massa dari berbagai elemen buruh yang tergabung dalam Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak) menggelar aksi demo pada Kamis (28/10) di Patung Kuda, Gambir Jakarta Pusat.
Aksi demo ini dalam rangka evaluasi dua tahun kepemimpinan Presiden Joko Widodo-Ma’ruf Amin.
Baca Juga
“Iya dari Gebrak seribu orang,” kata Ketua Umum Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (Kasbi) Nining Elitos saat dihubungi, Kamis (28/10).
Dia menuturkan, bahwa pemerintah belum berhasil dalam menyejahterakan masyarakat selama dua tahun terakhir.
“Maka kenapa harus turun ke jalan situasi seperti ini karena. Pemerintah dan wakil-wakil rakyat menutup mata persoalan pokok rakyat,” ujarnya.
Nining menyampaikan ada sejumlah tuntutan yang akan dilakukan pihaknya dalam aksi tersebut.
Tuntutan itu mulai dari pencabutan UU Cipta Kerja, penghentian pembungkaman kritik, hingga Setop kekerasan dan pelecehan terhadap perempuan.
Selain buruh, mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) juga akan melakukan demo hari ini.
Ketua BEM UI, Leon Alvinda Putra menilai dalam dua tahun terakhir pemerintah masih masih jauh dalam menuntaskan perosalan rakyat. Adapun dalam aksi ini BEM UI mengeluarkan sikap untuk pemerintah, di antaranya:
-Menerbitkan Perppu untuk mencabut revisi UU Minerba dan UU Cipta Kerja beserta aturan turunannya, menghentikan proyek strategis nasional yang merusak lingkungan hidup dan merampas hak warga, serta memasifkan penggunaan energi bersih terbarukan dengan mengurangi penggunaan energi kotor batubara.
-Menyelesaikan pelanggaran HAM masa lalu dan mengadili pelakunya melalui pengadilan HAM secara adil dan transparan.
-Memastikan terciptanya kebebasan akademik di lingkup kampus dan memastikan tidak ada lagi mahasiswa dan dosen yang mendapat sanksi dari kampus karena menyampaikan analisa, pendapat dan aspirasinya.
-Melakukan perbaikan sistem kesehatan untuk persiapan menghadapi gelombang ketiga pandemi COVID-19 dan melakukan evaluasi terhadap Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin terkait kinerjanya dalam melakukan penanganan pandemi COVID-19 di Indonesia. (Knu)
Baca Juga
Bagikan
Joseph Kanugrahan
Berita Terkait
Upah Dinilai Tak Cukup untuk Hidup di Jakarta, Bos Buruh: Kami Kerja tapi Tetap Nombok
Buruh akan Demo Serentak Kamis (15/1), Tuntut Revisi UMP DKI dan RUU Ketenagakerjaan
Buruh Demo Depan Istana Negara Minta Penaikan UMP 2026, Polisi Ingatkan untuk tak Provokasi
Tolak UMP Jakarta 2026 Naik Jadi Rp 5,7 Juta, Buruh Siap Tempuh Jalur Hukum
UMP Jakarta 2026 Dianggap Terlalu Kecil, Presiden Partai Buruh: Gaji di Sudirman Lebih Kecil dari Pabrik Panci Karawang
Ada Demo Buruh Tolak UMP Jakarta 2026 Hari ini, Polisi Jamin tak Ada Penutupan Jalan
UMP 2026 Terancam Anjlok, Legislator PDIP Tagih Janji Hidup Layak Sesuai Konstitusi
KSPI Batalkan Aksi Buruh 24 November, Tunggu Keputusan Upah Minimum 2026
Antisipasi Demo Buruh, Polisi Siapkan Pengalihan Arus Lalu Lintas di Jakarta
Aksi Buruh Siap Geruduk Istana dan DPR, Kenaikan Upah Rp 90 Ribu Dinilai Terlalu Rendah