Relawan Jokowi Gelar Musyawarah Rakyat Tentukan Capres 2024

Andika PratamaAndika Pratama - Minggu, 17 Juli 2022
Relawan Jokowi Gelar Musyawarah Rakyat Tentukan Capres 2024

15 organisasi relawan Jokowi Jateng akan menggelar Musyawarah Rakyat (Musra) Indonesia. (MP/Ismail)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Sebanyak 15 Organisasi relawan pendukung Presiden Jokowi akan menggelar Musyawarah Rakyat (Musra) Indonesia. Musra bertujuan untuk mencari sosok calon presiden (capres) di Pilpres 2024.

Organisasi relawan pendukung Jokowi itu antara lain Projo, Seknas Jokowi, Relawan Buruh Sahabat Jokowi, Bara JP, Almisbat, GK, RKIH, Gapura, Jaman, Kornas Jokowi, Indeks, KIB, Duta Jokowi, dan RPJB.

Baca Juga

Jokowi Sebut Sarinah sebagai Ikon Penting Bangsa Indonesia

Ketua Panitia Musra Indonesia, Panel Barus mengatakan, Musra Indonesia merupakan salah satu wadah bagi rakyat untuk bisa terlibat dalam menentukan nasib bangsa ke depan.

"Kita akan menjaring aspirasi terkait Capres dan Cawapres dan urusan program-progra strategis nasional ke depan," ujar Barus, Minggu (17/6)

Ia menyebut Musra adalah suatu ruang demokratis yang mana membuka seluas-luasnya supaya semua rakyat semua ikut rembug bersama.

"Pasca Pak Jokowi ini harapan kami bukan hanya menjadi segelintir elite, tetapi rakyat Indonesia harus terlibat,” kata dia.

Baca Juga

Jokowi Minta Para Perwira TNI dan Polri Bawa Indonesia Menjadi Negara Maju

Keterlibatan rakyat untuk menentukan capres dan cawapres itu, lanjut dia, supaya kepemimpinan nasional yang dihasilkan pasca Jokowi itu benar-benar kepemimpinan yang berkualitas, yang dicintai rakyat dan didukung oleh rakyat.

Musra Indonesia pun berharap nantinya para calon yang capres maupun cawapres yang terjaring kualitasnya bisa setara atau malah di atasnya Presiden Jokowi.

“Musra ini punya keinginan bahwa Pak Jokowi bisa menjadi benchmark (tolak ukur) kepemimpinan nasional ke depan. Jadi kepemimpinan nasional pasca Jokowi jangan jauh lah standarnya dibandingkan dengan Pak Jokowi, kalau bisa lebih,” papar dia.

Ia menambahkan rencananya Musra Indonesia akan digelar mulai 27 Agustus 2022 hingga Maret 2023. Musra pertama akan digelar di Bandung, Jawa barat dan Musra yang terakhir akan digelar di Jakarta sebagai acara puncak. Rencananya Musra Indonesia akan digelar di 34 provinsi.

"Musra Indonesia di Jawa Tengah rencananya digelar di Stadion Manahan dan akan dihadiri massa sekitar 30-40 ribu orang. Musra Jateng memang dipusatkan di Solo karena Presiden Jokowi berasal dari Solo,” pungkasnya. (Ismail/Jawa Tengah)

Baca Juga

Jokowi Teruskan Misi Damai Ukraina dan Rusia di G20

#Presiden Jokowi #Relawan Jokowi #Pilpres #Pemilu
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
10 Isu Strategis Dalam Rancangan Undang-Undang Pemilu
Isu-isu strategis yang akan dibahas itu menjadi dasar bagi panja untuk mengundang pihak-pihak terkait guna menyampaikan saran dan masukannya terhadap sistem Pemilu.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 05 Oktober 2026
10 Isu Strategis Dalam Rancangan Undang-Undang Pemilu
Dunia
Pilpres Brazil 2 Putaran, Petahana Dikalahkan Oposisi
Calon presiden Flavio Bolsonari memperoleh suara 47,23 persen. Kemudian, Lula da Silva memperoleh suara 44,93 persen.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 05 Oktober 2026
Pilpres Brazil 2 Putaran, Petahana Dikalahkan Oposisi
Indonesia
Legislator Golkar Komentari Usul Dapil Nasional: Menarik, tapi jangan Bikin Bingung
Sistem tersebut menarik karena partai politik memiliki peran dalam menentukan calon yang memperoleh mandat rakyat.
Dwi Astarini - Rabu, 23 September 2026
Legislator Golkar Komentari Usul Dapil Nasional: Menarik, tapi jangan Bikin Bingung
Indonesia
Punya 2 Juta Suara Terbuang, Demokrat Usul Dapil Nasional
Pembahasan mengenai mekanisme tersebut, masih terus dilakukan id antara partai politik sebagai bagian dari penyusunan revisi Undang-Undang Pemilu.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 23 September 2026
Punya 2 Juta Suara Terbuang, Demokrat Usul Dapil Nasional
Indonesia
Puan Pastikan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Pilpres Masih Wacana
Wacana-wacana itu masih merupakan perbincangan di antara partai politik dan belum masuk tahapan pembahasan di DPR RI.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 22 September 2026
Puan Pastikan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Pilpres Masih Wacana
Indonesia
PDIP Tunggu Naskah Akademik Capres-Cawapres Harus Diusung 2 Fraksi DPR
Deddy meminta pembahasan mengenai mekanisme tersebut dilakukan setelah dokumen resmi revisi UU Pemilu tersedia.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
PDIP Tunggu Naskah Akademik Capres-Cawapres Harus Diusung 2 Fraksi DPR
Indonesia
PDIP Buka Opsi Parliamentary Threshold 5-7 Persen untuk Efektivitas Kerja Parlemen
Penaikan PT diperlukan untuk mendorong efektivitas kerja parlemen.
Dwi Astarini - Minggu, 20 September 2026
PDIP Buka Opsi Parliamentary Threshold 5-7 Persen untuk Efektivitas Kerja Parlemen
Indonesia
Demokrat Usul Dapil Nasional di Tengah Wacana Parliamentary Threshold 7 Persen
Demokrat lebih menyoroti potensi banyaknya suara rakyat yang hangus akibat penerapan PT.
Dwi Astarini - Minggu, 20 September 2026
Demokrat Usul Dapil Nasional di Tengah Wacana Parliamentary Threshold 7 Persen
Indonesia
Ketum Partai Disebut Sepakat Ambang Batas Parlemen 4 Sampai 5 Persen.
Komisi II DPR juga tetap memperhatikan sejumlah putusan Mahkamah Konstitusi (MK) soal pemilu hingga masukan-masukan dari akademisi dan masyarakat sipil.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 15 September 2026
Ketum Partai Disebut Sepakat Ambang Batas Parlemen 4 Sampai 5 Persen.
Dunia
Partai Kanan Ekstrem Alternatif Jerman Menang Besar di Negara Bagian, Bersiap Tarung di Pemilu Federal
Seusai menang besar dalam pemilu di negara bagian Sachsen-Anhalt, Jerman bagian timur, partai kanan ekstrem Alternatif untuk Jerman (Alternative Fur Deutschland/AfD) kini mengincar kemenangan dalam pemilu federal.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 08 September 2026
Partai Kanan Ekstrem Alternatif Jerman Menang Besar di Negara Bagian, Bersiap Tarung di Pemilu Federal
Bagikan