Media Sosial

Rahasia 'Second Account' Buat yang Tahu Saja

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Sabtu, 25 Desember 2021
Rahasia 'Second Account' Buat yang Tahu Saja

Second account buat yang tahu-tahu saja. (Foto: Unsplash/Solen Feyissa)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

"ALAY banget sih, dikit-dikit bikin story, dikit-dikit ngeluh, storynya juga sampai titik-titik, padahal selebgram juga bukan,"bunyi komentar yang diterima Luna (bukan nama asli) setiap kali dirinya membuat postingan yang terlalu banyak di Instagram miliknya.

Luna sering menerima ujaran negatif karena hobinya yang gemar mengabadikan momen. Komentar negatif yang diterima Luna akhirnya membuatnya menjadi tidak nyaman untuk berbagi keluh kesah di laman Instagramnya sendiri.

Baca Juga:

Alibi Paling Template Mengakali Penjaga Toilet SPBU

Selain itu, Luna rupanya juga diminta untuk menjaga sikapnya dalam bermedia sosial dan bahkan banyak larangan yang harus diikuti selama menjadi bagian dari panitia ospek di kampusnya. Sebagai senior kampus ia harus memberikan contoh untuk adik-adik kelasnya. Hal-hal ini membuat Luna kehilangan tempat untuk mencurahkan isi hatinya dan bahkan kegemarannya dalam mengabadikan momen.

Second Account merupakan akun kedua yang pada umumnya dibuat karena kisah seperti yang dialami oleh Luna. Mereka yang tidak lagi nyaman berbagi momen untuk dilihat publik biasanya membuat akun khusus yang hanya diketahui dan berisikan orang-orang terdekat.

Biasanya second account menggunakan nama-nama yang unik. (Foto: Unsplash/Phil Desforges)

Keberadaan second account ini juga sangat unik dan biasanya diberi nama-nama yang nyeleneh. Misalnya saja menggunakan nama yang di balik seperti 'Luna' menjadi 'Anul' atau mungkin menggunakan nama sesuai dengan apa yang mereka gemari seperti 'Pecintaindomiekuah' dan lain sebagainya.

Selain nama-nama yang unik, second account biasanya juga bersifat privasi dan hanya orang-orang tertentu yang diizinkan untuk masuk. Jadi, selain orang-orang terdekat, biasanya keberadaan second account jarang diketahui apalagi dengan nama samaran yang nyeleneh.

Second account tidak hanya dimiliki oleh orang awam, tetapi juga kalangan selebritas. Hal ini diketahui karena beberapa kali masyarakat sempat heboh karena tersebarnya postingan dari akun kedua selebritas papan atas.

Baca Juga:

Bunda, Begini Trik Suami Beli Barang Mahal

Kalau ditanya tujuan untuk memiliki second account itu apa, kebanyakan memiliki tujuan untuk menyalurkan hobi. Mereka yang suka menggambar biasanya membuat akun kedua sebagai tempat khusus karya-karya mereka. Pencinta kuliner juga bisa membuat akun kedua untuk membagikan foto-foto makanan lezat.

Akun kedua untuk menyalurkan hobi biasanya dilakukan agar hobi mereka tertata rapi dan tidak bercampur dengan akun yang dibuka untuk publik. Bisa juga karena kurangnya rasa percaya diri untuk membagikan karya mereka di akun utama.

Bisa jadi wadah untuk menyalurkan hobi. (Foto: Unsplash/@Gabrielle Henderson)

Tujuan lainnya terkadang bersifat negatif, yaitu untuk berselingkuh ataupun sebagai wadah untuk menampung semua kenakalan yang dilakukan. Mereka yang berselingkuh tentunya memiliki akun kedua yang dibuat untuk selingkuhan. Sedangkan mereka yang menggunakannya sebagai wadah untuk nakal-nakalan biasanya untuk menunjukkan jati diri. Jadi, apa yang ditunjukkan di akun utama dan di akun kedua tentunya berbeda.

Di second account, kamu juga bebas berekspresi dan bebas untuk melakukan apapun karena ada peraturan umum yang diketahui oleh para pemilik akun kedua yaitu, tidak boleh menghakimi, tidak boleh memberikan komentar negatif, dan tidak boleh menyebarluaskan konten-konten yang berada di akun kedua. Kepercayaan diberikan bagi mereka yang sudah diizinkan untuk masuk ke second account, sehingga mereka akan dikeluarkan dari akun kedua tersebut jika tidak bisa menjaga rahasia yang disebarkan di second account.

Mereka yang memiliki second account biasanya merasa tidak semua hal bisa dibagikan secara umum. Akun kedua ini dibuat secara rahasia dan berisi orang-orang tertentu agar pemiliknya tidak usah jaim, takut di-judge ataupun sekedar enggak enak dengan atasan, guru dan orang tua.

Terkadang ada beberapa hal yang tidak sopan jika sampai terlihat oleh atasan, dosen atau guru. Beberapa di antaranya juga mengaku bahwa ada kenakalan yang mereka lakukan dan tidak mau sampai diketahui oleh orang tuanya, sehingga second account menjadi tempat yang aman untuk membuat kenangan. Intinya, akun kedua ini menjadi akal-akalan pengguna agar lebih nyaman bermain media sosial. (tel)

Baca Juga:

Pergi ke Gym, 10 Persen Olahraga, 90 Persen Tebar Pesona

#Media Sosial #Desember Akal-Akalan Negeri Aing
Bagikan
Ditulis Oleh

Ikhsan Aryo Digdo

Learner.

Berita Terkait

Indonesia
Polisi di Palembang Amankan Pemuda Bikin Konten Pocong AI, Alasannya Resahkan Warga
Masifnya sebaran di media sosial membuat banyak warga telanjur mempercayai foto tersebut sebagai peristiwa nyata.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 02 Juni 2026
Polisi di Palembang Amankan Pemuda Bikin Konten Pocong AI, Alasannya Resahkan Warga
Indonesia
Age Assurance Senjata Baru PP Tunas Tutup Celah Anak Manipulasi Umur Daftar Medsos
Pentingnya teknologi Age Assurance bagi PSE sesuai PP Tunas. Teknologi ini menutup celah verifikasi usia manual dan didukung program literasi digital untuk orang tua.
Wisnu Cipto - Jumat, 22 Mei 2026
Age Assurance Senjata Baru PP Tunas Tutup Celah Anak Manipulasi Umur Daftar Medsos
Indonesia
Akun Medsos Wajib Cantumkan Nomor Ponsel, DPR: Cegah Hoaks dan Penipuan
Penggunaan media sosial harus diatur dengan baik demi menciptakan ruang digital yang sehat, aman, dan bertanggung jawab.
Dwi Astarini - Jumat, 22 Mei 2026
Akun Medsos Wajib Cantumkan Nomor Ponsel, DPR: Cegah Hoaks dan Penipuan
Indonesia
Begini Data Terkini Pengguna Internet di Indonesia Tahun 2026, Masih Ada Jutaan Orang Tidak Dapatkan Akses
Masyarakat yang bekerja memiliki kontribusi penggunaan internet terbesar dengan penetrasi mencapai 84,9 persen.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 21 Mei 2026
Begini Data Terkini Pengguna Internet di Indonesia Tahun 2026, Masih Ada Jutaan Orang Tidak Dapatkan Akses
Indonesia
Wakil Ketua MPR Minta Maaf soal Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar di Kalbar, Janji Segera Evaluasi
MPR RI menyampaikan permohonan maaf atas viralnya Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar di Kalbar. Pihaknya akan segera melakukan evaluasi.
Soffi Amira - Selasa, 12 Mei 2026
Wakil Ketua MPR Minta Maaf soal Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar di Kalbar, Janji Segera Evaluasi
Indonesia
Densus 88 Antiteror Polri Tangkap 8 Orang Diduga Sebaran Propaganda Terorisme di Medsos
Densus 88 Antiteror Polri masih terus melakukan pengembangan dan pendalaman terhadap kedelapan tersangka tersebut
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 06 Mei 2026
Densus 88 Antiteror Polri Tangkap 8 Orang Diduga Sebaran Propaganda Terorisme di Medsos
Fun
Friendster Comeback, Platform Legendaris Era 2000-an Kini Hadir di iPhone
Friendster bangkit kembali dan kini tersedia di iPhone. Dibeli Mike Carson, platform ini hadir dengan konsep relasi unik tanpa algoritma.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 01 Mei 2026
Friendster Comeback, Platform Legendaris Era 2000-an Kini Hadir di iPhone
Indonesia
Australia Bikin Aturan Pajak Baru, Paksa Raksasa Teknologi Beli Konten dari Media Lokal
Meta, Google, dan TikTok akan diberi kesempatan untuk menjalin kesepakatan konten dengan penerbit berita lokal.
Dwi Astarini - Rabu, 29 April 2026
  Australia Bikin Aturan Pajak Baru, Paksa Raksasa Teknologi Beli Konten dari Media Lokal
Dunia
Norwegia Larang Penggunaan Media Sosial bagi Anak di Bawah 16 Tahun, Haruskan Perusahaan Teknologi Verifikasi Usia Pengguna
Norwegia negara terbaru yang berupaya melarang penggunaan media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun.
Dwi Astarini - Jumat, 24 April 2026
Norwegia Larang Penggunaan Media Sosial bagi Anak di Bawah 16 Tahun, Haruskan Perusahaan Teknologi Verifikasi Usia Pengguna
Indonesia
Komdigi: YouTube Setuju Batasi Usia 16 Tahun dan Hapus Iklan untuk Anak
YouTube Indonesia resmi patuhi aturan pemerintah dengan batas usia minimum 16 tahun dan penghapusan iklan untuk anak dan remaja.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 22 April 2026
Komdigi: YouTube Setuju Batasi Usia 16 Tahun dan Hapus Iklan untuk Anak
Bagikan