Australia Bikin Aturan Pajak Baru, Paksa Raksasa Teknologi Beli Konten dari Media Lokal

Dwi AstariniDwi Astarini - Rabu, 29 April 2026
  Australia Bikin Aturan Pajak Baru, Paksa Raksasa Teknologi Beli Konten dari Media Lokal

Australia Bikin Aturan Pajak Baru, Paksa Raksasa Teknologi Beli Konten dari Media Lokal . (foto: unsplash/

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM — PEMERINTAH Australia mengambil langah besar dalam membantu perusahaan media tradisional untuk bertahan di tengah era media sosial. Dalam rancangan undang-undang terbaru, yang diungkap pada Selasa (28/4), Australia berencana mengenakan pajak pada raksasa teknologi seperti Meta, Google, dan TikTok kecuali mereka secara sukarela membuat kesepakatan untuk membayar perusahaan media lokal atas konten berita.

Perusahaan media tradisional di seluruh dunia saat ini berjuang untuk bertahan hidup seiring semakin banyak pembaca yang mengonsumsi berita melalui media sosial. Dengan melihat fakta itu, Australia ingin perusahaan teknologi besar memberi kompensasi kepada penerbit lokal atas pembagian artikel yang mendorong lalu lintas di platform mereka.

Perdana Menteri Australia Anthony Albanese mengatakan Meta, Google, dan TikTok akan diberi kesempatan untuk menjalin kesepakatan konten dengan penerbit berita lokal. Jika menolak, mereka akan menghadapi pungutan wajib sebesar 2,25 persen dari pendapatan mereka di Australia.

“Platform digital besar tidak dapat menghindari kewajiban mereka berdasarkan kode tawar-menawar media berita. Pada tahap ini, tiga organisasi tersebut yakni Meta, Google, dan TikTok,” kata Albanese, dikutip The Korea Times.

Baca juga:

Larangan Medsos di Australia, Meta Mulai Keluarkan Anak-Anak dari Instagram dan Facebook



Ketiga perusahaan tersebut dipilih berdasarkan kombinasi pendapatan mereka di Australia serta jumlah besar pengguna domestik. Rancangan undang-undang ini dibuat untuk mencegah perusahaan teknologi menghapus konten berita dari platform mereka, sesuatu yang pernah dilakukan Meta dan Google di masa lalu. “Apa yang kami dorong yakni agar mereka duduk bersama organisasi berita dan menyelesaikan kesepakatan ini,” kata Albanese.

Saat Canberra mengusulkan aturan serupa pada 2024, Meta, induk Facebook, mengumumkan bahwa pengguna di Australia tidak lagi dapat mengakses tab ‘berita’. Meta sebelumnya juga menyatakan tidak akan memperpanjang kesepakatan konten dengan penerbit berita di Amerika Serikat, Inggris, Prancis, dan Jerman.




Biar Adil




Sebelumnya, Google sempat mengancam akan membatasi mesin pencarinya di Australia jika dipaksa memberi kompensasi kepada perusahaan berita. “Jurnalisme perlu memiliki ‘nilai ekonomi’. Tidak seharusnya konten tersebut diambil perusahaan multinasional besar dan digunakan untuk menghasilkan keuntungan tanpa kompensasi”, kata Albanese.

Pendukung aturan ini berpendapat bahwa perusahaan media sosial menarik pengguna melalui berita dan menyerap pendapatan iklan daring yang seharusnya masuk ke ruang redaksi yang sedang kesulitan. Universitas Canberra menemukan lebih daripada setengah penduduk negara tersebut menggunakan media sosial sebagai sumber berita.

“Masyarakat semakin banyak mendapatkan berita langsung dari Facebook, TikTok, dan Google. Kami percaya ini adil bahwa platform digital besar berkontribusi terhadap kerja keras yang memperkaya konten mereka dan mendorong pendapatan mereka,” kata Menteri Komunikasi Australia Anika Wells.

Rancangan undang-undang tersebut diajukan untuk konsultasi publik pada Selasa dan akan berakhir pada Mei. Setelah itu, aturan tersebut akan diajukan ke parlemen pada akhir tahun ini.(dwi)

Baca juga:

DPR Dukung Larangan Anak di Bawah 16 Tahun Punya Akun Media Sosial

#Teknologi #Media Sosial #Meta #TikTok #Australia
Bagikan
Ditulis Oleh

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).

Berita Terkait

Indonesia
Buru Taufik Hidayat, Polda Jabar Gandeng Meta untuk Lacak Jejak Digital Tersangka Penganiayaan
Polda Jawa Barat menggandeng Meta untuk melacak jejak digital Taufik Hidayat, tersangka utama kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan perempuan di Bandung.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 23 Juni 2026
Buru Taufik Hidayat, Polda Jabar Gandeng Meta untuk Lacak Jejak Digital Tersangka Penganiayaan
Lifestyle
Instagram Hadirkan Fitur Baru, Kini Bisa Menulis Caption di Setiap Foto Carousel
Kehadiran fitur ini disebut-sebut sebagai salah satu pembaruan yang paling banyak diminta oleh komunitas kreator.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 20 Juni 2026
Instagram Hadirkan Fitur Baru, Kini Bisa Menulis Caption di Setiap Foto Carousel
Fun
Konten Kreator Kini Wajib Punya NIB? Begini Penjelasan Lengkap dan Aturan Terbarunya
Konten kreator kini wajib punya NIB. Lalu, apa itu NIB dan bagaimana cara mendaftarnya? Berikut adalah penjelasan lengkapnya.
Soffi Amira - Jumat, 19 Juni 2026
Konten Kreator Kini Wajib Punya NIB? Begini Penjelasan Lengkap dan Aturan Terbarunya
Tekno
OPPO Reno 16 Series Meluncur di Indonesia 3 Juli 2026, Pre-Order Sudah Dibuka!
OPPO Reno 16 series siap meluncur di Indonesia pada 3 Juli 2026. Kini, pre-order HP tersebut sudah dibuka sejak 18 Juni 2026.
Soffi Amira - Jumat, 19 Juni 2026
OPPO Reno 16 Series Meluncur di Indonesia 3 Juli 2026, Pre-Order Sudah Dibuka!
Olahraga
Amerika Serikat vs Australia: Sejarah Pertemuan, Prediksi Pemenang dan Prakiraan Pemain
Amerika Serikat menyapu bersih kemenangan pada dua laga uji coba terakhir lewat performa impresif lini depan
Angga Yudha Pratama - Jumat, 19 Juni 2026
Amerika Serikat vs Australia: Sejarah Pertemuan, Prediksi Pemenang dan Prakiraan Pemain
Tekno
Apple akan Naikkan Harga Produk, Ledakan AI Dorong Kenaikan Biaya Cip
Penaikan harga tersebut tidak dapat dihindari karena situasi terkait dengan cip memori telah menjadi tidak berkelanjutan.
Dwi Astarini - Kamis, 18 Juni 2026
Apple akan Naikkan Harga Produk, Ledakan AI Dorong Kenaikan Biaya Cip
Tekno
Bocoran iPhone Air 2: Hadir dengan Kamera Ultra-Wide dan Performa Lebih Kencang
iPhone Air 2 kabarnya akan hadir dengan konsep baru. HP itu membawa kamera ganda dan baterai yang lebih awet.
Soffi Amira - Kamis, 18 Juni 2026
Bocoran iPhone Air 2: Hadir dengan Kamera Ultra-Wide dan Performa Lebih Kencang
Tekno
Vivo X Fold 6 Meluncur Juli 2026, Bawa Baterai 7.000mAh dan Kamera 200MP
Vivo X Fold 6 kabarnya meluncur global pada Juli 2026 mendatang. HP ini membawa baterai 7.000mAh dan kamera 200MP.
Soffi Amira - Kamis, 18 Juni 2026
Vivo X Fold 6 Meluncur Juli 2026, Bawa Baterai 7.000mAh dan Kamera 200MP
Tekno
OPPO Reno 15A Diam-diam Meluncur, Bawa Baterai 7.000mAh dan Snapdragon 6 Gen 1
OPPO Reno 15A diam-diam meluncur di Jepang. HP ini membawa baterai jumbo 7.000mAh dan kamera 50MP.
Soffi Amira - Kamis, 18 Juni 2026
OPPO Reno 15A Diam-diam Meluncur, Bawa Baterai 7.000mAh dan Snapdragon 6 Gen 1
Tekno
Apple Kemungkinan Tak Rilis iPhone 18 di 2026, Fokus ke Seri Fold dan Pro
Apple kemungkinan menunda peluncuran iPhone 18 reguler hingga 2027. iPhone 18 Pro dan iPhone lipat pertama disebut tetap meluncur pada 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 18 Juni 2026
Apple Kemungkinan Tak Rilis iPhone 18 di 2026, Fokus ke Seri Fold dan Pro
Bagikan