Ragu Soal Keamanan, Pemda DIY Hentikan Wahana Ngopi in The Sky

Zulfikar SyZulfikar Sy - Kamis, 06 Januari 2022
Ragu Soal Keamanan, Pemda DIY Hentikan Wahana Ngopi in The Sky

Wahana Ngopi in The Sky di Kabupaten Gunung Kidul DIY. (Foto: MP/IG @teraskaca)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Kegiatan wisata baru Ngopi In the Sky by Teras Kaca di Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mendadak viral di dunia maya. Namun, Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta menghentikan operasi wahana ini.

Penghentian dilakukan lantaran pengelola wahana belum mengantongi izin serta belum sesuai dengan standar keamanan.

Wahana Ngopi in the sky menawarkan sensasi unik kepada wisatawan untuk menikmati kopi dan makanan sambil memandang keindahan pantai selatan Gunung Kidul dari ketinggian sekitar 30 meter. Pengelola mengangkat meja dan tempat duduk pengunjung ke udara dengan bantuan derek. Wahana ini baru saja diperkenalkan pada publik melalui media sosial pada akhir tahun 2021.

Baca Juga:

Sanksi yang Disiapkan Pemda DIY Jika Ada Tempat Wisata Abai Prokes

Sekda Pemda DIY Kadarmanta Baskara Aji menjelaskan, derek yang digunakan untuk mengangkut pengunjung ke udara belum mengantongi izin dan memenuhi standar sertifikasi keamanan.

Ia melanjutkan, alat derek penarik merupakan barang sewaan berasal dari luar kota.

“Informasi yang kita terima, penggunaan crane itu belum ada izin. Izin penggunaannya hanya untuk mengangkut barang, bukan manusia. Sehingga jelas keamanannya dipertanyakan. Nah itu makanya kita hentikan dulu sementara,” tegas Aji di Yogyakarta, Kamis (06/01).

Aji menegaskan, tidak ingin menutup kreativitas dan inovasi masyarakat, namun memang harus ada hal-hal wajib dan mendasar yang tidak bisa dilanggar. Izin keselamatan harus sudah dikantongi oleh seluruh penyelenggara wisata sebelum beroperasi.

 Wahana Ngopi in The Sky di Kabupaten Gunung Kidul DIY. (Foto: MP/IG @teraskaca)
Wahana Ngopi in The Sky di Kabupaten Gunung Kidul DIY. (Foto: MP/IG @teraskaca)

Penghentian operasional alat ini menurutnya adalah salah satu upaya pemerintah untuk menjamin keamanan para wisatawan.

Menurutnya, menjadi kewajiban pemerintah untuk melakukan pembinaan pada destinasi wisata.

Pemda meminta penyelenggara memenuhi syarat sertifikasi keselamatan serta mengurus izin agar dapat beroperasi kembali.

“Keselamatan dan kenyamanan wisatawan harus kita jamin supaya kita tetap bisa dipercaya sebagai penyelenggara destinasi wisata yang nyaman dan aman,” jelas Aji.

Baca Juga:

Awal Manis, Industri Pariwisata Menggeliat

Senada dengan Sekda DIY, Kepala Dinas Pariwisata DIY Singgih Rahadjo mengatakan, wahana ini memang dihentikan karena membahayakan wisatawan. Apalagi, menurut Singgih, lokasi wahana yang berada di bibir pantai tentu sangat riskan.

Posisi di tepi pantai tentu mengakibatkan tingkat korosi yang tinggi akibat angin laut yang membawa kadar garam tinggi. Sehingga, penggunaan mobile crane yang tidak sebagaimana mestinya menjadi sorotan.

“Pelaku wisata ini wajib kantongi sertifikat CHSE dahulu. Selain itu, SDM yang mengoperasionalkan harus bersertifikat, juga punya lisensi khusus, dan ini semua harus dipenuhi kalau tidak ya sebaiknya dihentikan. Karena kalau terjadi kecelakaan akan menimbulkan multiplayer effect yang luar biasa. Tidak hanya di tempat itu, tapi mungkin di tempat yang lain dampaknya, bahkan seluruh DIY,” tegas Singgih.

Singgih mengingatkan kembali penyelenggara pariwisata harus mengutamakan keselamatan pengunjung, bukan hanya mengejar omzet saja. Singgih menegaskan, jangan sampai penyelenggara mengejar sensasi dan inovasi tapi mengesampingkan keamanan. Keamanan dan keselamatan tidak boleh dinomorduakan.

Saat ini pun, menurut Singgih, timnya sedang melakukan tinjauan langsung kembali untuk melihat lebih detail terkait semua aspek. Pun dengan persyaratan-persyaratan usaha yang harus dipenuhi dan juga standardisasinya. (Yogyakarta/Patricia Vicka)

Baca Juga:

Wisata Kuliner di Bangalore, Terkenal Makanan Tradisionalnya

#Wisata Yogyakarta #Yogyakarta
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Berita Foto
Menyusuri Petilasan Mbah Maridjan, Mengenang Sosok Juru Kunci Merapi
Pengunjung melihat berbagai koleksi alat musik Gamelan milik Mbah Maridjan yang terdampak erupsi di Museum Mbah Maridjan Desa Kinarejo, Rabu (14/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 14 Oktober 2026
Menyusuri Petilasan Mbah Maridjan, Mengenang Sosok Juru Kunci Merapi
Berita Foto
Daya Tarik Bunker Kaliadem, Wisata Sejarah dan Alam di Lereng Gunung Merapi
Wisatawan menyusuri bagian dalam Bunker Kaliadem di Lereng Gunung Merapi, Kinarejo, Desa Hargobinangun, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu (14/10/26).
Didik Setiawan - Rabu, 14 Oktober 2026
Daya Tarik Bunker Kaliadem, Wisata Sejarah dan Alam di Lereng Gunung Merapi
Berita Foto
Griya Batik Jogja: Transformasi Rumah Rampasan KPK Menjadi Ruang Pelestarian Budaya
Pengunjung berbincang dengan petugas saat kunjungan ke Griya Batik Jogja di Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa (13/10/2026).
Didik Setiawan - Selasa, 13 Oktober 2026
Griya Batik Jogja: Transformasi Rumah Rampasan KPK Menjadi Ruang Pelestarian Budaya
Indonesia
Bantul Gempa Magnitudo 3,6, 20 KA Daops 6 Yogyakarta Berhenti Luar Biasa
Setelah hasil pemeriksaan oleh tim lapangan menyatakan semua lintas dan jalur KA aman, seluruh kereta api telah melanjutkan perjalanannya kembali.
Dwi Astarini - Kamis, 20 Agustus 2026
Bantul Gempa Magnitudo 3,6, 20 KA Daops 6 Yogyakarta Berhenti Luar Biasa
Indonesia
Yogyakarta, Bandung, Surabaya Masuk 10 Kota Pelajar Biaya Hidup Termurah Dunia
QS Best Student Cities 2027 menempatkan Yogyakarta, Bandung, dan Surabaya dalam 10 kota dengan biaya studi termurah dunia. Jakarta juga masuk daftar kota pelajar terbaik global.
Wisnu Cipto - Minggu, 26 Juli 2026
Yogyakarta, Bandung, Surabaya Masuk 10 Kota Pelajar Biaya Hidup Termurah Dunia
Indonesia
Stasiun Yogyakarta Kini Punya Lelana Gallery, Ruang Kreatif untuk UMKM Berbasis Budaya
Stasiun Yogyakarta kini memiliki Lelana Gallery yang menampilkan produk UMKM berbasis budaya dan keberlanjutan. Inisiatif KAI Wisata ini mendukung ekonomi kreatif lokal.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 16 Juli 2026
Stasiun Yogyakarta Kini Punya Lelana Gallery, Ruang Kreatif untuk UMKM Berbasis Budaya
Berita Foto
Momen Hangat Presiden Prabowo dan PM India Narendra Modi saat Berkunjung ke Candi Prambanan
Presiden Prabowo Subianto mendampingi Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi saat mengunjungi Candi Prambanan di DI Yogyakarta, Rabu (8/7/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 08 Juli 2026
Momen Hangat Presiden Prabowo dan PM India Narendra Modi saat Berkunjung ke Candi Prambanan
Indonesia
Imbas Gangguan Stasiun Pasar Senen, KA Tujuan Yogyakarta Tiba Telat Hampir 2 Jam
Gangguan terjadi setelah lokomotif KA Jaka Tingkir dan rangkaian KA Serayu mengalami masalah di jalur emplasemen Pasar Senen,
Wisnu Cipto - Jumat, 22 Mei 2026
Imbas Gangguan Stasiun Pasar Senen, KA Tujuan Yogyakarta Tiba Telat Hampir 2 Jam
Tradisi
Makna Tradisi Grebeg Gunungan Idul Adha di Yogyakarta, Simbol Syukur dan Berkah
Tradisi Grebeg Gunungan Idul Adha di Yogyakarta menjadi simbol syukur, berbagi rezeki, dan perpaduan budaya Jawa dengan ajaran Islam yang terus lestari hingga kini.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 13 Mei 2026
Makna Tradisi Grebeg Gunungan Idul Adha di Yogyakarta, Simbol Syukur dan Berkah
Fun
Rekomendasi Wisata Religi di Jogja saat Long Weekend Kenaikan Yesus Kristus Mei 2026
Berikut rekomendasi wisata religi di Yogyakarta untuk libur panjang Kenaikan Yesus Kristus 2026, mulai dari Gua Maria Sendangsono hingga Gereja Ganjuran.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 12 Mei 2026
Rekomendasi Wisata Religi di Jogja saat Long Weekend Kenaikan Yesus Kristus Mei 2026
Bagikan