Puskesmas Sleman Buka Layanan Psikologi Kesehatan Mental
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman Joko Hastaryo. Foto: MP/Teresa Ika
MerahPutih.com - Pandemi corona menuntut pemerintah memberlakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) untuk seluruh siswa. Para siswa sementara waktu belajar dirumah masing-masing. Hal ini menimbulkan persoalan baru bagi orang tua. Beban orangtua bertambah karena harus mendampingi anak-anak belajar dirumah.
Kegiatan belajar di rumah ini pun membuat sebagian orangtua merasa stress dan tertekan. Pasalnya, ada beberapa orangtua yang masih bekerja baik di rumah maupun di kantor. Sebagian orangtua juga kewalahan saat mendampingi anak mengerjakan tugas sekolah dari rumah.
Pemerintah Kabupaten Sleman membuka layanan konsultasi psikologi. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Joko Hastaryo mengatakan, layanan psikologi ini disediakan guna menjaga dan meningkatkan kesehatan mental warga, terutama orangtua di masa pandemi. Layanan konsultasi ini dapat diakses warga Sleman di seluruh Puskesmas.
Baca Juga
Tak Mungkin Ditinggal, Dedengkot KAMI yang Diciduk Polisi Diberi Bantuan Hukum
"Di semua puskesmas kita sudah punya psikolog. Mereka siap menampung keluhan warga baik pasif maupun aktif," ujar Joko di Yogyakarta, Selasa (13/10).
Joko melanjutkan layanan konsultasi bisa berupa tatap muka, bisa juga via offline melalui call center. Orangtua yang butuh bertukar pikiran dan mencari solusi bisa menghubungi nomor call center puskesmas yang bisa dicek di website masing- masing puskesmas.
"Kami saat sosialisasi COVID-19 ke masyarakat juga sering mensosialisasikan layanan konsultasi kesehatan mental juga," kata dia.
Layanan konsultasi juga terbuka bagi para pasien dan keluarga pasien positif COVID-19. Joko mengimbau kepada masyarakat untuk turut memperhatikan kesehatan mental dan jiwa selama pandemi.
Jika merasa ada tanda-tanda depresi warga disarankan segera berkonsultasi dengan orang terdekat atau mencari bantuan profesional ketimbang menyelesaikannya sendiri.
"Mengimbau ortu agar menjauhi tindakan nekat efek depresi dan segera bertindak mencari bantuan kalau sudah merasa depresi," kata mantan Dirut RSUD Morangan Sleman ini.
Selain itu ia mengimbau masyarakat untuk selalu membaca informasi dan buku- buku positif. Motivasi diri sendiri dengan hal-hal positif juga sangat berguna untuk memulihkan dan memperkuat kesehatan jiwa.
Baca Juga
350 Personel Satpol PP DKI Diterjunkan Amankan Aksi Demo UU Ciptaker
"Terutama informasi soal COVID-19, cari informasi dari sumber yang kredibel. Jadi tau duduk permasalahannya dan tau cara mencegahnya," pungkas Joko. (Teresa Ika/Yogyakarta)
Bagikan
Patricia Pur Dara Vicka
Berita Terkait
Penanganan Penyakit Tuberculosis Bakal Contoh Pola Pandemi COVID-19
Kasus ISPA di Jakarta Naik Gara-Gara Cuaca, Warga Diminta Langsung ke Faskes Jika Ada Gejala
Ciri-Ciri dan Risiko Warga Yang Alami Long COVID
Kemenkes Temukan 1 Kasus Positif COVID dari 32 Spesimen Pemeriksa
178 Orang Positif COVID-19 di RI, Jemaah Haji Pulang Batuk Pilek Wajib Cek ke Faskes Terdekat
Semua Pasien COVID-19 di Jakarta Dinyatakan Sembuh, Tren Kasus Juga Terus Menurun Drastis
Jakarta Tetap Waspada: Mengungkap Rahasia Pengendalian COVID-19 di Ibu Kota Mei 2025
KPK Minta Tolong BRI Bantu Usut Kasus Korupsi Bansos Presiden Era COVID-19
KPK Periksa 4 Orang Terkait Korupsi Bansos Presiden Era COVID-19, Ada Staf BRI
COVID-19 Melonjak, Ini Yang Dilakukan Menkes Budi Gunadi Sadikin