MerahPutih.com - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menilai pembahasan anggaran APBD 2021 lebih buruk dibandingkan tahun sebelumnya secara waktu. Bedah anggaran tahun ini dianggap terburu-buru dikarenakan minimnya waktu.
"Pembahasan anggaran tahun ini lebih buruk dari tahun lalu dari sisi waktu karena mepet," ujar Ketua Dewan Pimpinan Wilayah DKI PSI Michael Victor Sianipar dalam diskusi virtual PSI, Kamis (3/12).
Dengan anggaran Kebijakan Umum Anggaran-Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) untuk Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2021 Rp82,5 triliun, hanya punya waktu pembahasan 2 minggu.
Baca Juga:
"Kita punya waktu 2 minggu untuk membahas 80 triliun anggaran. Dibahas oleh rapat komisi, badan anggaran, pansus, ada kunker, persiapan reses, ada kegiatan sosialisasi perda," tuturnya.
Apalagi, pembahasan APBD tahun ini dilakukan di Grand Cempaka Resort Puncak, Bogor, Jawa Barat. Pasti dengan jarak antarkota ini bakal memakan waktu.
"Dan juga (pembahasan APBD DKI 2021) bolak-balik puncak sampai malam," ungkapnya.
Menurut dia, secara akal sehat pembahasan ini tidak baik karena dikejar-kejar waktu dengan nilai anggaran DKI Jakarta yang mencapai Rp82,5 triliun.
"Begitu banyak hal yang harus dibahas, waktu yang sangat sempit, jadi ini campur aduk semua," tutup Michael.
Baca Juga:
Eksekutif bersama legislatif saat ini sedang membahas Raperda APBD DKI Tahun Anggaran 2021 Rp82,5 triliun. Dari jadwal yang beredar, sekarang ini masih fokus di Badan Anggaran (Banggar) hingga Jumat (4/12) besok.
Diagendakan juga pada Senin (7/12) mendatang akan dilaksanakan rapat paripurna (rapur) pengesahan APBD DKI 2021. (Asp)
Baca Juga: