MERAHPUTIH.COM — PRESIDEN Ketujuh RI Joko Widodo resmi menunjukkan Kartu Tanda Anggota (KTA) Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Langkah tersebut dinilai menjadi variabel baru dalam peta politik menuju Pemilu 2029.
Pengamat politik sekaligus Direktur Eksekutif Aljabar Strategic Arifki Chaniago mengatakan masuknya Jokowi ke PSI tidak semata-mata perlu dilihat dari sisi administratif sebagai bergabungnya seorang mantan presiden ke sebuah partai politik. Menurut dia, yang lebih penting yakni dampak politik dari keputusan tersebut, terutama kemampuan Jokowi mengonsolidasikan jaringan politik dan relawan yang selama ini berada di sekitarnya.
“Partai lain bukan takut, melainkan mulai menghitung ulang. Mereka tidak boleh pura-pura tidak melihat. Jokowi masuk PSI berarti ada variabel baru dalam kalkulasi politik 2029,” ujar Arifki kepada wartawan di Jakarta, Senin (28/9).
Baca juga:
Arifki menyebut Jokowi memiliki pengalaman elektoral dan jejaring politik yang luas setelah dua periode memimpin Indonesia. Modal tersebut, menurut dia, menjadi faktor yang membuat kehadiran Jokowi di PSI diperhitungkan partai politik lain.
KTA-nya kecil, tapi efek politiknya bisa besar. Karena yang masuk ke PSI bukan hanya Jokowi sebagai individu, melainkan juga political capital yang melekat pada dirinya sebagai mantan presiden dua periode.
Arifki Chaniago, pengamat politik/Direktur Eksekutif Aljabar Strategic
Ia menilai perhatian partai politik lain di masa depan bukan hanya tertuju pada jumlah kader PSI saat ini. Mereka juga perlu melihat sejauh mana jaringan politik yang selama ini dekat dengan Jokowi dapat terkonsolidasi di bawah PSI.
“Hal yang harus dihitung partai lain bukan berapa kader PSI hari ini. Hal yang harus dihitung yakni seberapa jauh Jokowi mampu menarik jaringan politiknya masuk ke dalam orbit PSI. Itu dua hal yang berbeda,” ujar Arifki.
Menurutnya, perkembangan tersebut juga dapat memengaruhi pola komunikasi dan strategi antarpartai menjelang Pemilu 2029.
“Dalam politik, sesuatu yang harus dihitung berarti tidak bisa lagi dianggap remeh,” pungkasnya.(knu)
Baca juga:
Cerita Jokowi Kantongi Nomor Anggota PSI dan Jadi Pengurus Tertinggi