Proyek LNG Abadi Masela Bernilai Rp 352 Triliun Siap Gerakkan Ekonomi Indonesia Timur

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Kamis, 16 Juli 2026
Proyek LNG Abadi Masela Bernilai Rp 352 Triliun Siap Gerakkan Ekonomi Indonesia Timur

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia. (Foto: dok. Kementerian ESDM)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Proyek Liquefied Natural Gas (LNG) Abadi Masela diproyeksikan tidak hanya menjadi salah satu proyek gas terbesar di Indonesia, tetapi juga motor penggerak pertumbuhan ekonomi di kawasan Indonesia Timur.

Selain memperkuat pasokan energi nasional, proyek senilai USD 20,9 miliar atau sekitar Rp 352 triliun ini diperkirakan memberikan penerimaan negara yang besar, membuka ribuan lapangan kerja, serta mendorong hilirisasi industri.

Presiden Prabowo Subianto telah melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) Proyek Strategis Nasional (PSN) LNG Abadi Masela yang berlokasi sekitar 160 kilometer lepas pantai Pulau Yamdena, Laut Arafura, Maluku.

Cadangan Gas dengan Produksi 9,5 Juta Ton LNG per Tahun

Lapangan Abadi memiliki potensi cadangan gas mencapai 18,54 triliun kaki kubik (TCF) dan dirancang memiliki kapasitas produksi 9,5 juta ton gas alam cair (LNG) per tahun.

Selain memproduksi LNG, Lapangan Abadi juga akan memasok sekitar 150 juta kaki kubik gas per hari untuk kebutuhan industri dalam negeri serta menghasilkan sekitar 35.000 barel kondensat per hari.

Baca juga:

Prabowo Resmikan Groundbreaking Proyek LNG Abadi Masela, Proyek Energi yang Dinanti Hampir 28 Tahun

Produksi Gas Diprioritaskan untuk Kebutuhan Domestik

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan, Kamis (16/7), sebagian besar produksi gas dari Lapangan Abadi akan diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri guna memperkuat industri nasional.

Gas yang dihasilkan nanti sekitar 60 persen minimal akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, sedangkan maksimal 40 persen untuk ekspor,

Menteri ESDM RI, Bahlil Lahadalia.

Menurut Bahlil, pasokan gas tersebut akan menjadi fondasi bagi pengembangan berbagai industri hilir, termasuk industri pupuk yang akan dibangun di kawasan sekitar proyek.

"Pupuk akan membangun industri hilirisasi di sini. Kemudian sebagian gas juga akan kita salurkan kepada PLN, PGN, dan beberapa perusahaan swasta. Langkah ini sekaligus meningkatkan nilai tambah dan mendorong penciptaan nilai ekonomi di daerah," kata Bahlil.

Berpotensi Hasilkan Penerimaan Negara Puluhan Miliar Dolar

Selain memperkuat ketahanan energi nasional, pemerintah memperkirakan Proyek LNG Abadi Masela akan memberikan manfaat ekonomi dan fiskal yang signifikan.

Selama masa konstruksi hingga operasi, proyek ini diproyeksikan menghasilkan penerimaan langsung bagi negara sekitar USD 37,8 miliar.

Di sisi lain, kontribusi pajak tidak langsung diperkirakan mencapai sekitar USD6,43 miliar.

Baca juga:

Groundbreaking Proyek LNG Abadi Masela, Prabowo: Investor Harus Untung, Rakyat Harus Sejahtera

Bahlil menambahkan, proyek ini juga akan memberikan dampak besar terhadap penciptaan lapangan kerja.

Pada masa konstruksi, Proyek LNG Abadi Masela diperkirakan menyerap sekitar 12.000 tenaga kerja langsung.

Setelah memasuki tahap operasi, Lapangan Abadi akan mempekerjakan sekitar 800 hingga 1.000 tenaga kerja.

Diharapkan Jadi Katalis Ekonomi Baru di Indonesia Timur

Dengan besarnya nilai investasi, penyerapan tenaga kerja, serta pengembangan industri hilir, pemerintah berharap Proyek LNG Abadi Masela menjadi katalis pertumbuhan ekonomi baru di Indonesia Timur.

Kehadiran proyek ini diharapkan tidak hanya memperkuat ketahanan energi nasional, tetapi juga menciptakan efek berganda terhadap pembangunan industri, peningkatan penerimaan negara, serta kesejahteraan masyarakat di wilayah Maluku dan sekitarnya.

Saat ini, Ladang Gas Abadi di Blok Masela dikelola oleh konsorsium INPEX Masela Ltd dengan kepemilikan saham 65 persen, Pertamina Hulu Energi 20 persen, dan Petronas Masela Sdn. Bhd. 15 persen. (Asp)

#LNG Abadi Masela #Proyek Strategis Nasional #Proyek Hilirisasi Nasional #Menteri ESDM #Bahlil Lahadalia
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
BKPM dan BP BUMN Ditetapkan di Bawah Koordinasi Menko Bahlil Lahadalia
Kemungkinan masuknya Kementerian Perindustrian di bawah Kementerian Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil menyampaikan hal tersebut masih berupa kemungkinan.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 16 Oktober 2026
BKPM dan BP BUMN Ditetapkan di Bawah Koordinasi Menko Bahlil Lahadalia
Indonesia
11 Provinsi Alami Gangguan Pasokan BBM, Bahlih Perintahkan Pertamina Gandakan Kapal
Bahlil yang juga merangkap sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyampaikan telah menerima laporan dari Pertamina ihwal kendala distribusi
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 16 Oktober 2026
11 Provinsi Alami Gangguan Pasokan BBM, Bahlih Perintahkan Pertamina Gandakan Kapal
Indonesia
Stok Pertalite Turun Jadi 16-18 Hari, Bahlil Targetkan Pulih dalam Sepekan
Stok Pertalite kini menurun jadi 16 hingga 18 hari. Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia, mengungkapkan penyebabnya.
Soffi Amira - Jumat, 16 Oktober 2026
Stok Pertalite Turun Jadi 16-18 Hari, Bahlil Targetkan Pulih dalam Sepekan
Indonesia
Penimbunan BBM Subsidi di Bali, Bahlil Minta Pelaku Diproses Hukum
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, meminta polisi menindak tegas penimbun BBM di Bali. Hal itu menyusul langkanya BBM di daerah tersebut.
Soffi Amira - Jumat, 16 Oktober 2026
Penimbunan BBM Subsidi di Bali, Bahlil Minta Pelaku Diproses Hukum
Indonesia
Bahlil Pastikan Stok BBM Nasional Aman hingga 18 Hari Mendatang
Pemerintah akan terus mengevaluasi kendala distribusi untuk memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
Bahlil Pastikan Stok BBM Nasional Aman hingga 18 Hari Mendatang
Indonesia
Apa Penyebab Blackout di Batam? Bahlil Singgung Petir dan Gangguan Teknis
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, mengungkap penyebab blackout di Batam. Ia menyinggung gangguan petir hingga teknis.
Soffi Amira - Rabu, 14 Oktober 2026
Apa Penyebab Blackout di Batam? Bahlil Singgung Petir dan Gangguan Teknis
Indonesia
Houthi dan Arab Saudi Memanas, Bahlil Bakal Cari Pasokan Minyak ke Afrika
"Menteri ESDM nggak bisa tidur terlalu panjang, karena lobi minyak di mana-mana. Lobi minyak di Afrika, untung saja kan orang Afrika itu kulitnya sama dengan saya,” tutur Bahlil berkelakar.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 12 Oktober 2026
Houthi dan Arab Saudi Memanas, Bahlil Bakal Cari Pasokan Minyak ke Afrika
Indonesia
Warga Batam Dikepung 4 Derita Sejak Pagi: Listrik Blackout, Air Mati, Sinyal Hilang, Plus Kabut Asap!
Mati listrik massal, air berhenti, sinyal hilang, dan kabut asap menyergap Batam secara bersamaan! Cek kondisi terkini dan dampaknya di sini.
Wisnu Cipto - Senin, 12 Oktober 2026
Warga Batam Dikepung 4 Derita Sejak Pagi: Listrik Blackout, Air Mati, Sinyal Hilang, Plus Kabut Asap!
Indonesia
Batam Blackout, Menteri Bahlil Baru Mau Cari Update Panggil PLN Rapat
Batam blackout melumpuhkan bandara hingga kantor wali kota! Menko Bahlil Lahadalia baru panggil PLN rapat usai acara pengusaha minta update. Cek detailnya!
Wisnu Cipto - Senin, 12 Oktober 2026
Batam Blackout, Menteri Bahlil Baru Mau Cari Update Panggil PLN Rapat
Indonesia
Prabowo Luncurkan 11 Proyek Hilirisasi Rp 180 Triliun di IWIP Malut, Ekspor Perdana Baterai EV
Presiden RI, Prabowo Subianto, segera meluncurkan 11 proyek hilirisasi di IWIP Maluku Utara. Nantinya, ada ekspor perdana baterai EV.
Soffi Amira - Kamis, 08 Oktober 2026
Prabowo Luncurkan 11 Proyek Hilirisasi Rp 180 Triliun di IWIP Malut, Ekspor Perdana Baterai EV
Bagikan