Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Groundbreaking Proyek LNG Abadi Masela, Prabowo: Investor Harus Untung, Rakyat Harus Sejahtera

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Kamis, 16 Juli 2026
Groundbreaking Proyek LNG Abadi Masela, Prabowo: Investor Harus Untung, Rakyat Harus Sejahtera

Presiden Prabowo Subiantosaat acara peresmian lima bendungan secara serentak dari kawasan Bendungan Meninting di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Jumat (10/7/2026). ANTARA/HO-BPMI Sekretariat Presid

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Presiden Prabowo Subianto menegaskan Proyek Strategis Nasional (PSN) Liquefied Natural Gas (LNG) Abadi Masela harus memberikan manfaat bagi Indonesia sekaligus menguntungkan seluruh mitra yang berinvestasi. Menurutnya, proyek energi bernilai investasi hampir USD 21 miliar tersebut harus dijalankan dengan penuh integritas sebagai cerminan harga diri bangsa.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat menghadiri seremoni peletakan batu pertama (groundbreaking) PSN LNG Abadi Masela di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, Kamis (16/7).

Prabowo Tekankan Prinsip Saling Menguntungkan

Prabowo mengatakan kerja sama antara pemerintah dan investor harus dibangun atas dasar saling menguntungkan. Ia menilai keberhasilan proyek tidak hanya diukur dari manfaat yang diterima Indonesia, tetapi juga dari kepuasan para mitra yang terlibat.

Saya sekali lagi saya tegaskan, jalankanlah proyek ini dengan sebaik-baiknya atas dasar saling menguntungkan. Para investor harus untung. Sekali lagi, sebagai bangsa yang punya harga diri dan kehormatan, kita yang malu kalau mitra kita tidak puas, kalau mitra kita rugi, kalau mitra kita tidak bahagia,

Presiden RI, Prabowo Subianto.

Di sisi lain, Presiden menegaskan negara tetap memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan seluruh hasil pembangunan dapat dirasakan masyarakat Indonesia.

Baca juga:

Blak-blakan Prabowo Soal Proyek LNG Abadi Masela, Butuh Duit Rp 334 Triliun Demi Rakyat Hidup Layak

LNG Abadi Masela Jadi Fondasi Transformasi Ekonomi

Menurut Prabowo, proyek LNG Abadi Masela menjadi pijakan penting dalam upaya Indonesia bertransformasi menjadi negara yang modern, mandiri, dan memiliki daya saing industri.

Ia menilai Indonesia memiliki modal besar berupa sumber daya alam (SDA) dan sumber daya manusia (SDM) yang mampu mendukung percepatan pembangunan nasional.

“Kita ingin menjadi negara yang modern. Kita ingin menjadi bangsa yang seperti bangsa Jepang. Kita ingin menjadi bangsa yang produktif. Kita ingin menjadi bangsa yang menghasilkan produk-produk industri. Kita punya segala sumber daya untuk itu. Kita juga punya kapasitas. Anak-anak kita juga tidak kalah pintar,” ucapnya.

Pembangunan untuk Meningkatkan Kesejahteraan Rakyat

Prabowo menegaskan cita-cita menjadikan Indonesia sebagai negara industri harus bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi harus mampu mendukung pembiayaan berbagai sektor strategis, mulai dari layanan kesehatan, pendidikan, hingga kesejahteraan aparatur negara.

“Kita bertekad rakyat kita harus hidup dengan baik, hidup dengan layak. Kita butuh uang untuk bikin pelayanan kesehatan yang terbaik. Kita butuh uang untuk bayar gaji-gaji guru, sehingga sekolah-sekolah kita menjadi juga tidak kalah dengan sekolah-sekolah di luar negeri,” kata Prabowo.

“Kita butuh uang untuk membayar semua pegawai negeri kita dengan baik. Kita butuh uang untuk membangun prasarana yang penting untuk kehidupan yang modern,” tambahnya.

Baca juga:

Prabowo Resmikan Groundbreaking Proyek LNG Abadi Masela, Proyek Energi yang Dinanti Hampir 28 Tahun

Investasi Hampir USD21 Miliar Dukung Hilirisasi Nasional

Prabowo menegaskan pembangunan Proyek LNG Abadi Masela memiliki arti penting karena telah dinantikan selama 28 tahun.

Ia menyebut nilai investasi proyek mencapai sekitar USD 20,9 miliar atau hampir USD 21 miliar, dengan kapasitas produksi lebih dari 9 juta ton gas, kondensat, dan produk lainnya yang akan mendukung kebutuhan energi nasional.

“Sudah disinggung proyek ini investasinya sangat besar, USD20,9 miliar. Hampir USD21 miliar. Akan menghasilkan lebih dari 9 juta ton gas, kondensat dan sebagainya. Sehingga ini akan sangat membantu bangsa Indonesia melaksanakan pembangunan. Kita harus melakukan hilirisasi dan hilirisasi ini membutuhkan energi,” tegasnya. (Pon)

#LNG Abadi Masela #Proyek Strategis Nasional #Proyek Hilirisasi Nasional #Presiden Prabowo Subianto
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Groundbreaking Proyek LNG Abadi Masela, Prabowo: Investor Harus Untung, Rakyat Harus Sejahtera
Presiden Prabowo Subianto menegaskan Proyek Strategis Nasional LNG Abadi Masela harus menguntungkan Indonesia dan investor.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 16 Juli 2026
Groundbreaking Proyek LNG Abadi Masela, Prabowo: Investor Harus Untung, Rakyat Harus Sejahtera
Indonesia
Prabowo Resmikan Groundbreaking Proyek LNG Abadi Masela, Proyek Energi yang Dinanti Hampir 28 Tahun
Presiden Prabowo Subianto resmi memulai pembangunan Proyek Strategis Nasional LNG Abadi Masela di Kepulauan Tanimbar, Maluku.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 16 Juli 2026
Prabowo Resmikan Groundbreaking Proyek LNG Abadi Masela, Proyek Energi yang Dinanti Hampir 28 Tahun
Indonesia
Blak-blakan Prabowo Soal Proyek LNG Abadi Masela, Butuh Duit Rp334 Triliun Demi Rakyat Hidup Layak
Pemerintah membutuhkan kepastian pasokan energi guna mempercepat transformasi ekonomi lewat hilirisasi
Angga Yudha Pratama - Kamis, 16 Juli 2026
Blak-blakan Prabowo Soal Proyek LNG Abadi Masela, Butuh Duit Rp334 Triliun Demi Rakyat Hidup Layak
Indonesia
Eks Wakil Ketua KPK Minta Prabowo Turun Tangan Selesaikan Polemik Kasus Febrie Adriansyah
Eks Wakil Ketua KPK Amien Sunaryadi meminta Presiden Prabowo menyelesaikan polemik penanganan dugaan korupsi Febrie Adriansyah dan mengusulkan perkara diserahkan ke KPK.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 15 Juli 2026
Eks Wakil Ketua KPK Minta Prabowo Turun Tangan Selesaikan Polemik Kasus Febrie Adriansyah
Indonesia
Prabowo Bertemu Dewan Ekonomi Nasional, Fokus pada Stabilitas Ekonomi dan Transformasi Digital
Presiden Prabowo Subianto menerima Luhut Binsar Pandjaitan dan Dewan Ekonomi Nasional di Bogor. Pertemuan membahas ketahanan ekonomi nasional hingga penyempurnaan GovTech.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 15 Juli 2026
Prabowo Bertemu Dewan Ekonomi Nasional, Fokus pada Stabilitas Ekonomi dan Transformasi Digital
Olahraga
Menpora Erick Thohir Tanggapi Keresahan Presiden Prabowo karena Indonesia Belum Tembus Piala Dunia
Presiden Prabowo sempat mencari-cari Erick Thohir ketika menyinggung Piala Dunia
Frengky Aruan - Jumat, 10 Juli 2026
Menpora Erick Thohir Tanggapi Keresahan Presiden Prabowo karena Indonesia Belum Tembus Piala Dunia
Indonesia
PSSI Senggol Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa Usai Prabowo Resah Timnas Indonesia Gagal Main di Piala Dunia
Keresahan presiden berdasar atas prinsip kehormatan bangsa melalui prestasi olahraga internasional
Angga Yudha Pratama - Jumat, 10 Juli 2026
PSSI Senggol Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa Usai Prabowo Resah Timnas Indonesia Gagal Main di Piala Dunia
Indonesia
Prabowo Resmikan Lima Bendungan Senilai Rp 9,79 Triliun, Jadi Kunci Ketahanan Pangan hingga Energi Hijau
Presiden Prabowo meresmikan lima bendungan di lima provinsi dengan total anggaran Rp9,79 triliun. Infrastruktur ini dirancang untuk mendukung irigasi puluhan ribu hektare lahan.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 10 Juli 2026
Prabowo Resmikan Lima Bendungan Senilai Rp 9,79 Triliun, Jadi Kunci Ketahanan Pangan hingga Energi Hijau
Indonesia
Prabowo Bertolak ke NTB, Resmikan Bendungan Meninting untuk Perkuat Ketahanan Air
Selain Bendungan Meninting di Lombok Barat, Prabowo juga akan meresmikan empat bendungan lainnya di Aceh, Jawa Tengah, dan Bali.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 10 Juli 2026
Prabowo Bertolak ke NTB, Resmikan Bendungan Meninting untuk Perkuat Ketahanan Air
Olahraga
Ingin Timnas Indonesia Masuk Piala Dunia, Presiden Prabowo Subianto Cari Menpora dan Menkeu
Presiden Prabowo sebelumnya sempat bertemu dengan Erick Thohir dan pelatih Timnas John Herdman di Hambalang, Bogor, Jumat (19/6).
Frengky Aruan - Kamis, 09 Juli 2026
Ingin Timnas Indonesia Masuk Piala Dunia, Presiden Prabowo Subianto Cari Menpora dan Menkeu
Bagikan