Proyek Hilirisasi Nasional
Indonesia
Groundbreaking Proyek LNG Abadi Blok Masela, DRP Minta Pengawasan Ketat dan Prioritaskan Tenaga Kerja Lokal
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 17 Juli 2026
Indonesia
Warga Lokal Diprioritaskan Bekerja di LNG Abadi Masela, Bahlil Siapkan SDM Migas dari Maluku
Pemerintah memastikan warga lokal menjadi prioritas tenaga kerja Proyek LNG Abadi Masela. Bahlil menyebut anak daerah telah disiapkan melalui pendidikan migas.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 16 Juli 2026
Indonesia
Proyek LNG Abadi Masela Bernilai Rp 352 Triliun Siap Gerakkan Ekonomi Indonesia Timur
Proyek LNG Abadi Masela senilai USD 20,9 miliar diproyeksikan memperkuat ketahanan energi, menyerap 12.000 tenaga kerja, dan menjadi motor pertumbuhan ekonomi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 16 Juli 2026
Indonesia
Groundbreaking Proyek LNG Abadi Masela, Prabowo: Investor Harus Untung, Rakyat Harus Sejahtera
Presiden Prabowo Subianto menegaskan Proyek Strategis Nasional LNG Abadi Masela harus menguntungkan Indonesia dan investor.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 16 Juli 2026
Indonesia
Prabowo Resmikan Groundbreaking Proyek LNG Abadi Masela, Proyek Energi yang Dinanti Hampir 28 Tahun
Presiden Prabowo Subianto resmi memulai pembangunan Proyek Strategis Nasional LNG Abadi Masela di Kepulauan Tanimbar, Maluku.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 16 Juli 2026
Indonesia
Danantara Perkuat Penghiliran Nasional Rp 116 Triliun, Selangkah Lebih Maju dalam Transformasi Peran SWF Global
Indonesia dinilai selangkah lebih maju karena telah lebih dulu mengintegrasikan fungsi investasi negara dengan agenda industrialisasi nasional secara konkret.
Dwi Astarini - Jumat, 01 Mei 2026
Indonesia
Resmikan Proyek Penghiliran, Presiden Prabowo: Kita Harus Jadi Raksasa
Hal tersebut dapat dicapai dengan terus menggenjot penghiliran yang berdampak sangat baik bagi perekonomian.
Dwi Astarini - Rabu, 29 April 2026
Indonesia
Dari Kilang hingga Biodiesel, Prabowo Groundbreaking 13 Proyek Hilirisasi Rp 116 Triliun
Presiden Prabowo meresmikan 13 proyek hilirisasi senilai Rp116 triliun. Fokus pada energi, mineral, dan pertanian untuk kurangi impor dan dorong ekonomi.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 29 April 2026