Danantara Perkuat Penghiliran Nasional Rp 116 Triliun, Selangkah Lebih Maju dalam Transformasi Peran SWF Global

Dwi AstariniDwi Astarini - Jumat, 01 Mei 2026
Danantara Perkuat Penghiliran Nasional Rp 116 Triliun, Selangkah Lebih Maju dalam Transformasi Peran SWF Global

Kantor Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) di Jl RP Soeroso, Menteng, Jakarta. ANTARA/Muhammad Heriyanto/am.

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM — LANSKAP pengelolaan kekayaan negara tengah mengalami pergeseran. Banyak negara mulai mengadopsi model sovereign wealth fund (SWF) bukan hanya sebagai instrumen investasi, melainkan sebagai alat strategis untuk mendorong penghiliran dan peningkatan nilai tambah domestik. Hal itu seperti yang dilakukan Danantara Indonesia. Dalam konteks ini, Indonesia dinilai selangkah lebih maju karena telah lebih dulu mengintegrasikan fungsi investasi negara dengan agenda industrialisasi nasional secara konkret.

Sebagai perbandingan, di Kanada, Perdana Menteri Mark Carney mengumumkan pembentukan SWF Canada Strong Fund pada 27 April 2026 yang akan difokuskan pada pembiayaan proyek-proyek strategis di sektor energi, infrastruktur, pertambangan, pertanian, dan teknologi. Carney, seperti dilansir Al Jazeera, Senin (27/4), menegaskan pembentukan SWF Kanada merupakan bagian dari pembelajaran global untuk memperkuat ekonomi jangka panjang Kanada.

Pembentukan SWF Kanada ini, lanjut Carney, mengambil pelajaran dari praktik global yang telah lebih dulu diterapkan di berbagai negara. “Kami mengambil pelajaran dari yurisdiksi lain yang memiliki visi jauh ke masa depan dengan membentuk dana kekayaan negara sejak beberapa dekade lalu,” ujarnya.

Di Amerika Serikat, sebagaimana dilansir Whitehouse.gov, rencana pembentukan SWF pada 3 Februari 2025 telah ditetapkan dengan mandat untuk mendorong keberlanjutan fiskal, mengurangi beban pajak, menciptakan keamanan ekonomi generasi mendatang, serta memperkuat kepemimpinan ekonomi dan strategis global.

Sementara itu, Inggris melalui laman Nationalwealthfund.org.uk mengumumkan pembentukan SWF pada 14 Oktober 2024 dan mulai beroperasi pada 19 Maret 2025, dengan fokus investasi pada proyek padat modal yang mendukung pertumbuhan ekonomi dan transisi energi bersih.

Baca juga:

Kumpulkan Petinggi BUMN Karya, Danantara Janji Percepat Restrukturisasi



Berbeda dengan pendekatan negara-negara tersebut yang masih berada pada tahap penguatan desain, pembentukan, atau transisi kelembagaan, Indonesia melalui Danantara Indonesia telah melangkah lebih jauh dengan langsung mengintegrasikan SWF ke agenda penghiliran nasional secara nyata. Pendekatan itu menempatkan Indonesia bukan sekadar mengikuti tren global, melainkan memimpin arah baru pemanfaatan SWF sebagai instrumen strategis untuk menciptakan nilai tambah domestik, memperkuat rantai industri, dan mendorong transformasi struktural ekonomi.

CEO Danantara Indonesia yang juga Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, menekankan bahwa pengelolaan aset negara kini diarahkan sebagai katalis transformasi ekonomi nasional.

“Kami akan melakukan ini sebagai awal dari lompatan besar Indonesia sebagai bangsa yang tidak hanya kaya sebagai sumber daya alam, tetapi juga berdaulat dalam pengolahannya, unggul dalam produksinya, dan sejahtera dalam hasilnya,” ujarnya.

Groundbreaking 13 proyek strategis diresmikan langsung Presiden Prabowo Subianto di Cilacap, Rabu (29/4). Hal ini mencerminkan orkestrasi kebijakan yang terintegrasi, mulai dari energi, mineral, hingga pertanian, yang tidak hanya meningkatkan kapasitas produksi, tetapi juga membangun ekosistem industri nasional yang tangguh dan berdaya saing global. Kehadiran Danantara Indonesia menjadi bukti bahwa Indonesia tengah membangun paradigma baru dalam pengelolaan kekayaan negara yakni dari sekadar mengelola aset menjadi menciptakan nilai, dari investasi pasif menjadi instrumen strategis pembangunan nasional.

Ke-13 proyek penghiliran tahap II ini terdiri dari berbagai pengembangan di sektor pengolahan dan pemurnian yang terintegrasi, mencakup peningkatan kapasitas refinery, pengembangan produk turunan bernilai tambah, serta pembangunan fasilitas pendukung yang memperkuat rantai pasok industri nasional, sebagai berikut:

Proyek 1 dan 2: Pembangunan Fasilitas Kilang Gasoline di Dumai (Riau) dan Cilacap (Jawa Tengah);

Proyek 3, 4, 5: Pembangunan Tangki Operasional BBM di Palaran (Kalimantan Timur), Biak (Papua), dan Maumere (Nusa Tenggara Timur);

Proyek 6: Fasilitas Pengembangan fasilitas produksi DME berkapasitas 1,4 juta ton per tahun di Tanjung Enim (Sumatera Selatan);

Proyek 7: Pengembangan Fasilitas Manufaktur Baja Nirkarat dari Nikel di Indonesia Morowali Industrial Park (Sulawesi Tengah);

Proyek 8: Pengembangan Fasilitas Produksi Slab Baja Karbon dari Bijih Besi Lokal di Cilegon (Banten);

Proyek 9: Ekosistem dan Fasilitas Produksi Aspal Buton di Karawang (Jawa Barat);

Proyek 10: Hilirisasi Tembaga dan Emas di Gresik (Jawa Timur);

Proyek 11: Pengolahan Sawit menjadi Oleofood dan Biodiesel di Sei Mangkei (Sumatera Utara);

Proyek 12: Fasilitas Pengolahan Pala menjadi Oleoresin di Maluku Tengah (Maluku);

Proyek 13: Fasilitas Terpadu Kelapa terintegrasi menghasilkan MCT, coconut flour, dan activated carbon di Maluku Tengah (Maluku).(*)


Baca juga:

Menteri PKP dan COO Danantara Tinjau Kawasan Bantaran Rel Kawasan Jakarta, Survei Lokasi Permukiman

#Danantara #Ekonomi #Hilirisasi #Proyek Hilirisasi Nasional
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Danantara Bakal Terlibat di Komite Stabilitas Sistem Keuangan, Alasannya Karena Kelola Uang
Danantara merupakan badan pengelola investasi strategis di bawah Presiden yang mendapat mandat mengelola dan mengoptimalkan investasi pemerintah
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 28 Juli 2026
Danantara Bakal Terlibat di Komite Stabilitas Sistem Keuangan, Alasannya Karena Kelola Uang
Indonesia
Danantara Siapkan Skema Pembayaran Ringan Buat Beli Apartemen Dibangun BUMN Belum Terjual
Inisiatif tersebut diharapkan dapat mempercepat penyerapan stok hunian yang telah dibangun BUMN sekaligus memperluas akses masyarakat untuk memiliki rumah.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 27 Juli 2026
Danantara Siapkan Skema Pembayaran Ringan Buat Beli Apartemen Dibangun BUMN Belum Terjual
Indonesia
Kader PKB Pakai Kaus Prabowonomics, Presiden Prabowo: tidak Pantas Saudara Pakai Nama Saya
Ia merasa bahagia karena Ijtima Ulama PKB secara tegas menyatakan dukungan terhadap arah pembangunan ekonomi yang tengah dijalankan pemerintah.
Dwi Astarini - Jumat, 24 Juli 2026
Kader PKB Pakai Kaus Prabowonomics, Presiden Prabowo: tidak Pantas Saudara Pakai Nama Saya
Berita
Danantara Apresiasi Model Pemberdayaan PNM, Ruang Pintar hingga PKM Jadi Sorotan
Danantara Asset Management mengunjungi layanan PNM di Mojokerto untuk melihat langsung program pemberdayaan usaha ultra mikro.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 22 Juli 2026
Danantara Apresiasi Model Pemberdayaan PNM, Ruang Pintar hingga PKM Jadi Sorotan
Indonesia
Ekonom Senior Ichsanuddin Noorsy Sebut 115 UU Harus Diubah untuk Benahi Ekonomi Indonesia
Ekonom senior Ichsanuddin Noorsy menilai sekitar 115 UU perlu diubah karena dinilai berpihak pada ekonomi neoliberalisme.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 21 Juli 2026
Ekonom Senior Ichsanuddin Noorsy Sebut 115 UU Harus Diubah untuk Benahi Ekonomi Indonesia
Indonesia
Penggabungan 250 BUMN Hemat Biaya Rutin Hingga Rp 50 Triliun
Jumlah BUMN ditargetkan berkurang dari 1.077 menjadi maksimal 350 perusahaan melalui penutupan, penggabungan, dan konsolidasi.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 20 Juli 2026
Penggabungan 250 BUMN Hemat Biaya Rutin Hingga Rp 50 Triliun
Berita
Menko Airlangga Temui Mendag China, Indonesia Dorong Investasi Berkualitas dan Perdagangan Seimbang
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto, bertemu dengan Menteri Perdagangan Republik Rakyat Tiongkok, Wang Wentao.
Soffi Amira - Sabtu, 18 Juli 2026
Menko Airlangga Temui Mendag China, Indonesia Dorong Investasi Berkualitas dan Perdagangan Seimbang
Indonesia
Groundbreaking Proyek LNG Abadi Blok Masela, DRP Minta Pengawasan Ketat dan Prioritaskan Tenaga Kerja Lokal
Anggota Komisi XII DPR RI Syafruddin mengapresiasi dimulainya proyek LNG Abadi Blok Masela. DPR meminta pengawasan ketat, transparansi, serta prioritas tenaga kerja lokal.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 17 Juli 2026
Groundbreaking Proyek LNG Abadi Blok Masela, DRP Minta Pengawasan Ketat dan Prioritaskan Tenaga Kerja Lokal
Indonesia
Realisasi Investasi Jakarta Triwulan II Tahun 2026 Capai Rp 94,9 Triliun
Semakin menegaskan posisi Jakarta sebagai pusat investasi dan motor penggerak pertumbuhan ekonomi Indonesia di tengah dinamika ekonomi global.
Dwi Astarini - Jumat, 17 Juli 2026
Realisasi Investasi Jakarta Triwulan II Tahun 2026 Capai Rp  94,9 Triliun
Indonesia
Warga Lokal Diprioritaskan Bekerja di LNG Abadi Masela, Bahlil Siapkan SDM Migas dari Maluku
Pemerintah memastikan warga lokal menjadi prioritas tenaga kerja Proyek LNG Abadi Masela. Bahlil menyebut anak daerah telah disiapkan melalui pendidikan migas.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 16 Juli 2026
Warga Lokal Diprioritaskan Bekerja di LNG Abadi Masela, Bahlil Siapkan SDM Migas dari Maluku
Bagikan