MerahPutih.com - Presiden Prabowo Subianto menggelar Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, menyampaikan capaian tersebut merupakan prestasi yang jarang terjadi di dunia.
Presiden Prabowo Subianto memuji kinerja Danantara Indonesia yang berhasil mengurangi jumlah badan usaha milik negara (BUMN) melalui konsolidasi dan penggabungan perusahaan sehingga memangkas 250 BUMN dalam 18 bulan pertama pemerintahannya.
Saya bangga pimpinan daripada Danantara dalam tahun pertama, 18 bulan pertama sudah berhasil mengurangi jumlah dari 1.077, di akhir bulan ini, di akhir 31 Juli mereka sudah menutup, mengonsolidasikan, mem-merge sehingga dari 1.077 berkurang 250 BUMN. Sudah berkurang 250. Di dunia mana ada negara yang menutup state owned enterprise 250 dalam satu tahun,
ujar Presiden Prabowo.
Jumlah BUMN yang telah dikonsolidasikan tersebut menjadi langkah awal menuju target yang lebih besar pada akhir 2026. Pimpinan Danantara melaporkan bahwa hingga 31 Desember 2026, jumlah BUMN ditargetkan berkurang dari 1.077 menjadi maksimal 350 perusahaan melalui penutupan, penggabungan, dan konsolidasi.
Baca juga:
Presiden Prabowo Mau Tertibkan BUMN, Berpotensi Jadi Sarang Korupsi
Dari 1.077 akan maksimal 350. Berarti di akhir 2026 mungkin 700 BUMN yang akan kita tutup, kita merge, kita konsolidasi. Berkurang dari 1.077 akan menjadi maksimal 350,
katanya.
Presiden Prabowo menyatakan, langkah konsolidasi tersebut tidak hanya menyederhanakan struktur BUMN, tetapi juga menghasilkan efisiensi anggaran yang signifikan.
Berdasarkan laporan yang diterimanya, penutupan dan penggabungan 250 BUMN telah menghemat biaya rutin atau overhead sekitar Rp 50 triliun.
Penghematan itu, kata Prabowo, berasal dari berkurangnya biaya operasional, seperti gaji direksi dan komisaris, sewa gedung, biaya listrik, transportasi, hingga penyelenggaraan rapat kerja.
Presiden Prabowo meyakini nilai penghematan tersebut masih berpotensi meningkat hingga akhir tahun, bisa naik atau bisa mendekati Rp 70 triliun sampai Rp 80 triliun.

