Selalu Patuhi Protokol Kesehatan untuk Bepergian Jauh dengan Transportasi Umum

Muchammad YaniMuchammad Yani - Selasa, 30 Maret 2021
Selalu Patuhi Protokol Kesehatan untuk Bepergian Jauh dengan Transportasi Umum

Protokol Kesehatan untuk bepergian jauh dengan Transportasi umum. (Foto: Unsplash/camila perez)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BERPERGIAN jauh dengan menggunakan transportasi umum rasanya cukup rumit selama masa pandemi ini. Orang yang akan bepergian harus mengikuti pola atau protokol tertentu sebelum dapat melakukan perjalanan. Diwajibkan juga test rapid atau swab sebelum melakukan perjalanan.

Kini hampir setiap tempat umum mewajibkan para pengunjungnya untuk mencuci tangan sebelum masuk ke area, memakai masker, dan pengecekan suhu tubuh. Untuk suhu tubuh sendiri seseorang harus memiliki suhu di bawah 37,3 derajat C. Jika melebihi angka tersebut ,maka ia tidak diperbolehkan masuk. Begitu pula di terminal, stasiun, atau bandara, namun memiliki beberapa protokol tambahan.

Baca juga:

Jangan Hanya Andalkan Vaksinasi, Perkuat Juga Daya Tahan Tubuh

Seperti sebelum bepergian menggunakan pesawat, para calon penumpang diharuskan melakukan test PCR atau antigen, dan membawa bukti keterangan bahwa calon penumpang tersebut negatif COVID-19. Hasil test tersebut juga memiliki masa berlaku yang telah diatur. Biasanya test PCR memiliki masa berlaku 2x24 Jam sebelum penerbangan sementara antigen 1x24 Jam sebelum penerbangan.

Selain itu calon penumpang juga wajib mengisi Kartu Kewaspadaan Kesehatan. Calon penumpang bisa mengisi kartu tersebut secara elektronik (E-HAC) melalui aplikasi pada perangkat Android atau melalui web. Jika tidak dapat mengakses keduanya, Kartu Kewaspadaan Kesehatan juga tersedia di pesawat, dan penumpang harus mengisinya sebelum mendarat atau di bandara kedatangan.

Jika seseorang bepergian dengan menggunakan Kereta Api (KA), para calon penumpang diharuskan melakukan test GeNose C19 untuk mengetahui apakah mereka terinfeksi COVID-19 atau tidak. Test GeNose C19 disarankan dilakukan 1 hari sebelum melakukan perjalanan, karena jika seseorang melakukan test di hari yang sama, ada resiko pelancong dapat tertinggal keberangkatan Kereta karena mengantri test. Untuk saat ini GeNose C19 hanya berlaku untuk KA dan hanya tersedia di stasiun KA.

Sementara jika seseorang menempuh perjalanan menggunakan kendaraan pribadi mau pun bus antar kota, biasanya di perbatasan-perbatasan kota terdapat pos pemeriksaan dari Satgas COVID-19. Seseorang yang akan masuk ke kota tersebut harus menunjukan surat negatif test COVID-19. Jika perjalanan tersebut akan menyebrang dengan kapal, biasanya di dermaga juga terdapat pos pemeriksaan tersebut.

Baca juga:

Lelah dengan Pandemi COVID-19 akan Memunculkan Pandemic Fatigue

Tes PCR atau Antigen harus dilakukan sebelum penerbangan. (Foto: Unsplash/mufid majnun)
Tes PCR atau Antigen harus dilakukan sebelum penerbangan. (Foto: Unsplash/mufid majnun)

Di dalam transportasi umum jarak jauh, kini para penumpang tidak diperbolehkan berbicara. Berdasarkan Surat Edara Kementerian Perhubungan No.10/2021, ada peraturan baru yang ditekankan, yakni semua penumpang tidak diperkenankan untuk bicara satu arah maupun dua arah, baik secara langsung atau melalui telepon genggam. Selain itu, penumpang juga dilarang mengonsumsi makanan atau minuman dalam perjalanan kurang dari 2 jam, kecuali penumpang tersebut harus mengonsumsi obat-obatan.

Selama dalam transporasi umum, tempat duduk juga diberikan jarak antar penumpangnya. Karena salah satu protokol pencegahan penyebaran COVID adalah menjaga jarak. Dengan menjaga jarak ini secara otomatis ada bangku penumpang yang harus dikosongkan, sehingga alat transportasi tersebut tidak dapat menggunakan seluruh kapasitasnya, dibatasi hanya 50 - 75 persen nya saja.

Bepergian untuk liburan lebih disarankan untuk dilakukan dengan cara road trip, atau menggunakan kendaraan pribadi. Karena dengan brgitu, pelancong tidak harus duduk dalam satu ruang bersama banyak orang. Serta dengan siapa sang pelancong melakukan kontak pun dapat dengan mudah dilacak. (kna)

Baca juga:

Sejumlah Restoran Kasih Diskon Nakes dan Orang yang Sudah Divaksin

#Transportasi #Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Muchammad Yani

Lebih baik keliling Indonesia daripada keliling hati kamu
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Pada rentang waktu yang sama, katanya, gagal ginjal menduduki urutan kedua, dengan total biaya sebesar Rp 83,8 triliun yang dikeluarkan untuk membayar pelayanan kesehatan 81,2 juta kasus.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Indonesia
Asap Karhutla Mengancam Anak, DPR Minta Sekolah tak Nekat Gelar Aktivitas Luar Ruangan
Sekolah diminta tidak menjalankan aktivitas luar ruangan seolah kualitas udara dalam kondisi normal.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Asap Karhutla Mengancam Anak, DPR Minta Sekolah tak Nekat Gelar Aktivitas Luar Ruangan
Indonesia
Transjakarta Rekayasa Sejumlah Rute Imbas Demo DPR 29 September 2026, ini Daftarnya
Transjakarta menyesuaikan rute perjalanan imbas demo DPR, Selasa (29/9). Berikut daftar rute yang dialihkan sementara.
Soffi Amira - Selasa, 29 September 2026
Transjakarta Rekayasa Sejumlah Rute Imbas Demo DPR 29 September 2026, ini Daftarnya
Indonesia
Presiden Prabowo Perintahkan Persingkat Antrean Layanan BPJS
Selain itu tidak boleh ada lagi diskriminasi pelayanan antara peserta BPJS Kesehatan dan pasien non-BPJS.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Presiden Prabowo Perintahkan Persingkat Antrean Layanan BPJS
Indonesia
Gubernur Pramono Klaim Transportasi Jakarta Lebih Baik daripada New York
Pramono menyebut salah satu hal yang menjadi perhatian Mamdani yakni bagaimana Jakarta mengintegrasikan berbagai moda transportasi dengan dukungan subsidi pemerintah daerah.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Gubernur Pramono Klaim Transportasi Jakarta Lebih Baik daripada New York
Indonesia
Program Ambulans Udara Mulai Diujicobakan Pakai Helikopter
Pemerintah telah melakukan uji coba melalui latihan evakuasi medis menggunakan helikopter di Kabupaten Pesisir Barat, Lampung.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 28 September 2026
Program Ambulans Udara Mulai Diujicobakan Pakai Helikopter
Indonesia
Pramono Pamer Integrasi Transortasi Jakarta ke Para Wali Kota Dunia di New York
Jakarta juga mulai memperkuat elektrifikasi transportasi publik. Hingga 2026, Transjakarta mengoperasikan sekitar 4.792 armada, termasuk 500 bus listrik.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 25 September 2026
Pramono Pamer Integrasi Transortasi Jakarta ke Para Wali Kota Dunia di New York
Tekno
Risiko Jantung Mengintai di Balik Maraknya Fenomena 'Mendadak Atlet'
Tren olahraga ekstrem seperti lari dan Hyrox kian marak, namun fenomena mendadak atlet tanpa cek kesehatan justru memicu risiko fatal henti jantung!
Wisnu Cipto - Jumat, 25 September 2026
Risiko Jantung Mengintai di Balik Maraknya Fenomena 'Mendadak Atlet'
Indonesia
Mulai Hari ini Naik LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai Dikenai Tarif Rp 5.000
Layanan tarif Rp 8 LRT Jakarta itu telah berlangsung sejak periode 16 hingga 23 September 2026.
Dwi Astarini - Kamis, 24 September 2026
Mulai Hari ini Naik LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai Dikenai Tarif Rp 5.000
Indonesia
KRL Rangkasbitung Bakal Datang Tiap 4-5 Menit, Mulai Diterapkan 2027
KRL Rangkasbitung bakal berhenti tiap empat hingga lima menit sekali. Hal itu bakal diterapkan mulai 2027.
Soffi Amira - Kamis, 24 September 2026
KRL Rangkasbitung Bakal Datang Tiap 4-5 Menit, Mulai Diterapkan 2027
Bagikan