Risiko Jantung Mengintai di Balik Maraknya Fenomena 'Mendadak Atlet'

Wisnu CiptoWisnu Cipto - Jumat, 25 September 2026
Risiko Jantung Mengintai di Balik Maraknya Fenomena 'Mendadak Atlet'

Ada ancaman serangan jantung. (Unsplash/Robina Weermejier)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Di tengah maraknya demam olahraga high-impact seperti lari jarak jauh hingga kompetisi Hyrox yang membanjiri media sosial, ancaman henti jantung mendadak (out-of-hospital cardiac arrest) justru mengintai kalangan usia produktif akibat abai melakukan pemeriksaan fisik dasar.

Jebakan Jersey dan Ambisi Kompetisi Tanpa Ukur Kemampuan

Kepada media, dikutip Jumat (25/9), Ketua Panitia Hari Jantung Sedunia 2026 dr. Rizky Aulia Fanani, Sp.JP, Subsp. Ar. (K), mengakui antusiasme masyarakat mengikuti tren olahraga seperti lari jarak jauh hingga Hyrox sangat positif, tetapi kerap tidak dibarengi dengan pemahaman atas batas kemampuan tubuh.

Dokter Rizky mengingatkan ambisi berlebihan untuk berkompetisi tanpa dibarengi tes tekanan darah dan pemahaman riwayat kesehatan tubuh dapat memicu dampak fatal di lapangan.

Banyak yang begitu memakai jersey, langsung merasa menjadi atlet mendadak dan tidak bisa mengukur kemampuan diri sendiri,

Ketua Panitia Hari Jantung Sedunia 2026 dr. Rizky Aulia Fanani

Baca juga:

Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasan Nanik S Deyang Pilih Berobat Jantung di Luar Negeri

Rizky menekankan kecepatan dan ketepatan tindakan Bantuan Hidup Dasar (BHD) menit-menit awal setelah korban kolaps menjadi faktor penentu utama antara hidup dan mati sebelum bantuan medis profesional tiba.

"Selama ini kalau ada orang pingsan atau henti jantung di lapangan, masyarakat kerap bingung dan hanya menepuk-nepuk atau mengangkat korban secara keliru," tandas dokter spesialis jantung dan pembuluh darah dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (Perki) itu.

Hipertensi Tersembunyi dan Ancaman Pembunuh Diam-diam

Ketua Bidang Komunikasi Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Iwet Ramadhan menambahkan kelompok usia 20 hingga 45 tahun kini mendominasi proporsi kasus gangguan kardiovaskular di tanah air

Iwet menjabarkan angka tertinggi mencapai 80 persen pada laki-laki akibat komplikasi hipertensi, kolesterol tinggi, dan rokok.

Menurut dia, seseorang yang mengidap gangguan irama jantung (atrial fibrilasi) atau hipertensi tak terdeteksi berisiko tinggi mengalami kolaps mendadak saat memacu fisik secara berlebihan.

Banyak yang berolahraga high-impact, semua lari, semua ikut Hyrox, tapi tidak memperhatikan tensinya dan tidak memperhatikan kesehatan jantungnya, sehingga akhirnya terjadi cardiac arrest,

Ketua Bidang Komunikasi Yayasan Jantung Indonesia Iwet Ramadhan

Baca juga:

Dokter Spesialis Beberkan Beda Serangan Jantung dengan Kematian Jantung Mendadak

Kampanye Lari Santai Mengikis Stigma Olahraga Ekstrem

Guna meluruskan pemahaman publik bahwa aktivitas fisik bertujuan menjaga kebugaran secara bertahap, Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (Perki) bersama YJI menggelar ajang World Heart Day Run 2026.

Acara bakal berlangsung di kawasan Gelora Bung Karno (GBK) dan Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, pada 27 September mendatang. Dilansir Antara, ajang lari non-kompetitif itu akan menempuh jarak sejauh 5 kilometer.

Konsep tanpa medali kecepatan ini dirancang khusus untuk mengedukasi masyarakat olah raga sejatinya adalah investasi kesehatan jangka panjang, bukan sekadar ajang adu gengsi.

Rangkaian peringatan Hari Jantung Sedunia 2026 itu juga dibekali dengan pelatihan massal Bantuan Hidup Dasar (BHD) atau resusitasi jantung paru bagi masyarakat awam. (*)

#Sakit Jantung #Olahraga #Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Wisnu Cipto

Jurnalis dan penulis profesional selama dua dekade di industri media, mulai dari koran, televisi, hingga konten digital. Lulusan FISIP UI terlatih merangkai kata-kata terkait isu sosial-budaya-politik-hukum secara akurat dan relevan bagi pembaca, dengan kiblat kode etik jurnalistik dan verifikasi-verifikasi-verifikasi ... Pemegang sertifikasi kompetensi dari Lembaga Pers Dr.Soetomo (LPDS), yang coba terus belajar berkarya dengan 'hati'.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Tekno
Risiko Jantung Mengintai di Balik Maraknya Fenomena 'Mendadak Atlet'
Tren olahraga ekstrem seperti lari dan Hyrox kian marak, namun fenomena mendadak atlet tanpa cek kesehatan justru memicu risiko fatal henti jantung!
Wisnu Cipto - Jumat, 25 September 2026
Risiko Jantung Mengintai di Balik Maraknya Fenomena 'Mendadak Atlet'
Tekno
Huawei Smartwatch GT Series Diklaim Bisa Tahan hingga 21 Hari, Cocok untuk Aktivitas Olahraga
Huawei GT Series diklaim mampu bertahan hingga 21 hari untuk penggunaan ringan. Simak daya tahan HUAWEI WATCH GT 6 dan GT Runner.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 24 September 2026
Huawei Smartwatch GT Series Diklaim Bisa Tahan hingga 21 Hari, Cocok untuk Aktivitas Olahraga
Kuliner
Belajar Trik Makan Mi Instan Sehat ala Gen Z Korea, Dobel Manfaat sebagai Pereda Pengar
Mi instan sebagian besar terdiri dari karbohidrat olahan, tapi rendah serat.
Dwi Astarini - Rabu, 23 September 2026
Belajar Trik Makan Mi Instan Sehat ala Gen Z Korea, Dobel Manfaat sebagai Pereda Pengar
Olahraga
Jadwal Lengkap Asian Games 2026 22 September: Indonesia Tampil di 17 Cabor
Jadwal Indonesia di Asian Games 2026 22 September akan menghadirkan 17 cabor. Salah satunya adalah bulu tangkis.
Soffi Amira - Selasa, 22 September 2026
Jadwal Lengkap Asian Games 2026 22 September: Indonesia Tampil di 17 Cabor
Olahraga
Indonesia Koleksi 5 Medali di Hari Pertama Asian Games 2026, Masih Tunggu Emas
Indonesia mengoleksi lima emas di hari pertama Asian Games 2026. Emas menjadi target berikutnya.
Soffi Amira - Senin, 21 September 2026
Indonesia Koleksi 5 Medali di Hari Pertama Asian Games 2026, Masih Tunggu Emas
Olahraga
Sumaya Persembahkan Medali Perak Pertama Tim Indonesia dari Teqball
Sumaya mengakui masih banyak hal yang perlu dievaluasi, terutama dalam mengurangi kesalahan-kesalahan kecil.
Dwi Astarini - Minggu, 20 September 2026
Sumaya Persembahkan Medali Perak Pertama Tim Indonesia dari Teqball
Berita Foto
Pemprov DKI Hadirkan Car Free Day di Tiga Titik Jakarta
Warga berolahraga saat Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) ata Car Free Day (CFD) di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Dukuh Atas, Jakarta, Minggu (20/9/2026).
Didik Setiawan - Minggu, 20 September 2026
Pemprov DKI Hadirkan Car Free Day di Tiga Titik Jakarta
Berita Foto
Kenalkan Wajah Baru, Viva Cosmetics Ajak Makeup Lovers Olahraga di Area CFD
Brand Manager Viva Cosmetics, James Junianlie berbincang dengan Makeup lovers di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Minggu (20/9/2026).
Didik Setiawan - Minggu, 20 September 2026
Kenalkan Wajah Baru, Viva Cosmetics Ajak Makeup Lovers Olahraga di Area CFD
Berita Foto
Defile Kontingen Indonesia dalam Upacara Pembukaan Asian Games 2026
defile Kontingen Indonesia dalam Asian Games 2026 di Stadion Paloma Mizuho, Nagoya, Aichi, Jepang, Sabtu (19/9/2026).
Didik Setiawan - Minggu, 20 September 2026
Defile Kontingen Indonesia dalam Upacara Pembukaan Asian Games 2026
Olahraga
Gratis! Link Siaran Langsung Pembukaan Asian Games Aichi-Nagoya 2026 Mulai 16.00 WIB
Tonton live streaming pembukaan Asian Games 2026 gratis sore ini pukul 16.00 WIB, lengkap dengan kabar bonus emas Rp3 miliar bagi atlet Indonesia!
Wisnu Cipto - Sabtu, 19 September 2026
Gratis! Link Siaran Langsung Pembukaan Asian Games Aichi-Nagoya 2026 Mulai 16.00 WIB
Bagikan