Presiden Prabowo Perintahkan Persingkat Antrean Layanan BPJS

Dwi AstariniDwi Astarini - 1 jam, 46 menit lalu
Presiden Prabowo Perintahkan Persingkat Antrean Layanan BPJS

Ilustrasi - Pasien BJPS pemegang kartu Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:


MERAHPUTIH.COM - PRESIDEN Prabowo Subianto meminta agar antrean pelayanan bagi peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dipersingkat. Selain itu tidak boleh ada lagi diskriminasi pelayanan antara peserta BPJS Kesehatan dan pasien non-BPJS.

"Kalau misalnya ada pasien (BPJS Kesehatan) yang masuk, juga bisa dilayani dengan baik. Kemudian, dipastikan juga bahwa semua rumah sakit-rumah sakit yang ada itu tidak membeda-bedakan antara pasien BPJS dan pasien bukan BPJS," kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin setelah rapat terbatas dengan Prabowo mengenai pelayanan BPJS Kesehatan di Istana Negara, Jakarta, Senin (28/9).

Ia menjelaskan peningkatan kualitas layanan sangat berkaitan dengan kebutuhan pendanaan BPJS Kesehatan agar arus kas tetap kuat dan pembayaran klaim kepada rumah sakit dapat berjalan lancar.

Persoalan tersebut, lanjutnya, mulai ditangani setelah Kementerian Keuangan dua pekan lalu menyetujui pencairan dana sebesar Rp 20 triliun bagi BPJS Kesehatan. Dana tersebut akan digunakan untuk menutup selisih arus kas (cash flow gap) antara penerimaan iuran peserta dan pembayaran manfaat.

Baca juga:

Prabowo Setujui Dana Rp 20 Triliun untuk BPJS, Layanan Rumah Sakit Disorot


Di kesempatan yang sama, Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan dana tersebut ditujukan agar BPJS Kesehatan dapat memenuhi kewajibannya kepada rumah sakit dengan lancar. Pencairan akan dilakukan dalam dua tahap, yakni Rp 10 triliun pada Oktober dan Rp 10 triliun lagi pada November.

"Sehingga nanti keuangan BPJS akan ter-cover dengan baik," tutur dia.

Sementara itu, Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito menjelaskan lembaganya membutuhkan tambahan pendanaan karena jumlah iuran yang terkumpul masih lebih rendah daripada manfaat yang dibayarkan.

Hingga September 2026, BPJS Kesehatan telah menghimpun iuran sebesar Rp 118 triliun, sedangkan manfaat yang harus dibayarkan mencapai Rp 132 triliun. Dengan demikian, terdapat cash flow gap sekitar Rp 14 triliun yang perlu ditutup agar pelayanan kepada peserta tetap optimal. "Jadi, kami berterima kasih kepada Presiden, pemerintah, Pak Menteri, telah diberikan suntikan dana sebesar Rp 20 triliun," jelas dia.

Ia mengatakan terdapat beberapa faktor yang menyebabkan cash flow gap tersebut, salah satunya yakni kepatuhan pembayaran iuran. Saat ini, sekitar 52 juta peserta BPJS kesehatan tercatat tidak aktif dan tidak membayar iuran sehingga kondisi tersebut memengaruhi arus kas BPJS kesehatan. Oleh karena itu, ia mengimbau peserta tetap aktif membayar iuran sesuai semangat asuransi sosial yang berbasis gotong royong.

Selain itu, faktor lainnya yakni tidak adanya penyesuaian nilai iuran selama enam tahun terakhir meski terdapat inflasi biaya pelayanan medis dan peningkatan utilisasi layanan rumah sakit. Untuk menghadapi tantangan tersebut, BPJS Kesehatan akan mendorong perubahan sistem pelayanan dari pendekatan berbasis volume (volume-based) menjadi berbasis manfaat atau hasil layanan (value-based).

Menurut Prihati, sistem saat ini cenderung mendorong peningkatan volume layanan karena semakin banyak layanan yang diberikan, semakin besar pula pembayaran yang diterima fasilitas kesehatan.

Di masa depan, BPJS Kesehatan berkomitmen menggeser pola tersebut agar peserta memperoleh layanan yang tidak hanya berkualitas, tetapi juga tepat sasaran. Perubahan ini juga diharapkan dapat berdampak positif pada arus kas BPJS Kesehatan.

"Ini kami akan tegakkan di masa depan untuk bisa value-based, dan itu juga yang kami janjikan untuk memperbaiki kualitas layanan kepada peserta yang lebih sesuai dengan kebutuhan, yang tepat sasaran," pungkasnya.(Asp)

Baca juga:

Prabowo Kumpulkan Menteri Bahas Kondisi Keuangan BPJS Kesehatan

#BPJS Kesehatan #Presiden Prabowo #Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Presiden Prabowo Perintahkan Persingkat Antrean Layanan BPJS
Selain itu tidak boleh ada lagi diskriminasi pelayanan antara peserta BPJS Kesehatan dan pasien non-BPJS.
Dwi Astarini - 1 jam, 46 menit lalu
Presiden Prabowo Perintahkan Persingkat Antrean Layanan BPJS
Indonesia
Prabowo Setujui Dana Rp 20 Triliun untuk BPJS, Layanan Rumah Sakit Disorot
Prabowo meminta layanan BPJS ditingkatkan, termasuk memangkas antrean dan memastikan rumah sakit tidak membedakan pasien BPJS dengan pasien umum.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 28 September 2026
Prabowo Setujui Dana Rp 20 Triliun untuk BPJS, Layanan Rumah Sakit Disorot
Indonesia
Program Ambulans Udara Mulai Diujicobakan Pakai Helikopter
Pemerintah telah melakukan uji coba melalui latihan evakuasi medis menggunakan helikopter di Kabupaten Pesisir Barat, Lampung.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 28 September 2026
Program Ambulans Udara Mulai Diujicobakan Pakai Helikopter
Indonesia
Prabowo Kumpulkan Menteri Bahas Kondisi Keuangan BPJS Kesehatan
Setiap bulan BPJS Kesehatan mengumpulkan iuran sekitar Rp 14 triliun per bulan. Namun, di saat yang sama harus mengeluarkan Rp 16 triliun per bulan.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 28 September 2026
Prabowo Kumpulkan Menteri Bahas Kondisi Keuangan BPJS Kesehatan
Indonesia
Lifter Rahmat Erwin Raih Emas Asian Games 2026 dan Pecahkan Rekor, Langsung Ditelepon Presiden Prabowo
Prabowo menelpon melalui panggilan video dari kediaman Prabowo di Hambalang, Sabtu (26/9) sore.
Dwi Astarini - Senin, 28 September 2026
Lifter Rahmat Erwin Raih Emas Asian Games 2026 dan Pecahkan Rekor, Langsung Ditelepon Presiden Prabowo
Tekno
Risiko Jantung Mengintai di Balik Maraknya Fenomena 'Mendadak Atlet'
Tren olahraga ekstrem seperti lari dan Hyrox kian marak, namun fenomena mendadak atlet tanpa cek kesehatan justru memicu risiko fatal henti jantung!
Wisnu Cipto - Jumat, 25 September 2026
Risiko Jantung Mengintai di Balik Maraknya Fenomena 'Mendadak Atlet'
Kuliner
Belajar Trik Makan Mi Instan Sehat ala Gen Z Korea, Dobel Manfaat sebagai Pereda Pengar
Mi instan sebagian besar terdiri dari karbohidrat olahan, tapi rendah serat.
Dwi Astarini - Rabu, 23 September 2026
Belajar Trik Makan Mi Instan Sehat ala Gen Z Korea, Dobel Manfaat sebagai Pereda Pengar
Indonesia
Presiden Prabowo Siapkan Pendidikan Negeri Gratis, dari SD hingga Perguruan Tinggi tanpa Bayaran
Rencana tersebut merupakan bagian dari komitmen Prabowo untuk memperluas akses pendidikan yang layak dan setara bagi masyarakat.
Dwi Astarini - Rabu, 23 September 2026
Presiden Prabowo Siapkan Pendidikan Negeri Gratis, dari SD hingga Perguruan Tinggi tanpa Bayaran
Indonesia
Soal Wacana Reshuffle Presiden Prabowo, PKS: jangan Ada lagi Menteri Kena Kasus Korupsi
Meminta Prabowo memiliki parameter yang jelas dalam mengevaluasi anggota kabinet.
Dwi Astarini - Minggu, 20 September 2026
Soal Wacana Reshuffle Presiden Prabowo, PKS: jangan Ada lagi Menteri Kena Kasus Korupsi
Indonesia
DPR Dukung Prabowo Gratiskan Pendidikan dari SD hingga PTN, Harus Dibarengi Pemenuhan Gizi Anak
Anggota Komisi X DPR RI Elnino M Husein Mohi mendukung rencana Presiden Prabowo Subianto menggratiskan biaya pendidikan.
Yusuf Abdillah - Minggu, 20 September 2026
DPR Dukung Prabowo Gratiskan Pendidikan dari SD hingga PTN, Harus Dibarengi Pemenuhan Gizi Anak
Bagikan