MerahPutih.com - Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Jumhur Hidayat sebagai Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup. Jumhur mengisi posisi yang sebelumnya ditempati Hanif Faisol Nurofiq.
Mohammad Jumhur Hidayat dikenal sebagai aktivis pergerakan dan tokoh buruh yang lahir di Bandung pada 18 Februari 1968.
Jejak aktivisme telah tertanam sejak ia menempuh pendidikan di jurusan Teknik Fisika, Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 1986.
Sejak awal masa kuliah, Jumhur aktif dalam berbagai aksi unjuk rasa, mulai dari pembelaan hak petani hingga penolakan penggusuran lahan rakyat dalam sejumlah kasus besar seperti Badega, Kacapiring, Cimacan, hingga Kedung Ombo.
Puncak pergerakannya di masa mahasiswa terjadi pada 5 Agustus 1989. Saat itu, Jumhur turut mengorganisasi aksi penolakan kedatangan Menteri Dalam Negeri Rudini di depan kampus ITB. Akibat aksi tersebut, ia ditangkap bersama sejumlah rekan mahasiswa lainnya, termasuk Fadjroel Rachman.
Keterlibatan dalam aksi itu membuat Jumhur harus mendekam di penjara selama periode 1989–1992. Ia sempat ditahan di Bakorstanasda Jawa Barat, kemudian dipindahkan ke Lapas Nusakambangan sebelum akhirnya kembali ke Bandung. Ia baru menghirup udara bebas pada 25 Februari 1992 dari LP Sukamiskin.
Baca juga:
Aktivis Buruh Jumhur Hidayat Sempat Dipanggil Istana, Sinyal Masuk Kabinet Prabowo?
Pasca bebas, Jumhur bergabung dengan Center for Information and Development Studies (CIDES) pada 1993 sebagai direktur eksekutif. Lima tahun berselang, tepatnya pada 1998, ia mendirikan Gabungan Serikat Pekerja Merdeka Indonesia (Gaspermindo).
Karier publiknya mencapai titik penting saat Susilo Bambang Yudhoyono melantiknya sebagai Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) pada 11 Januari 2007.
Ia memimpin lembaga tersebut selama lebih dari tujuh tahun hingga Maret 2014.
Baca juga:
Bahlil Tanggapi Isu Reshuffle Kabinet, Minta Publik Tunggu Langkah Prabowo
Di ranah gerakan buruh, dedikasinya berlanjut hingga ia terpilih sebagai Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) melalui Kongres ke-10 pada 16 Februari 2022 untuk periode 2022–2027, menjadikannya pemimpin salah satu organisasi pekerja terbesar di Indonesia.
Uniknya, pada Pemilu Presiden 2024 lalu, Jumhur bertugas sebagai tim sukses pasangan Anies Baswedan–Muhaimin Iskandar.
Dalam kehidupan pribadi, Jumhur menikah dengan Alia Febyani Prabandari dan dikaruniai empat anak.
Selain aktif sebagai organisator dan aktivis, ia juga produktif menulis buku dan artikel tentang demokrasi, ekonomi kerakyatan, serta pengalaman perjuangannya, termasuk karya seperti Surat-Surat dari Penjara dan Manifesto Kekuatan Ketiga. (Knu)