MerahPutih.com - Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk mempercepat reformasi birokrasi melalui penyederhanaan regulasi dan digitalisasi layanan pemerintahan. Salah satu langkah yang didorong adalah percepatan implementasi Single National Identity Card sebagai bagian dari transformasi tata kelola pemerintahan.
Dalam Sidang Kabinet di Istana Negara, Senin (20/7), Prabowo mengatakan Indonesia berada di jalur yang tepat dalam pembangunan. Namun, menurutnya, pemerintah tetap harus melakukan evaluasi agar penyelenggaraan pemerintahan menjadi lebih efektif dan efisien.
“Kita yakin berada di arah yang benar, tapi kita juga waspada. Kita koreksi diri, kita tahu bahwa efisiensi kita masih kurang. Regulasi kita terlalu banyak, peraturan kita terlalu banyak,” ujar Prabowo.
Baca juga:
Prabowo Evaluasi Kabinet Jelang Dua Tahun Pemerintahan, 108 Masalah Telah Diselesaikan
Pemerintah Percepat Digitalisasi Lewat GovTech
Sebagai bagian dari upaya reformasi birokrasi, Prabowo menegaskan pentingnya penyederhanaan sistem pemerintahan melalui pemanfaatan teknologi digital.
Ia mengatakan pemerintah telah mulai merintis digitalisasi layanan pemerintahan melalui GovTech dan berbagai program transformasi digital lainnya.
Saya tegaskan di sini, kita harus sederhanakan pemerintahan. Kita akan mulai melaksanakan atau sudah merintis ke arah digitalisasi pemerintahan, dengan GovTech, dengan program-program lainnya,
Presiden RI, Prabowo Subianto.
Single National Identity Card Diharapkan Segera Diimplementasikan
Prabowo berharap implementasi Single National Identity Card dapat segera direalisasikan sehingga pelayanan publik menjadi lebih terintegrasi, efisien, dan mudah diakses masyarakat.
Menurutnya, penyederhanaan regulasi juga harus dilakukan secara berkelanjutan, termasuk terhadap berbagai peraturan di tingkat kementerian.
Saya berharap nanti single national identity card bisa dieksekusi, bisa diimplementasi dengan sebaik-baiknya. Kita terus sederhanakan peraturan-peraturan menteri dan sebagainya,
Presiden RI, Prabowo Subianto.
Prabowo Sebut Sistem Perlindungan Sosial Indonesia Semakin Kuat
Dalam kesempatan yang sama, Prabowo menilai Indonesia kini telah memiliki sistem perlindungan sosial yang kuat sebagai hasil pembangunan yang dilakukan secara berkesinambungan.
“Salah satu prestasi kita adalah bahwa sekarang kita memiliki sistem perlindungan sosial yang menurut saya, merupakan salah satu yang terkuat di dunia,” ucapnya.
Baca juga:
Prabowo Senang Bank Emas Kelola 153 Ton Emas Senilai Rp 358 Triliun
Prabowo juga menegaskan bahwa berbagai capaian pembangunan Indonesia merupakan hasil estafet kepemimpinan nasional dari para presiden sebelumnya.
Ia menyebut fondasi pembangunan yang telah dibangun sejak era Presiden Soekarno hingga Presiden Joko Widodo menjadi modal penting yang harus terus dilanjutkan dan disempurnakan.
“Saya selalu mengakui ini adalah long march semua dari Bung Karno, dari Soeharto, Megawati, Gus Dur, Jokowi, semua hasil dari kerja keras pemerintah kita. Tugas kita, kita bangun kita perbaiki,” pungkasnya. (Pon)

