Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1
Pesona Indonesia

Produk Tas Merek Ende Mulai Jelajah Pasar Eropa

Eddy FloEddy Flo - Jumat, 28 September 2018
Produk Tas Merek Ende Mulai Jelajah Pasar Eropa

Novita Dewi memamerkan tas merk eNDe dari House of Ende bersama Okto Sapta dan Olla Ramlan (Foto: Dok/Swa)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Produk kerajinan tas yang terinspirasi dari nama Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur kini mulai merambah ke pasar Eropa. Tas dengan merek eNDe merupakan produksi House of Ende milik Novita Dewi ini sudah diakui secara nasional bahkan masuk pasar internasional.

Novita mengatakan para artis atau pesohor sudah menggunakan tas eNDe, asli buatan dalam negeri, diantaranya, Olla Ramlan, Ashanti, Nadine Chandrawinata, istri Gubernur DKI Jakarta, Fery Farhati dan istri calon Wakil Presiden nomor urut 02, Nur Asia Uno, hingga Ibu negara Iriana Joko Widodo.

"Tas eNDe memiliki kekhasan, dimana bahan baku kulit dan tenun menjadi pilihan saya dalam memproduksi. Hal itu bukan tanpa alasan, untuk mengeksplorasi budaya Indonesia pada desain tas," kata Novita di Jakarta, Kamis (27/9) kemarin.

Novita Dewi menjelaskan House of Ende
Novita Dewi menjelaskan produk-produk House of Ende (Screenshot youtube.com)

Tas merek eNDe konsisten mengeksplorasi budaya Indonesia sebagai ikon di bagian luar tas.

Novita menjelaskan, rumah produksi tasnya untuk mengangkat budaya lokal Indonesia secara bergantian setiap enam bulan.

Kali ini, eNDe meluncurkan tas baru hasil karyanya. Desainnya, sangat eksotik. Mengambil warna dasar bendera Indonesia merah putih, Novita mengambil tema "Archipelago Endenesia". Sisi nasionalisme sangat kental terasa dalam desain tas ini.

"Sebagai ungkapan rasa cinta eNDe terhadap negeri kepulauan yang elok dan kaya akan keberagaman budaya, "kata Novita sebagaimana dilansir Antara.

Salah satu produk tas eNDe
Produk Tas dengan motif tenun ikan NTT (Foto: Ist)

Tas Archipelago ini sangat elegan menampilkan bentuk dari gugusan kepulauan di perairan Indonesia yang diaplikasikan sebagai ornamen pada desain tas terbarunya.

Menurut Novita, tas baru eNDe dikeluarkan sebagai bentuk apresiasi eNDe kepada para pelanggan setianya. Pelanggan tersebut, berasal dari seluruh penjuru tanah air. Tidak salah jika tema motif eNDe adalah peta kepulauan Indonesia.

"Dari Indonesia, untuk Indonesia," katanya.

Dalam desain tas produksinya, Novita Dewi dibantu oleh tim desain dari Institut Kesenian Jakarta (IKJ), maka tampilannya selalu inovatif soal kualitas mengedepankan bahan baku dengan kualitas tinggi.(*)

Baca berita menarik lainnya dalam artikel: Hadiri HUT Kemerdekaan Tiongkok, Prabowo Potong Kue Bersama Dubes dan AHY

#Model Tas #Tas #Kerajinan Tangan #Produk Impor
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Berita
Didukung Pusat Riset Terbesar di Asia, Coway Fokus Hadirkan Inovasi Air dan Udara yang Relevan
Coway mengandalkan pusat riset terbesar di Asia untuk mengembangkan solusi air dan udara berbasis teknologi. Perkenalkan air purifier terbaru.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 30 Mei 2026
Didukung Pusat Riset Terbesar di Asia, Coway Fokus Hadirkan Inovasi Air dan Udara yang Relevan
Indonesia
Hasil Perjanjian Dagang Dengan AS, Sertifikat Halal Pakai Logo Dari Negara Produsen
“Produk dari Amerika tetap wajib halal. Sertifikasi bisa dilakukan di negara asal, lalu diregistrasi di Indonesia,”
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 24 Februari 2026
Hasil Perjanjian Dagang Dengan AS, Sertifikat Halal Pakai Logo Dari Negara Produsen
Indonesia
Produk AS Masuk RI Wajib 2 Label Halal, Ini Penjelasan BPJPH
BPJPH pastikan produk AS tetap wajib dua label halal meski ada kesepakatan dagang RI-AS. Skema MRA jamin standar halal tetap aman.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 24 Februari 2026
Produk AS Masuk RI Wajib 2 Label Halal, Ini Penjelasan BPJPH
Berita
Jawab Tantangan Kualitas Udara, Coway Hadirkan Sales Office Baru di Bandung
Coway mendirikan sales office di Bandung, Jawa Barat. Hal itu menjadi komitmen jangka panjang bagi warga perkotaan.
Soffi Amira - Jumat, 13 Februari 2026
Jawab Tantangan Kualitas Udara, Coway Hadirkan Sales Office Baru di Bandung
Indonesia
Penindakan ke Penjual Baju Thrifting Tidak Bakal Efektif, Harusnya Cegah di Pintu Masuk Impor
Baju thrifting yang telah masuk ke dalam pasar secara masif merupakan bukti besarnya minat masyarakat untuk bergaya menggunakan merek-merek ternama, meski harus membeli pakaian bekas.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 22 November 2025
Penindakan ke Penjual Baju Thrifting Tidak Bakal Efektif, Harusnya Cegah di Pintu Masuk Impor
Indonesia
Menkeu Purbaya Didesak Lindungi Produsen Food Tray Lokal dari Gempuran Produk Impor
Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa, didesak untuk melindungi food tray lokal dari gempuran produk impor.
Soffi Amira - Rabu, 12 November 2025
Menkeu Purbaya Didesak Lindungi Produsen Food Tray Lokal dari Gempuran Produk Impor
Indonesia
Indonesia Ekspor Perdana Produk Kerajinan Serat Alam Enceng Gondok ke Amerika
Membuktikan kemampuan UMKM Indonesia dalam menghasilkan produk kerajinan keranjang unik, kokoh, dan bernilai estetika tinggi yang berdaya saing global.
Dwi Astarini - Rabu, 17 September 2025
Indonesia Ekspor Perdana Produk Kerajinan Serat Alam Enceng Gondok ke Amerika
Indonesia
Rencana Pembebasan Tarif Bea Masuk Produk AS: Berpotensi Timbulkan Efek Mengerikan
Rencana soal pembebasan tarif bea masuk produk AS ke Indonesia, berpotensi menimbulkan efek mengerikan. Salah satunya adalah ancaman PHK di dalam negeri.
Soffi Amira - Sabtu, 19 Juli 2025
Rencana Pembebasan Tarif Bea Masuk Produk AS: Berpotensi Timbulkan Efek Mengerikan
Indonesia
Alasan Pemerintah Daya Saing Indonesia Bisa Anjlok ke Posisi 40 Dari 69 Negara Dunia
Indonesia perlu melakukan integrasi strategi dari hulu ke hilir. Sebab, kebijakan pemerintah menjadi pendukung daya saing jangka panjang.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 26 Juni 2025
Alasan Pemerintah Daya Saing Indonesia Bisa Anjlok ke Posisi 40 Dari 69 Negara Dunia
Indonesia
Kemendag Sita Produk Ilegal Senilai Rp 15 Miliar Sejak Januari 2025
Kemendag menjamin keamanan konsumen yang memakai produk dan jasa sesuai ketentuan pemerintah.
Dwi Astarini - Kamis, 17 April 2025
Kemendag Sita Produk Ilegal Senilai Rp 15 Miliar Sejak Januari 2025
Bagikan