Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Didukung Pusat Riset Terbesar di Asia, Coway Fokus Hadirkan Inovasi Air dan Udara yang Relevan

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Sabtu, 30 Mei 2026
Didukung Pusat Riset Terbesar di Asia, Coway Fokus Hadirkan Inovasi Air dan Udara yang Relevan

Coway R&D Center. (Foto: dok. Coway)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Meningkatnya perhatian masyarakat terhadap kualitas hidup sehat mendorong kebutuhan akan solusi rumah tangga yang tidak hanya inovatif, tetapi juga relevan dengan aktivitas sehari-hari.

Di tengah perkembangan tersebut, PT Coway International Indonesia terus mengembangkan teknologi berbasis riset untuk menghadirkan solusi terkait kualitas air dan udara.

Upaya tersebut didukung oleh Coway R&D Center, pusat riset dan pengembangan yang berfokus pada solusi air dan udara. Didirikan pada 1993 dan berlokasi di Seoul National University Research Park sejak 2008, fasilitas ini menjadi pusat pengembangan berbagai produk Coway yang digunakan di lebih dari 50 negara, termasuk Indonesia.

Coway R&D Center memiliki lebih dari 300 peneliti dan fasilitas riset berstandar internasional. Pusat riset ini mengembangkan berbagai perangkat rumah tangga berbasis lingkungan, mulai dari water purifier, air purifier, bidet, hingga mattress.

Selain mengembangkan teknologi, Coway juga melakukan penelitian terhadap perilaku masyarakat, pola hidup, serta kondisi lingkungan tempat produk digunakan. Pendekatan tersebut dilakukan untuk menghasilkan inovasi yang dinilai lebih sesuai dengan kebutuhan konsumen modern.

Baca juga:

1 Tahun Kepemimpinan Pramono-Rano: Banjir, Macet, dan Polusi Masih Jadi PR

Jake Lee, Vice President Director Coway Indonesia, mengatakan bahwa inovasi berbasis riset menjadi fondasi utama perusahaan dalam menghadirkan solusi bagi masyarakat.

“Bagi Coway, inovasi bukan hanya tentang menghadirkan teknologi terbaru, tetapi bagaimana teknologi tersebut dapat memberikan solusi nyata yang relevan dengan kebutuhan konsumen sehari-hari. Dengan dukungan riset global dan pengembangan teknologi yang kuat, kami terus melahirkan produk yang dirancang untuk mendukung kualitas hidup yang lebih sehat, nyaman, dan modern,” ujar Jake Lee.

Baca juga:

Jawab Tantangan Kualitas Udara, Coway Hadirkan Sales Office Baru di Bandung

Sebagai perusahaan yang berfokus pada inovasi berbasis sains, Coway tercatat memiliki lebih dari 5.591 hak kekayaan intelektual sejak 2025.

Perusahaan ini juga didukung oleh 44 water sommelier bersertifikasi dari KISA (Korea International Sommelier Association) dan K-water (Korea Water Resources Corporation), serta 20 Certified Water Specialists (CWS) yang diakreditasi oleh Water Quality Association (WQA) Amerika Serikat.

Kepercayaan terhadap kualitas produk Coway turut diperkuat oleh Environmental Analysis Center yang telah diakui sebagai Drinking Water Inspection Agency oleh Kementerian Lingkungan Hidup Korea Selatan dan International Testing Laboratory oleh Korean Accreditation Organization (KOLAS).

Selain itu, Coway juga menjadi perusahaan pertama di Korea yang diakui sebagai laboratorium pengujian RoHS oleh TÜV SÜD Europe serta Technical Service Provider oleh Water Quality Association (WQA).

Baca juga:

Kurangi Polusi Sampah Plastik, Pemprov DKI dan PAM Jaya Dorong Penggunaan Water Purifier

Dalam pengembangan produk, Coway mengandalkan sistem riset global berbasis data melalui Water Map dan Air Map Service.

Water Map merupakan basis data kualitas air yang dibangun dari analisis sekitar 2.700 data kualitas air di 41 negara. Sementara itu, Air Map Service menganalisis lebih dari 120 miliar data udara dari berbagai kondisi lingkungan, iklim, dan waktu.

Melalui pendekatan tersebut, perusahaan berupaya menghadirkan solusi yang lebih sesuai dengan karakteristik lingkungan dan kebutuhan masyarakat di masing-masing negara, termasuk Indonesia.

Baca juga:

Gaungkan Hidup Sehat, Coway Indonesia Donasikan Purifier ke Yayasan dan Masjid di Jakarta

Kapabilitas riset dan inovasi Coway juga diwujudkan melalui peluncuran dua air purifier terbaru, yakni Squarefit dan Squarebig.

Kedua produk tersebut dikembangkan dengan menggabungkan teknologi pemurnian udara, pendekatan berbasis data kualitas udara, serta desain yang ditujukan untuk menjawab kebutuhan masyarakat modern.

Squarebig dirancang untuk ruangan berukuran besar dengan cakupan area hingga 79 meter persegi serta dilengkapi fitur real-time air quality monitoring. Sementara itu, Squarefit hadir dengan desain ramping dan fitur low-noise operation yang ditujukan untuk hunian modern dengan ruang yang lebih kompak.

Kedua perangkat juga dibekali Air Matching Filter technology yang memungkinkan pengguna menyesuaikan sistem filtrasi udara sesuai kebutuhan lingkungan di rumah.

Jake Lee mengatakan pengembangan produk terbaru tersebut menjadi salah satu contoh penerapan hasil riset dan teknologi yang dilakukan perusahaan.

“Melalui inovasi seperti Squarefit dan Squarebig, kami ingin menunjukkan bagaimana riset dan teknologi dapat diterjemahkan menjadi solusi yang dekat dengan kebutuhan konsumen. Kami akan terus berinovasi untuk memastikan produk-produk yang kami hadirkan relevan dengan kebutuhan masyarakat modern saat ini,” tutup Jake Lee. (*)

#Kualitas Udara #Produk Impor #Udara Segar
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Ananda Dimas Prasetya

Penulis, editor, dan praktisi konten digital dengan latar belakang akademis di bidang jurnalistik serta pengalaman dalam penyusunan artikel berita, konten informatif, dan optimasi mesin pencari (SEO). Lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi, Jurusan Jurnalistik, Universitas Padjadjaran (2007–2014) dengan pemahaman mendalam mengenai kaidah jurnalistik, etika media, verifikasi informasi, dan teknik penulisan profesional. Berfokus pada pengembangan konten yang mengutamakan akurasi, relevansi, dan nilai informasi bagi pembaca. Memastikan artikel disusun melalui proses riset, verifikasi sumber, dan pengolahan data cermat guna menjamin kualitas informasi yang disajikan. Berbagai topik yang menjadi perhatian meliputi pemerintahan, ekonomi, pendidikan, teknologi, budaya, hiburan (musik & film), gaya hidup, motorsports, hingga isu-isu sosial yang berkembang di masyarakat.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Jakarta Juara Dunia Polusi! Udara Ibu Kota Paling Beracun dan Tidak Sehat Sejagad pada Kamis 2 Juli 2026
Paparan konstan polusi level ini berpotensi merusak tanaman hingga menurunkan nilai estetika lingkungan perkotaan secara drastis
Angga Yudha Pratama - Kamis, 02 Juli 2026
Jakarta Juara Dunia Polusi! Udara Ibu Kota Paling Beracun dan Tidak Sehat Sejagad pada Kamis 2 Juli 2026
Indonesia
Kualitas Udara di Jakarta Masuk Kategori Tidak Sehat Kamis Pagi, Terburuk Kedua di Dunia
Adapun kota dengan kualitas udara terburuk urutan pertama yaitu Kinshasa, Democratic Repiblic of the Congo di angka 204.
Frengky Aruan - Kamis, 25 Juni 2026
Kualitas Udara di Jakarta Masuk Kategori Tidak Sehat Kamis Pagi, Terburuk Kedua di Dunia
Indonesia
Polusi Udara Jakarta Pagi Ini Terburuk Kedua Dunia, IQAir Tempatkan Ibu Kota Masuk Kategori Tidak Sehat
Pemprov DKI mempercepat proyek pembangunan fasilitas pengolahan sampah Intermediate Treatment Facility (ITF)
Angga Yudha Pratama - Rabu, 17 Juni 2026
Polusi Udara Jakarta Pagi Ini Terburuk Kedua Dunia, IQAir Tempatkan Ibu Kota Masuk Kategori Tidak Sehat
Berita
Didukung Pusat Riset Terbesar di Asia, Coway Fokus Hadirkan Inovasi Air dan Udara yang Relevan
Coway mengandalkan pusat riset terbesar di Asia untuk mengembangkan solusi air dan udara berbasis teknologi. Perkenalkan air purifier terbaru.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 30 Mei 2026
Didukung Pusat Riset Terbesar di Asia, Coway Fokus Hadirkan Inovasi Air dan Udara yang Relevan
Indonesia
Udara Jakarta Tercatat tak Sehat Rabu (29/4), Pastikan Pakai Masker saat Keluar Rumah
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 161 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 69,3 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 29 April 2026
Udara Jakarta Tercatat tak Sehat Rabu (29/4), Pastikan Pakai Masker saat Keluar Rumah
Indonesia
Kualitas Udara Serpong Terburuk Nasional Senin Pagi, Jakarta Nomor Dua
Pagi ini kualitas udara terburuk di Indonesia bukan Jakarta, melainkan Serpong yang menempati posisi teratas dengan indeks kualitas udara (AQI) 155 berdasarkan data Laman IQAir
Wisnu Cipto - Senin, 13 April 2026
Kualitas Udara Serpong Terburuk Nasional Senin Pagi, Jakarta Nomor Dua
Indonesia
Udara Jakarta Memburuk saat Arus Balik Lebaran 2026, Masuk 7 Kota Paling Berpolusi di Dunia
Kualitas udara Jakarta memburuk saat puncak arus balik Lebaran 2026. AQI mencapai 159 dan masuk 7 kota paling berpolusi di dunia menurut IQAir.
Ananda Dimas Prasetya - Minggu, 29 Maret 2026
Udara Jakarta Memburuk saat Arus Balik Lebaran 2026, Masuk 7 Kota Paling Berpolusi di Dunia
Indonesia
Hasil Perjanjian Dagang Dengan AS, Sertifikat Halal Pakai Logo Dari Negara Produsen
“Produk dari Amerika tetap wajib halal. Sertifikasi bisa dilakukan di negara asal, lalu diregistrasi di Indonesia,”
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 24 Februari 2026
Hasil Perjanjian Dagang Dengan AS, Sertifikat Halal Pakai Logo Dari Negara Produsen
Indonesia
Produk AS Masuk RI Wajib 2 Label Halal, Ini Penjelasan BPJPH
BPJPH pastikan produk AS tetap wajib dua label halal meski ada kesepakatan dagang RI-AS. Skema MRA jamin standar halal tetap aman.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 24 Februari 2026
Produk AS Masuk RI Wajib 2 Label Halal, Ini Penjelasan BPJPH
Berita
Jawab Tantangan Kualitas Udara, Coway Hadirkan Sales Office Baru di Bandung
Coway mendirikan sales office di Bandung, Jawa Barat. Hal itu menjadi komitmen jangka panjang bagi warga perkotaan.
Soffi Amira - Jumat, 13 Februari 2026
Jawab Tantangan Kualitas Udara, Coway Hadirkan Sales Office Baru di Bandung
Bagikan